
Aduh gimana ini masih ternganu-nganu soalnya babang Nick lagi nanggung maak sampe diomelin reader karena di kolam renang bukan di kamar😃😃
Ya udah kita gereddd ke kamar aja lah ya🤫
Domanick dan Lindsey saling memeluk satu sama lain, sengaja Domanick belum menggerakkan pinggulnya untuk keluar masuk didalam inti milik Lindsey,, gadis itu sekarang masih dalam kesakitan yang luar biasa sehingga Domanick ingin sedikit menenangkan Lindsey.
"Sayang aku mencintaimu Lindsey," Domanick memeluk Lindsey dengan erat begitu juga dengan Lindsey yang ikut memperdalam pelukannya.
Seolah lupa bahwa miliknya kini telah dimasuki oleh lobak import, Domanick menciumi pundak Lindsey agar Lindsey tidak terfokus pada area miliknya yang sedang kesakitan.
Tapi pinggul belum digerakkan saja Domanick sudah dibuat mabuk kepayang akan rasa yang diperoleh oleh lobak import yang kini tertancap sempurna didalam miliki Lindsey.
Sempit, terhimpit dan jepitannya sungguh membuat Domanick merasakan kenikmatan yang tiada duanya, keduanya saling memeluk dan menikmati apa yang baru saja dilakukan.
Dilihatnya wajah Lindsey sudah tak lagi merasakan sakit seperti tadi, Domanick pun memulai pergerakan didalam air kolam renang tersebut. Terlihat air kolam mulai berguncang saat Domanick mulai menggerakkan pinggulnya keluar masuk dengan pelan.
"Ah kak ah kakak sssthhh ah puh my God kak,,"
"Lindsey sempit sekali ahhh kakak merasa dijepit Sey ah siittt,"
Wajah Domanick menengadah keatas sementara tubuh kekarnya terus memompa area inti milik Lindsey, hingga bunyi berkecipak air dalam penyatuan keduanya nyaring terdengar.
"Sayang buat kakak puas ahh Fu ck," Domanick benar-benar meracau begitu juga dengan Lindsey merasakan miliknya terus dihantam benda panjang dan besar itu Lindsey hanya busa menjerit-jerit kesakitan tapi juga keenakan.
Pikirnya jadi beginilah rasanya ketika bagian inti dimasuki oleh lobak, semakin lama semakin rasa sakit itu hilang dan berganti hanya rasa nikmat yang menjalar keseluruh tubuhLindsey.
"Kakak emthh kak enak kak ah," perpaduan antara lobak import yang keluar masuk dari daerah inti miliknya bercampur dengan dinginnya air kolam yang juga ikut memadati area inti milik Lindsey.
"Ouhgg Fu ck kau sudah menikmatinya Sey?"
__ADS_1
Lindsey mengangguk, melihat Lindsey sudah sama sekali tidak kesakitan Domanick pun memulai permainan yang sesungguhnya! Semakin ditekannya lobak import itu agar benar-benar masuk lalu Domanick pun mulai menggerakkan pinggulnya dengan tempo yang cepat.
"Aahhhh,"
Saking cepatnya gerakan tubuh Domanick, membuat air didalam kolam renang itu pun tumpah-tumpah, sambil terus memeluk tubuh Lindsey Domanick bergerak sangat cepat pikirannya sudah dipenuhi oleh hasratt yang menggebu-gebu meminta untuk dapat penuntasan.
"Aaahhh kakak stop Ahhhh kak,"
Jiwa Cassanova seorang Domanick Limson bangkit saat mendapatkan daging segar dirinya tidak lagi bisa bermain halus! Domanick bermain gila dengan tempo sangat cepat sampai Lindsey dibuatnya menjerit-jerit.
"Ini luar biasa Sey ahh kau harus puaskan kakak sayang ahh tubuhmu luar biasa,"
Sepanjang hentakan yang dilakukan Domanick pada Lindsey, dia terus meracau begitu menikmati apa yang dia dapatkan malam ini! Sementara Lindsey hanya mampu menjerit-jerit antara masih merasakan sedikit sakit karena Domanick bermain kasar tapi juga merasakan sensasi nikmat yang membuatnya seperti melayang ke nirwana.
Dengan satu kaki yang masih diletakkannya dipinggang Domanick, Lindsey pasrah saat Domanick terus menghujam inti miliknya dengan lobak import yang sudah lama tidak mendapatkan haknya.
Dibaliknya tubuh Lindsey kemudian dimasukannya lagi lobak import milik Domanick kedalam inti milik Lindsey tentunya lewat jalur belakang, karena sudah puas lewat jalur depan Domanick melakukannya kembali lewat jalur belakang.
Diraupnya bibir Lindsey oleh Domanick sambil keduanya berjalan kearah ruang tamu! Keduanya menjatuhkan diri diatas sofa dan kembali lobak import itu masuk kedalam inti kesukaannya.
Sambil terus berciuman Domanick meneruskan aksinya keluar masuk, cukup lama keduanya berada di sofa ruang tamu! Domanick dan Lindsey kembali berjalan' menuju lantai atas, sambil berjalan menaiki satu persatu anak tangga rumah mewah itu Domanick kembali menarik tubuh Lindsey, membaringkan tubuhnya ditangga dan memasukkan lobak import lagi.
Rasanya lemas dan sudah tidak berdaya yang dirasakan oleh Lindsey, tubuhnya remuk namun anehnya dibarengi oleh rasa yang tak akan mungkin ingin dia akhiri!
Hanya menjerit-jerit manja yang saat ini bisa Lindsey lakukan, sementara Domanick laki-laki itu sesekali tersenyum puas karena berhasil merenggut kehormatan gadis yang dia cintai.
Beruntungnya Naura tidak mendengar jeritan-jeritan Lindsey dan er angan-er angan Domanick! Setelah melakukannya ditangga, Domanick dan Lindsey kembali lanjut berjalan menuju kamar milik Domanick.
Sambil terus berciuman sepanjang jalan Domanick merebahkan tubuh Lindsey diatas ranjang mewah miliknya! Tak mau lama-lama Domanick kembali menghujam bagian inti milik Lindsey.
__ADS_1
"Iugh gadis kecilku kau sekarang sudah bisa kakak nikmati Sey, kakak puas sekali sayang ah,"
"Ahhhh ahh,"
Dan er angan panjang Domanick menjdi akhir dari permainan gila malam ini! Nafar Domanick dan Lindsey masih saling memburu, keringat keduanya menetes dari wajah masing-masing padahal AC on dan cuaca malam ini sangat dingin.
Tapi akibat permainan menggila Domanick, sampai-sampai mereka merasa sedang berada di Padang pasir.
Domanick merebahkan tubuhnya disamping tubuh polos Lindsey.
"Kau menyesal telah memberikan tubuhmu pada kakak?"
"Hmm aku rasa aku sudah gila karena melakukan ini dengan kakak,"
"Cih kau seolah sangat menyesal padahal tadi aku lihat sendiri ekspresi wajahmu yang keenakan itu!"
Tiba-tiba handphone Domanick bergetar panggilan masuk dari rumah sakit, Domanick pun mulai merasakan firasat tidak enak! Diangkatnya telepon masuk tersebut oleh Domanick.
"Halo,"
"Halo keluarga Nyonya Raline,"
"Iya saya sendiri,"
"Tuan kami ingin mengantarkan kondisi Nyonya Raline kembali kritis, mohon pihak keluarga bisa segera tiba di rumah sakit!"
"Apa? Raline kritis? Kenapa bisa sus, bukankah kemarin sudah stabil? Aku sudah membayar mahal rumah sakit, kenapa kalian tidak becus?" Domanick emosi sampai memaki-maki perawat yang menelponnya, dia kesal karena setiap.kali Raline kritis Naura pasti juga akan ikut drop kondisinya.
Lindsey yang sejak tadi menyimak percakapan Domanick dengan pihak rumah sakit, merasa dirinya sangat konyol sekarang karena jujur saja melihat Domanick khawatir dengan wanita lain hati Lindsey seperti teriris pisau tajam.
__ADS_1
"Ka-kami minta maaf Tuan, tapi kami minta keluarga untuk segera datang karena kami tidak yakin kalo ini Nyonya Raline bisa kembali stabil,"
"Sit!" Domanick melemparkan handphone ke lantai hingga handphone miliknya itu hancur berserakan.