
"Apa tadi katanya, sayang? Apakah aku tidak salah dengar? Apa-apaan dia bisa-bisanya memanggil ku dengan sayang." dalam hati Lindsey.
Tim media dan beberapa petugas kepolisian datang menghampiri Domanick dan Lindsey.
"Mari nona, Tuan kita ke ambulance!"
"Tunggu!"
"Apa yang akan kalian lakukan?"
"Menggotong nona ini!" ujar salah seorang petugas medis.
"Tidak perlu biar aku saja!"
"Tapi Tuan!"
"Kak biarkan petugas medis sajalah!"
"Tidak boleh, enak saja nanti mereka memegang tubuhmu jadi biar aku saja yang menggendong mu sampai mobil,"
Belum sempat petugas medis mengingatkan bahwa disini Domanick juga korban, kenapa malah repot-repot menggendong tubuh Lindsey ke mobil ambulance. Domanick dengan entengnya menggendong tubuh Lindsey hingga ke mobil ambulance.
Keduanya duduk didalam bagian belakang mobil ambulance dan diberikan minuman untuk menetralkan pasca tragedi mengerikan tadi. Saat sedang meminum air digelas Lindsey melihat darah bercucuran dilengan sebelah kanan Domanick.
"Kakak kau berdarah!" sangat khawatir.
Padahal Domanick sendiri tidak menyadari kalau dirinya tengah terluka, sepertinya luka yang didapat dilengan Domanick akibat pecahan kaca mobil yang dia pecahkan demi bisa keluar dari dalam air. But, sebenarnya itu tidak terasa sakit sama sekali bagi Domanick, dia bahkan sering mendapatkan luka tembak, luka sabetan benda tajam dan lain-lain saat bertarung dengan para musuhnya.
Hanya luka seperti ini baginya terasa seperti digigit nyamuk. Tapi Domanick yang melihat reaksi Lindsey terkejut dan khawatir dengan luka dilengannya mempunyai ide untuk menarik perhatian Lindsey lebih banyak lagi.
"Aduhh aaaaa, sit ini sakit sekali Sey aaaa," Domanick bersandar menjatuhkan kepalanya dipundak Lindsey.
"Tolong sus ini kakak sepupu saya terluka dibagian lengannya!" teriak Lindsey pada petugas medis.
What?? Sepupu? Lindsey sangat menyebalkan karena menganggapnya hanya sebagai sepupu! Bukanya bilang suami, pacar atau calon suami malah bilang kakak sepupu kesal Domanick.
Tapi yasudah lah yang penting bisa bersandar dipundak Lindsey juga sudah membuat Domanick senang. Sampai akhirnya petugas medis membersihkan luka Domanick, lalu memberikan obat agar lukanya cepat kering, barulah luka tersebut dibalut oleh perban.
Terlihat wajah cemas Lindsey yang terus terpaku pada lengan yang diperban sementara Domanick malah menikmati enaknya bersandar dibahu Lindsey, plus bisa memandangi semangka import yang terlihat menonjol dari balik baju yang basah.
"Sudah Tuan, sebaiknya nona dan Tuan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut kami khawatir ada luka dalam atau pun dampak buruk dari kejadian ini!"
"Iya nanti kami akan ke rumah sakit!"
__ADS_1
"Sey kau tunggu disini ya!"
"Kakak mau kemana?"
"Kenapa? Ga mau ya jauh-jauh dari kakak?"
"Hanya bertanya kok,"
Domanick malah tersenyum sambil mengacak-acak rambut basah Lindsey! Setelah menjauh dari Lindsey wajah Domanick tampil mengerikan dengan rahang yang terlihat kaku menghampiri petugas kepolisian yang sedang mengevakuasi mobil milik Lindsey ke permukaan untuk diindentifikasi.
"Bagaimana apa ada indikasi ini bukan kecelakaan biasa?"
"Anda Tuan Domanick kan?"
"Hmm,"
"Belum bisa kami pastikan Tuan nanti menunggu mobil kami identifikasi terlebih dahulu baru kami bisa simpulkan!"
"Ini kartu nama ku hubungi aku begitu hasilnya sudah keluar!"
"Baik Tuan akan secepatnya kami kabari!"
Setelah berkomunikasi dengan petugas kepolisian, siang itu Domanick dan Lindsey meninggalkan tempat kejadian dan langsung menuju rumah sakit! Dalam perjalanan ke rumah sakit Lindsey sudah terlebih dahulu menghubungi momy Luna dan Dady Tan untuk datang ke rumah sakit.
"Lindsey! Laluna memeluk anaknya.
"Ya Tuhan kenapa bisa terjadi begini, Nick kau ada disini?"
"Dad mom tenanglah aku tidak apa-apa, mungkin jika aku tidak menghubungi kak Nick aku sudah mati tenggelam saat ini!"
"Terimakasih banyak Nick kau sudah menyelamatkan Lindsey, tapi kenapa kau bisa ada di kota ini?"
"Semalam aku menyatakan cinta pada anakmu Dady Tan, tapi aku tak kunjung mendapatkan jawaban jadi aku menginap di hotel keesokan harinya aku akan kembali menyatakan cinta pada anakmu, tapi aku telat karena menurut salah seorang karyawan disana Lindsey sedang dalam perjalanan ke perusahaan Anderson group!"
"Oh Tuhan Nick entahlah jika kau saat ditolak itu langsung kembali ke pusat kota mungkin Lindsey," Tan merasa sangat bersyukur.
"Tunggu dulu! Siapa bilang aku ditolak?"
"Tidak diberi jawaban sama artinya itu ditolak Nick," goda Laluna.
"Ayolah mom, perjuangan belum berakhir aku akan terus menyatakan cinta pada anak kalian!"
Tan dan Laluna pun tepok jidat mendengar perkataan Domanick, sementara Lindsey berusaha keras menahan senyum dibibirnya karena tidak mau Domanick besar kepala.
__ADS_1
Sore harinya Dokter sudah memeriksa keadaan Lindsey secara menyeluruh dan tidak ada luka dalam ataupun luka serius, dan Lindsey diperbolehkan pulang ke rumah tentunya Domanick pun ikut bersama dengan keluarga Lindsey.
Setibanya di rumah! Laluna dan Tan mengantar Lindsey untuk beristirahat di kamarnya, sementara Domanick menghubungi Gilbert untuk mengabarkan dia tidak akan dulu pulang ke pusat kota dan meminta Gilbert menjaga Naura dan juga Raline selama dia disini.
Tak lama kemudian pihak kepolisian menghubungi Domanick.
"Selamat malam Tuan Domanick!"
"Malam,"
"Kami dari pihak kepolisian, ingin mengabarkan terkait hasil identifikasi pada mobil korban, dipastikan kabel rem tersebut telah diputus hingga rem pun blong dan mobil tidak bisa dihentikan!"
"Diputus maksudnya ini adalah perbuatan seseorang?"
"Sedang kami dalami tapi memang butuh keterangan lebih lanjut dari korban, dan butuh waktu lebih lama tentunya!"
"Tidak perlu dilanjutkan, dari pihak keluarga akan menutup kasus ini!"
"Tapi Tuan!"
"Kau kenal aku kan? Tutup kasusnya cukup sampai ini masuk dalam pemberitaan kecelakaan mobil biasa!"
"Baik Tuan jika memang seperti itu keinginan keluarga korban!"
Panggilan telepon dengan pihak kepolisian terputus! Domanick memang tidak mau mereka ikut campur dan akan menyelidiki ini sendirian, karena sudah dipastikan ada yang sudah berani membangunkan macan yang sedang tidur, orang tersebut harus menerima
konsekuensi berani-beraninya mencelakai wanita yang dicintai seorang pewaris group Limson.
"Siapapun kau! Akan ku buat tulang-tulang mu remuk dan terpisah dari kulitnya." Gumam Domanick dengan kedua sorot mata tajam.
Meskipun dihadapan Lindsey, Domanick tidak pernah menampakkan sisi menyeramkannya tapi saat ini dirinya sedang dalam mode kepala bertanduk!
"Sebaiknya aku ke kamar Lindsey sekarang!"
♥️♥️♥️
Teruntuk yang sudah memberikan penilaian buruk dengan menyematkan bintang 1 untuk novel ini!!! Padahal ga tau juga dia baca atau engga, memberikan like pun tidak pernah tau-tau menyematkan bintang 1.
Rasanya Ahhh mantap🥲
Makasih banyak loh ya, akibat ulahmu performa novel ini merosot dengan rate 4,7.
Semoga tidurmu nyenyak, harimu baik dan semoga kamu kelak tidak merasakan apa yang aku rasakan.
__ADS_1