
Untuk yang tidak terlalu suka membaca seputar nganu karena terlalu nganu tapi jadinya nganu banget ehh gimana si ya, hahaha
Intinya boleh dilewati bab ini karena ini sangat nganu😄 yang jomblo efek samping ditanggung sendiri ya😃 kaborrr....
Dengan tubuh yang sama-sama sudah bermandikan air kolam, bibir yang mulai terasa bergetar karena dinginnya suhu didalam air serta tiupan angin malam, kedua pasang manik mata saling menatap penuh gai rah.
Sudah tidak ada lagi tembok pembatas yang dibuat oleh Lindsey akibat ketakutannya terhadap kisah cinta dirinya nanti dengan Domanick, yang jelas melihat tubuh Domanick yang nyaris polos membuat gai rah Lindsey yang sudah lama merindukan sentuhan dari seorang laki-laki membuat otak warasnya tidak dapat lagi berpikir jernih.
Darah ditubuh Domanick berdesir hebat dia tidak pernah membayangkan akan melihat tubuh Lindsey yang nyaris polos sedang berendam didalam kolam renang, betapa seksi dan menggodanya tubuh Lindsey.
"Kau dingin?"
Domanick semakin mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Lindsey, getaran dalam tubuh keduanya mulai terasa satu sama lain apalagi kini Domanick berhasil mengikis jarak diantara keduanya.
Diarahkannya tubuh Lindsey untuk berjalan ketepian kolam hingga tubuh Lindsey bersandar pada tembok tepi kolam renang tersebut.
Lindsey mengangguk menjawab pertanyaan Domanick apakah dirinya kedinginan, tentu saja jawaban dari Lindsey membuat sorot wajah Domanick mulai memberikan tatapan penuh gai rah yang menyala-nyala.
Kedua tangan Domanick perlahan mulai naik yang semula stay dipinggul Lindsey, kini bergerak perlahan dengan penuh kelembutan semakin keatas, jari jemari Domanick mulai menggelitik area perut langsing milik Lindsey, bergerilya disekitaran pusar membuat Lindsey mulai memejamkan kedua matanya secara perlahan.
Wajah Lindsey sudah dikuasai oleh hawa naf su yang menggebu-gebu begitu juga dengan Domanick, mengelus perut rata Lindsey membuat Domanick semakin tidak sabar untuk menikmati tubuh sang gadis impiannya.
"Sey kakak mencintaimu, kakak akan membuat mu menjerit penuh nikmat," Domanick berbisik ditelinga Lindsey yang kemudian diakhiri dengan melu mat daun telinga Lindsey membuat kedua tangan Lindsey melingkar dileher Domanick, dan Domanick semakin leluasa untuk menggigit tipis daun telinga Lindsey sambil terus melu matnya.
"Ssttt kak ah,,"
Dijulurkannya lidah Domanick untuk meliuk-liuk disekitar daun telinga Lindsey hingga membuat Lindsey semakin gelisah dan penuh gai rah.
Kedua pasang sorot mata Lindsey dan Domanick sudah sama-sama dikuasai oleh hasratt yang tidak mungkin lagi bisa keduanya cegah, untuk menuntut sebuah penyelesaian dalam puncak kenikmatan yang sudah mereka nantikan.
__ADS_1
Kedua tangan Domanick semakin naik kepermukaan tepatnya kebagian semangka import yang tidak ikut tenggelam didalam kolam renang, di rem asnya oleh Domanick secara bersamaan dan terus menerus membuat tubuh Lindsey semakin menggeliat kemana-mana.
Domanick sangat pandai memberikan sentuhan-sentuhan yang mematikan pada setiap bagian tubuh Lindsey, membuat Lindsey hanya bisa melenguh menikmati setiap sentuhan tangan dari sang Cassanova.
Bibir Lindsey yang lembab membuat Domanick meninggalkan daun telinga yang sejak tadi dia lu mat, kini dilu matnya bibir lembab nan sensual itu oleh Domanick hingga suara lenguhan-lenguhan itu tak lagi terdengar.
Domanick dan Lindsey berciuman dengan sangat dahsyat hingga lidah keduanya pun saling menjulur saling beradu, apalagi Domanick sampai memasukan seluruh lapisan bibir Lindsey kedalam rongga mulutnya, lidahnya terus meliuk-liuk melu mati bibir merah merona lembut dan manis sempurna.
"Emthhh,"
Tidak peduli sama-sama kesulitan menghirup oksigen akibat saling menge sap bibir,. Domanick dan Lindsey benar-benar menikmati ciuman keduanya sampai miring ke kanan, miring ke kiri, atau saling menekan tanpa mau melepaskan.
Kedua tangan Domanick pun dibuat gemas oleh kedua semangka import yang semakin lama sudah semakin menegang akibat direm as sekuat tenaga oleh Domanick.
Permainan Domanick semakin cepat karena dirinya sudah tidak lagi bisa bersabar untuk melakukan penyatuan, dilepaskannya bibir Lindsey kemudian dibaliknya tubuh Lindsey hingga posisi Lindsey membelakangi Domanick, entah apa maksud dan tujuan Domanick memutar tubuh Lindsey yang jelas Lindsey akan terus mengikuti setiap permainan yang disuguhkan oleh Domanick.
"Ah kakak,"
Hawa dinginnya air dalam kolam renang sudah tidak terasa lagi, yang ada keduanya merasa sama-sama gerah akibat permainan yang baru saja dimulai.
Dibukanya pengait b r a milik Lindsey oleh Domanick, tanpa basa basi lagi Domanick menggigit tali penyangganya dipundak Lindsey hingga b r a itupun terlepas dan mengapung diair. Diciuminya punggung bagian belakang Lindsey oleh Domanick sambil kedua tangannya merogoh semangka import didepan sana yang sudah bergelantungan tanpa pelindung lagi.
Dengan liat Domanick menggigit tipis setiap jengkal kulit dipunggung Lindsey, terus menerus Domanick menyusuri setiap inci punggung hingga kepundak kemudian juga keleher bagian belakang Lindsey! Seketika tubuh Lindsey bergetar hebat membuat merinding hingga ke kaki-kakinya.
"Oh Fu ck, ah," saat Domanick meng hi sap leher belakangnya hingga menimbulkan jejak kepemilikan disana.
Kedua tangan Domanick memainkan kedua pucuk semangka import milik Lindsey hingga kedua tangan Lindsey harus menopang tembok ditepi kolam renang itu, seluruh tubuh Lindsey dibuat lemas akan sentuhan-sentuhan menggila Domanick.
"Lindsey malam ini kakak akan menjadikan mu milikku sayang, rasakan dan nikmati apapun yang kakak lakukan pada tubuhmu!" bisik Domanick.
__ADS_1
"Kak emthhh lakukan sekarang aku tidak tahan kak,"
Nafas keduanya kian memburu gejolak hasrattnya sudah tidak dapat terbendung lagi menuntut untuk sebuah kepuasan! Kedua tangan Domanick masih memainkan kedua pucuk milik Lindsey mere mas semangka itu secara bergantian barulah setelah puas Domanick melepaskan semangka import itu.
Dibaliknya lagi tubuh Lindsey oleh Domanick kini keduanya berhadapan kembali.
"Kau cantik dan seksi sekali Sey kakak suka tubuhmu,"
"Kakak," Lindsey hanya tersenyum malu.
Tak terasa kedua tangan Domanick sudah meraih kain penutup bagian paling inti milik Lindsey, diturunkannya kain penutup berwarna merah muda itu hingga kain penutup itu pun mengapung diair kolam renang.
Tubuh Lindsey kini polos dihadapan Domanick, membuat gai rah liar Domanick sebagai laki-laki normal ingin menerkamnya dengan buas.
Dinaikkannya tubuh Lindsey hingga Lindsey pun duduk ditepian kolam sementara Domanick masih didalam air, kedua tangan Domanick membuka lebar kedua pangkal paha Lindsey.
Untuk pertama kalinya Domanick dapat menikmati bagian yang sejak lama dia inginkan, kini bagian inti itu terpampang polos dihadapan Domanick terlihat bersih dan sangat merekah.
Telah lama menantikan membuat Domanick segera menyentuhnya dengan satu jari untuk memastikan ini mimpi atau bukan.
"Sey ini milik kakak!"
"Iya ini milik kakak,"
"Kakak boleh melakukan apapun kan sayang?"
♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
Aduh engga rela mau ikut nyebur aja rasanya maak🤣