
Hingga pagi datang menjelang, pasangan pengantin baru yang sedang sama-sama bergejolak dalam urusan kepuasan, belum juga keluar kamar! Bahkan pelayan yang melewati kamar tersebut pun sampai menguping tapi tidak berani mengetuk pintu, padahal ini sudah waktunya untuk keduanya sarapan.
"Ah oughttt Fu ck ahh,"
"Yes, ahh emthh,"
Saat gendang telinga salah seorang pelayan itu menempel ke pintu kamar hanya terdengar suara-suara de sa han dan jeritan-jeritan manja dari dalam kamar. Rupanya pengantin baru itu belum mau mengakhiri kegiatan berkeringat itu sejak semalam hingga pagi ini.
"Bagaimana? Apa perlu kita ketuk saja?" tanya salah seorang pelayan pada pelayan yang sedang menempelkan satu kupingnya didaun pintu.
"Ja-jangan, sebaiknya tunggu agak siangan saja!"
"Kenapa memangnya?"
"Masih terdengar suara-suaranya,"
"Hah? Suara-suara apa?"
"Itu loh masa kau tidak paham, tentu saja suara yang menandakan bahwa keduanya sedang keenakan!"
"Tapi ini kan sudah pagi?"
"Kau seperti tidak tau Tuan Nick saja, sudah-sudah nanti kalau Tuan Nick telpon baru kita antar sarapan keduanya,"
"Ya sudah kalau begitu," sambil bergidik geli membayangkan Lindsey dan Domanick didalam sana.
Tak lama berselang setelah kedua pelayan itu pergi! Telepon masuk ke ruang dapur dari Domanick, dimintanya pelayan untuk mengantarkan sarapan ke kamar itu!
Pelayan hanya sebatas mengantar sampai didepan pintu kamar saja, sarapan ditroli makanan tersebut! Karena Domanick memang tak mengizinkan siapapun sampai masuk kedalam.
Akhirnya Lindsey pun bisa mengistirahatkan terlebih dahulu bagian dibawah sana yang sejak semalam terus mendapatkan genjatan lobak import secara terus menerus!
"Sarapan yang banyak ya sayang!" Domanick tersenyum.
"Aku hanya akan sarapan secukupnya saja tidak mau kalau sampai sarapan banyak bisa-bisa berat badanku nanti naik,"
"Kau harus memiliki banyak tenaga Sey,"
__ADS_1
"Banyak tenaga?"
"Iya karena setelah ini, kakak akan memberikan permainan yang akan membuat mu seperti melayang diatas awan!"
Baru mendengar kata-katanya saja sudah membuat Lindsey bergidik ngeri, Domanick benar-benar tidak ada puasnya dia masih belum puas sejak semalam melakukan itu pada Lindsey.
Sarapan selesai dan lagi-lagi Domanick langsung kembali menerkam tubuh istrinya itu.
"Kak sudah! Ini yang terakhir kak ah,"
"Tidak sayang kakak masih ingin terus melakukannya! Lagipula memangnya kau sudah lecet?" sambil terus menggerakkan pinggulnya.
"Memang belum lecet tapi ah, aku lelah kak ah,,"
"Tapi enak kan?"
Lindsey pun mengangguk, hal itu membuat Domanick kembali bersemangat bahkan lebih bersemangat daripada semalam.
Siang harinya Gilbert membawa Naura pulang ke rumah, tidak ada tanda-tanda keberadaan Lindsey serta Domanick di rumah mewah ini.
"Dady ku dan momy balu Nola dimana dad?"
"Mungkin mereka masih tidur, Nola makan siang dengan Dady dulu ya!"
Gadis kecil itu pun mengangguk! Naura memang lebih sering menghabiskan waktunya dengan Gilbert, karena itu Naura sudah nyaman memanggil Gilbert dengan sebutan Dady.
Keduanya sarapan dilayani oleh pelayan di rumah besar itu.
"Apa Tuan Nick masih didalam kamarnya?" tanya Gilbert pada salah seorang pelayan.
Kedua pelayan yang sedang berada di dapur itu pun sama-sama menahan senyum.
"Ada apa?"
"Ih Tuan Bert, seperti tidak tau saja kalau Tuan Nick tidak mungkin selesai cepat!"
Gilbert pun hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar kode itu dari pelayan.
__ADS_1
"Kenapa Dady ku dan momy balu Nola di kamal telus Dady?" anak kecil itu sungguh ingin tau urusan orang dewasa.
"Nola, untuk itu jangan bertanya ya kan itu urusan orang dewasa!"
"Kala begitu, jika sudah besal Nola juga mau di kamal telus seperti Dady Nola sekalang,"
"Hah?? Kau ini ada-ada saja! Sudah habiskan makan siangnya!" sambil tersenyum mendengar Naura berkata demikian.
Selesai melahap makan siangnya, Gilbert menggendong Naura menuju kamarnya! Kamar Gilbert merupakan kamar Naura juga, karena gadis kecil itu selalu tidur bersamanya, siang ini sudah waktunya Naura tidur siang.
Diturunkannya tubuh gadis kecil itu diatas ranjang, Gilbert pun menarik selimut untuk menutupi tubuh Naura!
"Sekarang Nola bobo siang ya, Dady temani disini!"
"Nola suka sekali dengan hali Sabtu dan Minggu,"
"Memangnya kenapa?"
"Kalena Dady tidak belangkat bekelja, Nola suka ditemani tidul oleh Dady!"
Mendengar itu Gilbert hanya mengusap halus rambut Naura. Handphone Gilbert berdering, dirogohnya handphone yang berada didalam saku celana itu.
Rupanya panggilan masuk dari Domanick.
"Halo, Tuan,"
"Bert kau dimana?" dengan nafas terengah-engah.
"Aku sudah di rumah mu Tuan, kau masih di kamar?"
"Tentu saja! Bert pergilah sekarang, carikan pengasuh untuk Naura, agar gadis itu tidak terus mengganggu mu!"
"Baiklah Tuan, lagipula Naura sudah tidur! Sekarang aku bisa pergi ke agent untuk mencarikan pengasuh untuk Naura,"
"Oke, terimakasih Bert dan besok aku akan bulan madu dengan Lindsey jadi pengasuh itu suruh mulai bekerja besok ya!"
"Baik Tuan,"
__ADS_1