
Malam ini Domanick tidak mau menyia-nyiakan waktunya dengan Lindsey untuk memperoleh rasa yang nantinya akan sangat dia rindukan ketika menjalani hubungan jarak jauh dengan Lindsey.
Keduanya bersama-sama mengarungi jutaan rasa lewat penyatuan yang sejak tadi dilakukan keduanya! Entahlah ini sudah berapa lama sejak lobak import itu tertancap sempurna yang jelas Lindsey dan Domanick masih saling menginginkan.
Sedangkan di ruangan televisi, Tan dan Laluna masih melakukan obrolan santai disela-sela Tan mengerjakan pekerjaan kantor.
"Dad kau tau tidak tanaman bunga di halaman depan rumah itu setiap hari selalu saja berkurang!"
"Benarkah? Maksudmu ada pencuri masuk?"
"Ya mungkin saja kan, setiap.pagi momy menyiram tanaman di halaman depan pastilah jumlahnya berkurang,"
"Tidak mungkin mom, kan ada dua security yang tidak pernah meninggalkan halaman depan masa ada maling masuk,,"
"Lalu kenapa tanaman momy selalu berkurang ya?"
"Mau coba cek cctv saja?"
"Boleh!"
Berhubung laptop Tan juga terhubung dengan seluruh cctv disetiap sudut rumahnya! Tan pun membuka cctv lewat laptop yang tadi dia pakai untuk mengerjakan pekerjaannya!
"Oke kita liat halaman depan rumah!"
Laluna dan Tan sangat serius menatap layar laptop dihadapannya! Dan gambar cctv disekitar halaman depan rumah pun mulai terlihat, ada dua orang security yang berjaga di pos dekat gerbang dan tanaman-tanaman yang tertata rapih.
Lalu kedua mata Tan dan Laluna melotot tajam kelayar laptop saat tiba-tiba disebelah kanan dekat tanaman-tanaman terlihat mobil Domanick terparkir, tapi bukan itu yang menyebabkan keduanya saling melongo!
"Oh my God, dad!" Laluna melirik kearah Tan.
"Nick!!! Berani sekali dia melakukan itu di halaman rumah, dia keterlaluan mom! Bisa-bisa anak kita masuk angin di alam terbuka tengah malam begini," Tan sudah berdiri ingin melabrak Domanick.
Tapi Laluna pun mencekal lengan Tan dan menggelengkan kepalanya.
"Dad kau lupa dulu saat kau sedang kebelet kita melakukan dimana pun itu?"
"Hah?" Tan tiba-tiba tersadar bahwa dulu juga dirinya melakukan hal yang sama.
"Biarkan saja, toh Lindsey tidak akan masuk angin! Palingan kembung sembilan bulan!" Laluna tertawa cekikikan.
Sementara Tan menggaruk-garuk kepalanya, dia tidak menyangka keluarga Limson semuanya bisa melakukan hal itu dimana pun dan kapanpun.
__ADS_1
Setelah hampir satu jam Lindsey dan Domanick melakukan olahraga malam di alam terbuka, barulah keduanya mengakhiri setelah Domanick mencapai pelepasannya.
"Terimakasih Sey kakak puas sekali!" sambil merapihkan celananya.
"Iya tapi janji jangan melakukan ini pada wanita lain lagi!"
"Janji! Lagipula kakak kan hanya bisa berdiri saat dengan mu jadi jangan berpikir macam-macam oke!"
"Oke!"
Malam itu Domanick kembali ke pusat kota, dan keduanya kini mulai menjalani hubungan jarak jauh dimana semuanya berjalan dengan tidak mudah dan sangat mengandalkan kepercayaan.
Kepercayaan adalah sesuatu yang mahal, jadi jangan harap bisa ditemukan pada orang yang murahan.
Keesokan harinya seperti biasa pagi-pagi Lindsey sudah selesai mandi dan bersiap berangkat ke kantor! Saat sedang sarapan bersama dengan orangtuanya, David datang diantar oleh seorang pelayan ke meja makan.
"Pagi!" sapa David.
Kedatangan David yang tiba-tiba padahal Lindsey sudah mengirimkan pesan semalam agar David tidak lagi datang menemuinya, rupanya David mengabaikan pesan dari Lindsey dan kekeh datang.
"Duduk Dev sarapan dulu!" ajak Laluna, ya walaupun Laluna dapat melihat ekspresi ketidaksukaan Lindsey dengan kedatangan David kali ini.
Setelah selesai sarapan Lindsey berpamitan pada kedua orangtuanya begitu juga David ikut berpamitan pada Laluna dan Tan.
Keduanya berjalan bersama keluar rumah.
"Dev apa kau tidak membaca pesanku?"
"Pesan apa Sey? Bukankah kita ini sudah dekat, kenapa kau tiba-tiba berubah begini?"
"Dev aku,"
"Bagaimana kalau kita bicarakan ini sambil aku mengantar mu bekerja?"
Tak ingin David terus mengharapkan balasan cinta darinya, Lindsey memutuskan untuk berangkat ke kantor diantar oleh David mungkin dengan begitu Lindsey bisa membicarakan semuanya pada David.
Keduanya masuk kedalam mobil dan David mulai menyalakan mesin mobil.
Didalam perjalanan Lindsey tidak mau basa basi lagi dia memulai bicara agar David berhenti mengunjunginya.
"Dev aku sudah memutuskan untuk kembali pada kak Nick, aku harap kita tidak saling bertemu lagi!"
__ADS_1
Tapi siapa sangka respon dari David justru tersenyum sinis sambil melirik kearah Lindsey, membuat Lindsey memiliki firasat tidak enak.
"Dev aku minta berhenti menggarapkan aku! Dan kita masih bisa berteman, tapi mungkin tidak sedekat biasanya!"
"Hei Lindsey! Gunakan akal sehatmu ini, kau cantik tapi kau itu bodoh!" David menoyor kepala Lindsey.
"Cukup Dev hentikan mobilnya!"
"Apa? Hentikan? Kenapa, kau tidak suka dekat dengan laki-laki yang masih single? Kau lebih suka dengan laki-laki yang sudah punya anak?"
Cara bicara David sudah terlalu melewati batas hingga Lindsey muak lama-lama berada didalam mobilnya.
"Kau ini kenapa si Dev? Aku sudah bicara baik-baik ya denganmu, tapi daritadi bicara mu melewati batas!"
"Masih tanya kenapa? Tentu saja aku marah Sey aku kesal aku kecewa! Selama ini yang berjuang untuk mu itu aku, dan Nick laki-laki itu hanya bisa menorehkan luka untuk mu! Kenapa masih saja kau mau dengannya, ini tidak adil Sey!"
"Aku minta maaf Dev tapi aku memang tidak bisa mencintai mu! Jadi tolong mengertilah!"
"Tidak, aku sudah berhenti bermain-main dengan wanita lain, aku fokus mengejar mu dan jika secara sepihak kau menghentikan langkah ku aku tidak bisa terima,"
"Lantas kau mau apa?"
"Kalau perlu aku akan membawamu bersamaku,"
"Kau jangan gila, kau lupa laki-laki yang mencintai ku siapa? Dia akan membunuh mu Dev, hentikan mobilnya!" Lindsey membentak.
Tanpa diduga David justru terus melajukan mobilnya, mengendarai mobil tersebut dengan kecepatan sangat tinggi! Sontak saja detak jantung Lindsey langsung langsung berdetak kencang ketakutan dan trauma akan kecelakaan yang saat itu menimpanya kembali hadir dalam ingatan Lindsey.
"To-tolong berhenti!" kedua bola mata Lindsey melotot tajam bayangan akan masuk kedalam jurang yang terdapat sungai dibawahnya kian menari-nari dalam pikiran Lindsey.
Sebenarnya David tidak benar-benar berniat untuk membawa kabur Lindsey, hanya kesal dan mau membuat Lindsey ketakutan dengan dibawa kebut-kebutan seperti ini, siapa sangka trauma Lindsey akibat kecelakaan itu membuat Lindsey akhirnya kehilangan kesadarannya.
David yang melihat Lindsey pingsan pun menjadi panik dan segera mengurangi kecepatan mobilnya!"
"Lindsey, kau kenapa? Sey sadarlah!" sambil terus menyetir David berusaha membangun Lindsey.
♥️♥️♥️
Si David emang bener-bener ya Lindsey kan belum lama ini kecelakaan mobil malah sampe masuk jurang, bisa-bisanya dibawa kebut-kebutan jelas lah dia pingsan!🤨
__ADS_1