
Ketika menunggu di bandara, Naura sudah sangat tidak sabar menantikan kepulangan orangtuanya itu bukan karena merindukan Domanick atau Lindsey melainkan tidak sabar menagih janji pada keduanya.
"Itu Dady dan momy," Naura menunjuk kearah Domanick dan Lindsey yang sudah melambaikan tangan dari kejauhan.
Naura berlari kecil begitu juga Domanick dan juga Lindsey yang segera menggendong tubuh gadis kecil, yang terlihat sangat sumringah.
"Kau senang sekali sepertinya? Sudah rindu Dady ya?" tebak Domanick.
Naura menggelengkan kepalanya, lalu Emilia pun hanya tersenyum kecil pada Lindsey dan Domanick.
"Itu pengasuh Nola kah? Siapa nama mu?" tanya Lindsey.
"Aku Emilia nyonya,"
"Hai Emilia, terimakasih sudah menjaga anak kami selama kami tidak disini, kau juga Bert aku berterimakasih sekali Naura semakin ceria dan pintar,"
"Kalau begitu mana teman main Bola momy? Katanya momy dan Dady pelgi untuk buat teman main Nola?"
Tentu saja Domanick dan Lindsey pun hanya bisa tersenyum kikuk mendengar pertanyaan gadis kecil itu, tidak salah Naura menanyakan hal yang memang sudah dijanjikan oleh orangtuanya sebelum pergi.
"Nanti ya, tunggu belum bisa diajak bermain sekarang," kata Lindsey.
"Yah!" Naura tampak kecewa.
Kini rumah kembali ramai kehadiran Domanick dan Lindsey semakin membuat suasana didalam rumah terasa semakin hidup. Apalagi keduanya tidak pernah lepas dengan bebunyian da jeritan-jeritan yang selalu membuat kedua gendang telinga Gilbert serta Emilia harus turut serta mendengar hal-hal yang membuat keduanya meradang.
Sebagai pria normal yang sudah pernah melakukannya, Gilbert pun hanya bisa memahami kenapa dua orang itu rajin sekali setiap hari melakukan hal tersebut! Karena kenikmatannya sungguh luar bisa, dan tentu saja akan membuat siapapun yang melakukannya ingin kembali lagi melakukannya.
Sementara Emilia, dia yang masih sangat menjaga kesuciannya hingga detik ini hanya bisa bergidik merinding setiap hari harus mendengar suara-suara ya meskipun tidak terlalu jelas tapi Emilia tau itu adalah suara-suara kenikmatan.
Tentu saja ada rasa penasaran dalam dirinya setiap kali melewati kamar Domanick dan Lindsey.
Sore hari setelah mengantar Naura les balet, Emilia duduk di taman belakang rumah sambil melihat Naura yang tengah berlarian ke sana kemari.
Lindsey pun duduk disamping Emilia.
"Eh nyonya," hendak berdiri.
"Duduk lah, kita mengobrol santai saja! Aku rasa kita seumuran kalau bisa panggil aku Lindsey saja aku tidak suka dipanggil Nyonya!"
__ADS_1
"Mana mungkin aku memanggil mu seperti itu nyonya, itu jelas tidak sopan,"
"Ini perintah!" Lindsey tersenyum.
Keduanya mengobrol akrab sembari mengawasi Naura yang sedang asik bermain lari-larian.
Tiba-tiba salah seorang pelayan datang menghampiri.
"Nyonya, bahan makanan di dapur akan segera habis!"
"Oke, nanti aku akan berbelanja!"
"Baik Nyonya," pelayan pergi.
"Mil, kau saja yang belanja bulanan ya nanti aku tuliskan daftar apa saja yang harus kau beli,"
"Baik Nyonya, tapi Naura?"
"Nyonya lagi?"
"Baik Lindsey, tapi bagaimana dengan Naura?"
Lindsey pergi ke kamarnya untuk menuliskan apa saja yang perlu dibeli oleh Emilia! Tak lama kemudian Domanick dan Gilbert pulang ke rumah, tumben sekali keduanya pulang saat hari masih sore.
Domanick duduk di ruang tamu sambil memegangi kepalanya. Saat Lindsey hendak ke taman belakang untuk memberikan daftar belanjaan pada Emilia, seorang pelayan mengatakan bahwa Domanick baru saja tiba di rumah, Lindsey pun memutuskan untuk menemui Domanick terlebih dahulu.
"Loh kakak sudah pulang kok duduk disini?" Lindsey duduk disamping Domanick.
Namun ada yang berbeda Domanick dan Gilbert terlihat.sedang kesal.
"Kalian kenapa?"
"Tidak apa-apa sayang, kami hanya duduk!"
"Kakak mau bohong ya? Bert jelaskan ada apa?"
"Loh kok malah interogasi Gilbert, hanya ada masalah kecil kok Sey,"
"Masalah kecil tapi kakak terlihat kesal dan stres begini, aku tidak suka kalau kau tidak jujur!"
__ADS_1
Domanick pun langsung memeluk tubuh istrinya itu.
"Maaf sayang, kakak hanya tidak mau kau cemas karena siang tadi markas group Limson diserang dan ada satu orang anggota yang tewas!"
"Apa? Siapa pelakunya kak, berani sekali menyerang markas group Limson?"
"Jezz, dia rupanya sudah membentuk group mafia baru dan kali ini aku tidak bisa meremehkannya,"
"Kakak kenal dengan orang itu?"
"Hmm, aku dan Gilbert pernah satu kali bertemu dengannya saat membantu sahabat Britney terbebas dari laki-laki breng sek itu, tapi saat itu dia seperti seekor semut bagiku tidak ku sangka lama tidak bertemu dia sudah berubah banyak,"
"Kak, kau harus berhati-hati aku tidak mau kau terluka,"
"Jangan khawatir sayang, kakak akan mencari cara untuk menyingkirkan Jazz, kau tenang ya!"
Lindsey pun mengangguk, ketika sedang mengobrol di ruang tamu Naura dan Emilia datang!"
"Dady!" Naura menghampiri Domanick dan duduk ditengah-tengah Nick dan juga Gilbert.
"Anak Dady, sudah pulang sekolah ya cantik?" Domanick memeluk Naura.
"Iya Dady,"
"Mil, ini daftar belanjaan bulanan yang harus kau beli, pergilah dengan supir!"
"Baik Lindsey,"
"Waw kalian sudah akrab sekali sepertinya?" tanya Nick.
"Tentu kita sekarang sudah jadi bestie, aku bahkan sudah meracuni pikiran Emilia yang masih polos dengan kegiatan kita yang membuatnya penasaran,"
Ckckckck...
"Hei sayang, kau ini nakal sekali!" ujar Domanick.
"Biar aku yang mengantarmu," Gilbert segera bangkit dari tempat duduknya.
Jangan lupa untuk dukung terus maak ya!! Tinggalkan Likenya disetiap bab oke oke.
__ADS_1