Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 42


__ADS_3

Padahal sejatinya sebagai seorang ibu yang hanya memiliki anak semata wayang dibesarkan dengan penuh kasih sayang, berlimpah kebahagiaan tapi begitu melepas putri semata wayangnya menikah justru kesedihan yang didapatkan.


Laluna ingin sekali meluapkan emosi yang sejak semalam dia tahan, sakit hatinya sebagai seorang ibu yang tidak terima putrinya harus merasakan sakit hati yang begitu dalam padahal usia pernikahannya baru seumur jagung, hadirnya pihak ke 3 saja sudah pasti membuat sesak dihati apalagi ini dengan anak hasil dari perbuatan terkutuk mereka.


"Nick jangan lupa nanti kalian sarapan!"


Sebuah pesan biasa namun terdengar pilu ditelinga Domanick, dia yakin ada banyak kata yang ingin diucapkan oleh Laluna tapi tidak sanggup wanita itu utarakan.


"Iya mom,"


Saat ini Lindsey masih tertunduk lesu tubuhnya bersandar diheadboard menantikan suaminya untuk bicara, Laluna pergi dari dalam kamar membiarkan urusan rumah tangga mereka, mereka bicarakan sendiri dengan kepala dingin.


Domanick duduk dibibir ranjang kedua tangannya meraih kedua tangan Lindsey.


"Kakak minta maaf atas kekacauan ini Sey, tapi bolehkah aku meminta izin darimu untuk membagi waktu dan perhatian ku untuk Naura dan Raline?"


Deg...


Seperti luka yang masih basah lalu tersiram air garam, Lindsey pikir Domanick akan minta maaf lalu berjanji tidak akan pernah ada komunikasi atau hubungan apapun lagi dengan Raline, dan mengembalikan keadaan seperti sediakala tapi ini apa? Membagi waktu dan perhatian suami sendiri dengan wanita lain?"


"Apa kakak bilang membagi waktu dan perhatian dengan wanita lain? Ini benar-benar konyol, Kakak sudah tau jawabanku apa kan?" Lindsey bangun dari ranjang berdiri sedikit memberi jarak dengan Domanick.


"Tolong kau mengerti sebentar saja Sey walau bagaimanapun Raline ibu dari Naura, anak kecil itu butuh aku untuk merawat ibunya!"


"Stop kak! Terserah kakak mau mengganggap aku egois atau apapun aku tidak akan pernah mau suamiku sendiri membagi waktu untuk perempuan lain!" Lindsey menggelengkan kepalanya seraya menarik nafas panjang.


"Ini hanya sementara Sey aku hanya iba pada Raline karena kata Dokter umurnya tidak akan lama lagi!"


"Dokter itu bukan Tuhan kak bagaimana kalau Raline sembuh? Apa yang akan kakak lakukan? Pokoknya aku tidak akan terima itu,"


"Lindsey tolong jangan egois dulu aku hanya mau anak kecil itu merasakan ayah ibunya lengkap dengan aku sering bersama dengan Raline di rumah sakit!"


"Aku egois?"

__ADS_1


Hahahaha..


Lindsey tertawa tapi tawanya bukan tawa keceriaan melainkan tawa berjuta kesedihan yang merobek relung hatinya, menghantam dadanya dengan keras hingga air matanya mengucur dikedua pipi cantik itu


"Lindsey," Domanick menghampiri Lindsey lalu memeluknya dengan erat.


"Aku tau ini berat untuk mu dan juga untuk ku, ini hanya sementara sampai Raline pergi selamanya bertahanlah sampai saat itu Sey kakak mohon!"


Dalam pelukan Domanick akhirnya Lindsey mengeluarkan seluruh bulir bening yang sejak kemarin dia tahan, tangisnya pecah Lindsey bahkan memukul-mukul punggung belakang Domanick yang masih erat terus memeluknya.


"Kau jahat!"


"Iya aku jahat Sey aku bodoh maki-maki aku sesuka hatimu, kau berhak itu kau boleh memukul ku kau juga boleh menamparku tapi aku mohon bertahanlah sebentar!"


"Lalu bagaimana jika ada Raline ke 2 Raline ke 3 apa aku harus terus bersabar untuk kau membagi waktumu?"


"Bagaimana jika nanti ada Naura selanjutnya yang meminta pertanggungjawaban darimu? Apa aku harus terima itu semua?"


"Sampai hati kau berpikir kearah sana Sey? Apa kau sangat ragu untuk melanjutkan perjalanan kita kedepannya?"


"Tidak ada jaminan untuk itu tidak terjadi bukan? Kau yang selalu senang dengan digilai semua wanita cantik lalu meniduri mereka sesuka hati, bagaimana jika mereka semua meminta hal yang sama seperti yang Raline lakukan saat ini?"


"Lindsey aku se bejad itu dimata mu?"


"Iya sangat bejad kau laki-laki yang sangat bejad dimata ku!"


"Jika kau se takut ini berjalan bersama ku kedepannya, maka aku akan melepaskan mu dari ketakutan itu Sey!"


"Maksud kakak apa?"


"Pergilah dan carilah laki-laki yang tidak bejad seperti ku!"


Rasanya ingin menjerit mendengar ucapan Domanick yang sama sekali tidak berusaha lebih keras lagi meyakinkannya tapi justru Domanick memintanya untuk pergi.

__ADS_1


"Kakak memintaku untuk pergi?"


"Hmm carilah laki-laki yang pantas untuk mu, aku hanya laki-laki bejad yang tidak akan pernah bisa membuat mu tenang menjalani rumah tangga ini!"


Entah ini sifat kekanak-kanakan atau apa tapi mendengar seruan untuk pergi Lindsey justru semakin menggebu-gebu untuk mengakhiri semua rasa sakitnya dengan memilih perpisahan.


"Baiklah jika perpisahan jalan terbaik untuk kita sama-sama meraih kebahagiaan! Aku mundur kak!"


Domanick menghela nafas panjang mendengar keputusan Lindsey keduanya tak mampu saling menatap.


"Aku akan urus perpisahan kita secepatnya kau hanya perlu fokus pada perusahaan yang sebentar lagi akan menjadi milikmu!"


Dalam mimpi pun Lindsey tidak pernah membayangkan bahwa pernikahannya dengan laki-laki yang dia cintai hanya akan bertahan seumur jagung! Bahkan belum sempat ada balutan cinta didalam bahtera rumah tangganya, malah sudah lebih dulu karam dan hancur.


Setelah kejadian hari itu Domanick mengurus perceraiannya sendiri tanpa melibatkan Lindsey, sementara Lindsey baru saja duduk menduduki jabatan sebagai CEO di salah satu anak perusahaan grup Limson yang berbeda kota dengan perusahaan pusat group Limson.


Hal itu membuat Lindsey tidak pernah datang sekalipun ke persidangan perceraiannya! Hanya Tan dan Laluna yang mewakili Lindsey hadir di persidangan, rasanya hati Lindsey sudah cukup hancur dan dia perlu untuk menata hatinya kembali dan jauh dari perusahaan pusat adalah hal yang tepat karena itu artinya Lindsey tidak perlu melihat atau bertemu dengan Domanick lagi.


Perceraian itu berlangsung cepat dan pengadilan memutuskan Lindsey dan Domanick bukan lagi suami isteri, hubungan keduanya kini kembali sebagai sepupu seperti saat dulu.


Semenjak menjadi duda satu anak Domanick tak pernah lagi fokus pada wanita, dia hanya pergi bekerja lalu menjemput Naura yang selama dia kerja dititipkan di rumah orangtuanya.


Sesekali Domanick akan membawa Naura mengunjungi Raline yang kondisinya semakin hari semakin tidak ada harapan untuk hidup. Raline hanya bisa berbaring ditempat tidur dengan alat-alat medis yang menempel ditubuhnya.


Sore itu Domanick pulang dari kantor bersama dengan Gilbert untuk mengambil Naura di rumah Tuan Lan.


"Mom aku tidak tahan lagi mengurus anak ini, aku akan pakai jasa pengasuh!"


"Kau ini bagaimana si Nick bagiamana bisa hubungan batin kalian semakin dekat kalau mengurus Naura saja kau tidak mau!"


"Mom momy itu tidak tau anak ini menyebalkan sekali, dia benar-benar membuatku terkekang!"


__ADS_1


__ADS_2