
Satu pria yang menjual wanita tersebut menunggu didepan pintu kamar hotel, sementara Gilbert sudah masuk kedalam kamar hotel bersama dengan wanita bayaran itu.
"Benarkan kau masih ori? Aku sudah bayar sangat mahal soalnya, jadi jangan menipu ku!"
Tapi bukannya menjawab, wanita tersebut malah menangis meraung-raung.
Hiks..
"Hei kenapa kau menangis, diam! Diam!"
Tiba-tiba wanita bayaran itu menggenggam kedua tangan Gilbert dengan air mata yang menetes di pipinya.
"Tuan aku janji akan memberikan mahkota ku untukmu, tapi ku mohon bantulah aku terbebas dari laki-laki didepan pintu!"
"Untuk apa aku melakukan hal konyol seperti itu! Yang ada aku akan diblacklist karena dianggap menodai bisnis hitam ini,"
"Tuan aku mohon! Dia itu kakak tiri ku, dia menjual ku padamu tapi setelah itu aku dengar dia akan mencelakai ku, aku takut Tuan!"
Melihat wanita itu menangis dan raut wajahnya terlihat sangat serius membuat Gilbert akhirnya merasa iba, tidak ada salahnya juga menolongnya toh nantinya Gilbert akan mendapatkan wanita yang masih ori.
Dijaman seperti sekarang ini sangat sulit mendapatkan wanita bayaran yang masih ori.
"Aku tidak mungkin berkelahi dengan kakak tiri mu! Bisa-bisa aku diblacklist dan tidak bisa order wanita bayaran lagi,"
"Lalu apa kau punya cara Tuan?"
Gilbert berjalan menuju jendela kaca di kamar hotel tersebut! Dibukanya jendela kaca di kamar hotel yang berada dilantai 13 itu.
"Hah kau mau menyuruhku untuk lompat dari jendela? Yang ada aku bisa mati Tuan,"
"Apa otakmu itu hanya kau jadikan sebuah pajangan? Kenapa bodoh sekali, siapa juga yang meminta mu untuk lompat dari lantai 13 hotel ini!"
"Lalu?"
__ADS_1
Setelah membuka kaca jendela, Gilbert meraih pot bunga kaca yang tergeletak diatas meja! Dikeluarkannya bunga dari dalam pot lalu diberikannya pada gadis itu.
"Pegang!"
Diterimanya pot bunga kaca tersebut oleh wanita bayaran itu, meskipun otaknya masih belum dapat mencerna apa sebenarnya rencana Gilbert.
Tak lama kemudian Gilbert menuju tempat sampah untuk mengambil kantong plastik yang sebenarnya digunakan untuk menampung sampah.
"Nanti kau pukul kepala ku dengan pot bunga itu! Dan aku akan teriak agar kakak tiri mu itu masuk, selanjutnya aku akan menunjuk jendela kaca yang terbuka dengan begitu dia akan lengah dan mendekati jendela berpikir kau keluar lewat jendela! Begitu dia lengah segera kau masukan plastik sampah itu kedalam kepalanya, ikat yang kencang!"
"Baik Tuan, aku akan bersiap disini!"
"Astaga IQ mu berapa si? Tunggu dibalik pintu kamar mandi, bukan disini!"
"Oh iya Tuan, siap!"
"Ingat jangan pukul kepala ku terlalu kencang, cukup mengeluarkan darah sedikit saja!"
Gilbert pun membelakangi tubuh wanita itu bersiap kepalanya akan dipukul dengan pot bunga.
Bug...
Prang..
"Sit, kau memukulnya sekuat tenaga!"
"Sorry!" gadis itu langsung bersembunyi dibalik pintu kamar mandi.
Dan akting pun dimulai, Gilbert bergegas membuka pintu kamar hotel sambil memegangi kepalanya.
Klek..
"Tuan kau kenapa?"
__ADS_1
"Wanita itu kabur! Ahh sit kepalaku!"
"Apa kabur? Sialan dasar wanita tidak berguna!" pria tersebut masuk kedalam.
Dilihatnya jendela kaca terbuka dan pria tersebut berpikir bahwa wanita tadi benar kabur merangkak lewat jendela.
Begitu pria itu fokus berjalan kearah jendela untuk melihat, wanita bayaran tersebut langsung menutup kepala pria tersebut dengan plastik sampah, diikatnya dengan kencang sampai-sampai pria tersebut kesulitan bernafas dan pandangan gelap semua.
"Emtttt, emthhh,"
"Terimakasih Tuan, aku tunggu kau di cafe sebrang hotel ini!" wanita tadi mengedipkan matanya.
Sementara Gilbert hanya terdiam melihat wajah wanita itu sudah terlihat bahagia. Barulah sakit dikepalanya membuat Gilbert tersadar kalau kepalanya dipukul sangat keras.
Terpaksa Gilbert menelepon Dokter keluarga Limson untuk datang ke hotel dan mengobati lukanya dulu, didalam kamar hotel pria yang menjual wanita tadi masih kelabakan kehabisan nafas.
Gilbert pun membukakan plastik yang membungkus kepalanya.
"Tuan saya mohon maaf atas kendala ini! Kemana gadis sialan itu?"
"Kabur!"
"Aku akan mengganti dengan yang baru Tuan, mohon anda jangan kecewa!"
"Ya itu terserah mu lah!"
"Kalau begitu aku permisi dulu Tuan untuk mencari wanita tadi, nanti besok aku akan carikan yang lebih seksi daritadi dan tentunya masih tersegel,"
"Iya oke,"
♥️♥️♥️
Ya ampun Gilbert ketemu cewek rada-rada, abis lah iru dikerjain sama tu cewek!! Ente kadang-kadang ente 😄😂
__ADS_1