
Setelah memastikan mobil David tak lagi ada didepan rumah, Lindsey akhirnya masuk kedalam rumah naik kelantai atas menuju kamarnya! Saat sedang membuka kunci kamarnya seseorang membuatnya terkejut.
"Enak ya setiap hari pulang malam mesra-mesraan dengan laki-laki lain,"
"Excusme, laki-laki lain? Dev itu calon suamiku kak,"
"Apa kau tidak baca trending topik nomor 1 di media sosial hari ini?"
"Iya aku baca kak, aku baca tapi aku rasa itu hanyalah ulah oknum media yang kehabisan bahan gosip!"
Hahahaha...
Domanick tertawa renyah.
"Packing sedikit saja pakaian untuk dibawa ke Jerman, besok pagi pesawat kita berangkat jadi pastikan jangan bangun telat!"
"Pesawat? Memang kita mau kemana kak?"
"Menikah di Jerman!"
"Hah?"
"Sejak kapan kau tuli Lindsey? Aku bilang kita akan menikah di Jerman, karena aku malas menikah di negara ini pasti akan banyak wartawan yang meliput!"
"Tidak mungkin Kakak akan menikah dengan ku!"
__ADS_1
"Ya sebenarnya aku memang masih menolak rasanya tidak mungkin saja didalam hidupku untuk menikah, apalagi itu dengan Sepupuku sendiri!"
"Lalu, kenapa bisa kita benar-benar akan menikah jadinya?"
"Mungkin karena Dady Lan memaksa semua orang, jadinya diadakan pernikahan secara tiba-tiba ini! Aku pun tidak dapat menolaknya, dan aku rasa kau juga tidak akan bisa menolaknya,"
"Iya juga si kak, lalu bagaimana aku menjelaskannya nanti pada Dev dia pasti akan kecewa begitu tau aku akan menikah dengan kakak!"
"Kau sudah pergi seharian dengan laki-laki caper itu! Dan di saat sedang bersamaku beberapa menit saja kau membicarakan laki-laki itu?" Domanick sangat geram mendengar nama David disebut oleh Lindsey.
"Eh kakak cemburu kah sampai wajah kakak memerah?" goda Lindsey.
"Cemburu? Untuk apa aku cemburu cinta padamu saja aku tidak!"
"Kalau begitu batalkan saja pernikahan ini! Tidak cinta malah mau menikahi ku," Lindsey menggerutu.
"Jawab dulu, Kakak cemburu kan pada Dev?" goda Lindsey.
Tiba-tiba satu tangan Domanick menarik pinggulnya, kini tatapan keduanya saling beradu hingga menarik satu sisi temu.
"Sebentar lagi kau akan menjadi nyonya Domanick Limson! Jangan pernah pergi dengan laki-laki lain lagi, paham?"
Dalam kondisi yang masih terkejut dengan berita pernikahan ditambah lagi terkejut dengan tarikan tangan Domanick yang tiba-tiba Lindsey hanya bisa melongo menatap Domanick. Dilihatnya bibir basah Lindsey oleh Domanick, hingga satu tangan Domanick naik menyentuh bibir basah Lindsey.
"Kau berciuman?"
__ADS_1
"Hah?"
"Jawab jangan hah, hah, terus! Apa kau berciuman tadi?"
"Tidak kak, aku berciuman dengan siapa memangnya?"
Dengan posisi sedekat ini Lindsey sangat bahagia sekali, apalagi tatapan Domanick kali ini benar-benar intens, Lindsey berharap malam ini adalah malam dirinya melepaskan ciuman pertamanya bersama dengan laki-laki yang sejak lama dia cintai.
"Lalu kenapa bibir mu basah begini?"
Lindsey malah menggigit bibir bawahnya dihadapan kedua mata Domanick, membuat Domanick mengusap lembut bibir Lindsey. Dirasakannya betapa lembut, lembab dan menggoda bibir sepupunya itu.
"Kakak bibir ku memang selalu lembab cenderung basah begini!"
Otak gila Domanick ingin sekali melum at bibir lembut itu, tapi dia sadar yang ada dihadapannya ini adalah sepupunya meskipun sebentar lagi Domanick akan menikahinya tetap saja rasa canggung untuk menyentuhnya masih terngiang-ngiang didalam pikiran Domanick.
Lindsey replex menutup kedua matanya dan bersiap-siap karena pikirnya malam ini dia akan berciuman dengan Domanick.
"Tidurlah sekarang," bisik Domanick ditelinga Lindsey dan bibir Domanick mengenai leher mulus Lindsey, membuat Lindsey bergidik geli.
"Emth kakak," Lindsey merasa tubuhnya seperti mendapat sengatan listrik membuatnya melenguhh.
"Kenapa? Kau mau tidur bersama ku?" goda Domanick yang melihat Lindsey seperti wanita yang sudah terpancing has ratnya.
♥️♥️♥️
__ADS_1
Aduh aduh, diajak bobo bareng sama sepupu woi lah😄😄😄