Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 62


__ADS_3

Masih dengan bab yang sangat nganu tolong bagi yang tidak terlalu suka dengan kenganuan bisa dilewati saja ya!!!


Udah ah maak mau kabur takutnya diminta tanggung jawab karena sudah membuat kalian ternganu-nganu 😃


Jangan Lupa Like, Komen Votenya!! Yang masih punya vote daripada Angus mending buat maak othor ya ga ya.


Diusapnya dengan lembut oleh tangan Domanick hingga membuat Lindsey terperangah sambil memejamkan kedua kelopak matanya.


"Kakak kau menyentuhnya," lirih Lindsey.


"Hmm kelihatan lezat sekali sayang,"


Lindsey melihat otot-otot ditubuh Domanick yang berbentuk kotak-kotak, membayangkan tubuh sekuat itu akan segera menikmati tubuhnya membuat Lindsey bergidik ngeri membayangkan sebesar apa lobak import milik Domanick dan seberapa kencang gerakan tubuh Domanick nantinya.


"Kenapa kau bergidik seperti itu?" sambil mengusap pelan area inti milik Lindsey dengan satu tangannya


"Tidak aku hanya, Ahhhh," Lindsey men de sah saat tangan Domanick mengusap kencang area intinya.


"Oughttt emmt kakak ah," kedua tangan Lindsey meremar pundak kiri dan kanan Domanick.


Sebuah rasa yang sulit diartikan dengan kata-kata saat tangan Domanick mengusap kencang miliknya. Dilihatnya wajah Lindsey yang sudah diselimuti oleh hasratt yang begitu tinggi.


"Kau seksi sekali Sey kakak suka melihat wajahmu seperti saat ini,"


Domanick menciumi leher jenjang Lindsey hingga menye sapnya berkali-kali lalu turun kepada semangka import yang sejak tadi sudah menggantung sempurna! Domanick melahap semangka import besar dan kencang itu satu persatu secara bergantian membuat Lindsey semakin dibuat melayang ke angkasa.


Dilihatnya oleh Lindsey wajah Domanick yang penuh naf su tengah menghi sap pucuk semangka importnya, bahkan Domanick sempat tersenyum disela-sela dirinya tengah menikmati semangka import miliki Lindsey saat sadar Lindsey tengah memperhatikan dirinya.


"Emtthh kak geli kak ahh,"


Berjuta rasa nikmat membawa Lindsey mengarungi lembah yang kelak akan membuatnya merasakan kecanduan akan semua hal yang dilakukan oleh Domanick. Begitu dahsyat Domanick menghi sap satu persatu semangka import milik Lindsey hingga membuat sensasi geli-geli yang menjalar kearea bawahnya.


Satu tangan Domanick me rem as satu semangka import Lindsey sementara satu tangannya lagi mengusap-usap lembut area bawah Lindsey yang sudah mulai terasa lembab ditangan Domanick.


Namun layaknya seorang bayi yang tengah kehausan tetap saja Domanick belum mau melepaskan semangka import yang saat ini berada didalam rongga mulutnya, sampai Domanick merasa puas dia tetao meng hi sapnya.


Kali ini lidah Domanick ikut bermain memainkan pucuk semangka import milik Lindsey, kiri dan kanan habis dilahapmya oleh Domanick sedangkan Lindsey semakin keenakan sampai-sampai menekan kepala Domanick agar terus meng hi sap semangka miliknya.

__ADS_1


"Kak emth enak sekali kakak ah,"


Gadis polos itu sudah ketagihan oleh permainan Domanick dan ingin terus merasakannya. Tanpa disadari oleh Lindsey daerah intinya sudah benar-benar lembab dan Domanick yang merasakannya.


Dilepaskannya semangka import itu setelah puas meng h i sap, menggigit bahkan mere masnya sekuat tenaga.


"I love you Sey,"


Satu jari Domanick menekan masuk kedalam inti milik Lindsey dan itu membuat tubuh Lindsey bergetar hebat.


"Ah ka-kakak ahhh emtth apa yang kakak lakukan?"


"Suara mu seksi sekali sayang menjerit lah lagi kakak ingin dengar," dikeluarkannya lagi jari yang tadi sempat masuk.


"Ah kakak oughttt jangan dimasukin kak,"


"Apa?"


"Ja-jangan kak,"


Domanick malah dengan kasar memaju mundurkan satu jarinya dibawah sana, tentu saja Lindsey yang baru saja merasakan hal itu membuatnya menjerit nikmat sekaligus ada rasa sakit yang menjalar pada bagian intinya.


"Ahh oh my God Fu ck kakak ahh cukup ahh stop kak ah kakak,"


"Terus menjerit sayang ayo kakak suka dengar suara de sah mu yang seksi ini,"


Domanick malah semakin kencang menggerakkan jarinya hingga hanya teriakan demi teriakan yang bisa dilakukan oleh Lindsey atas perlakuan Domanick pada area intinya.


Tak tahan lagi melihat wajah Lindsey yang keenakan Domanick segera mencabut jarinya lalu membuka kain penutup miliknya sendiri hingga tubuhnya kini polos sama seperti Lindsey dan kain penutup itu mengapung diair.


Diturunkannya kembali tubuh Lindsey oleh Domanick kedalam air dan gadis yang masih dalam kondis nafas terengah-engah pun hanya bisa pasrah, saat dinginnya air kolam renang kembali menyapa tubuhnya.


Tanpa basa basi Domanick mengarahkan lobak import miliknya kearea inti milik Lindsey, melihat Domanick mengarahkan lobak import itu didalam air, Lindsey hanya bisa menelan salivanya karena percayalah itu sangat luar biasa besar dan panjang.


Dia tak yakin lobak import milik Domanick bisa masuk kedalam sana, kedua tangan Lindsey berpegangan pada pundak Domanick sementara Domanick mulai menyentuhkan lobaknya dengan inti milik Lindsey.


"Ah Sey lobak ini sudah menyentuhnya kakak tidak sabar sayang! Puaskan kakak sayang,"

__ADS_1


Diraihnya pinggul Lindsey oleh satu tangan Domanick hingga keduanya kembali berciuman, dan satu tangannya lagi Domanick gunakan untuk menuntun lobak import miliknya mencari jalan masuk yang sudah pasti akan sulit dia dobrak.


Benar saja rasanya sulit sangat sulit meskipun sudah ketemu jalannya tetapi untuk meloloskan lobak import miliknya sangat sulit! Ditekannya oleh Domanick agar lobak tersebut bisa segera masuk tapi tetap belum berhasil.


Ini fenomena sangat langka bagi Domanick, pasalnya wanita-wanita yang pernah dia cicipi tidak ada yang sulit dia masuki. Domanick melepaskan ciumannya dengan Lindsey.


"Susah sekali sayang, kakak kesulitan untuk masuk,"


"Emmthh kakak aku takut,"


"Jangan takut kakak akan perlahan melakukannya kau jangan khawatir kakak menyayangi mu Sey,"


Domanick mengangkat satu kaki Lindsey menaruhnya dipinggang Domanick dan jalan pun semakin terbuka lebar! Domanick kembali berusaha memasukkan lobak import miliknya didalam air pada inti milik Lindsey.


Dengan sedikit paksaan akhirnya lobak import perlahan bisa masuk kedalam inti milik Lindsey. Domanick dibuat melayang tinggi di udara saat merasakan lobak import miliknya dipijat dengan kencang dibawah sana.


Untuk pertama kalinya area inti milik Lindsey kemasukan sesuatu yang sudah pasti itu besar dan panjang karena terlihat dari ekspresi wajah Lindsey yang terlihat sangat kesakitan, sampai-sampai untuk menghindari dirinya berteriak menahan sakit Lindsey menggit bibir bawahnya sendiri, kemudian mencakar pundak Domanick dengan kuku-kukunya.


Tentu saja itu meninggalkan bekas luka dipundak Domanick, tapi sang Cassanova tidak akan memperdulikan luka yang dia dapat karena yang dia rasakan saat ini berjuta-juta kali lipat kenikmatannya.


Bibir keduanya berdekatan dengan nafas yang saling memburu.


"Sey kau nikmat sekali ah siittt," wajah Domanick mendongak keatas.


Sementara Lindsey menahan suaranya agar tidak menjerit.


"Jangan ditahan berteriak lah sayang! Luapkan kesakitan mu kakak ingin dengar,"


Aaaaaa.....


"Sakit kak oh Fu ck kau menyakiti ku kak ahh,"


Air didalam kolam renang itu masih tenang karena Domanick belum melakukan gerakan apapun hanya baru saja berhasil memasuki tapi belum mau membuat gerakan apapun.



__ADS_1


__ADS_2