Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 96


__ADS_3

Tolong yang tidak terlalu suka bab nganu-nganu jangan dipaksakan untuk baca, bisa dilewati bab ini! Dan untuk yang memaksa derita ditanggung pembaca karena akan menyebabkan efek pusing, gelisah gundah meranaπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


Ditariknya handuk yang sejak tadi melilit tubuh seksi Lindsey oleh Domanick, sehingga tubuh seksi itu kini polos dihadapan Domanick.


Dibaliknya tubuh Lindsey lalu dihimpitnya oleh Domanick hingga tubuh Lindsey bersandar pada lemari pakaian besar dibelakangnya.


"Yakin engga ketagihan?"


"Yakin," Lindsey memalingkan wajahnya.


"Awas ya, kalau de sah terus minta karena ketagihan,"


"Ga akan tuh!"


Domanick pun meraih kedua tangan Lindsey menaruh kedua tangan Lindsey diatas kepalanya, dan aksinya pun dimulai! Domanick menye sap leher jenjang Lindsey namun Lindsey berusaha untuk tidak mend e sah karena masih ngambek jadi gengsi jika dirinya terlihat menikmati apa yang dilakukan oleh Domanick.


De sah itu tertahan, Domanick yang melihat raut wajah Lindsey yang sedang berusaha untuk tidak mengeluarkan suara-suara surgawinya? Merasa tertantang untuk bisa membuat Lindsey menyerah.


Leher jenjang itu terus menerus di hi sap oleh Domanick bahkan tidak ada yang terlewat sedikit pun, hingga tibalah dikedua semangka import yang sejak tadi bergelantung bulat dan padat.


Di hi sapnya satu persatu oleh Domanick membuat Lindsey harus melipat bibirnya agar suara-suara surgawi itu tidak keluar dari bibirnya! Padahal ketika mulut Domanick melahap semangka import miliknya, Lindsey sangat ingin sekali men de sah karena rasanya dingin, geli itu menjalar keseluruh tubuhnya.


Domanick tersenyum puas ditengah aksinya yang sedang melahap semang import milik Lindsey, melihat Lindsey sangat berusaha untuk tidak men de sah, Domanick mengigit kecil pucuk semangka import itu secar bergantian kiri dan kanan.


"A," membuat Lindsey hampir kelepasan men de sah.


Belum menyerah juga, Domanick memainkan lidahnya meliuk-liuk disekitaran pucuk semangka import milik Lindsey, membuat tubuh Lindsey semakin bergetar atas rasa yang menjalar dihampir seluruh tubuhnya akibat ulah Domanick kali ini.

__ADS_1


Puas menye sap seluruh bagian dari semangka import milik Lindsey dan Lindsey belum menyerah juga! Domanick melepaskan kedua tangan Lindsey, lalu kedua tangan Domanick mere mas kedua semangka import itu.


"Masih ngambek?"


"Hmm," Lindsey tetap memalingkan wajahnya.


Membuat Domanick semakin gemas oleh sikap Lindsey yang belum mau menyerah juga! Dilepaskannya kedua semangka ya sejak tadi dire m as oleh Domanick, lalu Domanick berjongkok untuk menciumi perut langsing langsing milik Lindsey.


Membuat Lindsey hampir mele nguh karena geli dan hasrattnya semakin meninggi. Domanick membalikkan tubuh Lindsey, diciuminya punggung bagian belakang Lindsey oleh Domanick hingga ciuman itu turun semakin bawah.


Domanick mer e mas kedua bongkahan boking Lindsey sambil terus menciumi pinggul Lindsey, membuat Lindsey tidak tahan lagi ingin men de sah.


Kembali dibaliknya lagi tubuh Lindsey yang sudah mengeluarkan nafas terengah-engah akibat perbuatan Domanick. Kini wajah Domanick berhadapan langsung dengan bagian inti Lindsey yang terlihat menggoda dan semakin membuat Domanick be r ga irah.


"Kita lihat, kau masih bilang tidak ketagihan atau kau akan merengek meminta lagi!"


Wajah Domanick perlahan tenggelam dibawah sana, membuat kedua tangan Lindsey berpegangan pada lemari besar dibelakangnya. Benar saja bagian inti itu mulai menerima serangan dari Domanick.


Di hi sapnya oleh Domanick bagian inti milik Lindsey, dan inilah awal mula pertahanan Lindsey runtuh! Lindsey tidak tahan lagi untuk tidak men de sah saat miliknya dihi sap oleh Domanick.


Tubuhnya bergetar hebat, rasanya menjalar keseluruh bagian tubuh Lindsey saat bibir Domanick menye sap bagian intinya.


"Kak, kakak ah,"


De sah manja itu akhirnya lolos dari bibir Lindsey. Domanick menengadah untuk melihat raut wajah Lindsey saat ini, dan Lindsey pun tengah menundukkan wajahnya menatap wajah Domanick.


"Masih tidak ketagihan?"

__ADS_1


Lindsey menggelengkan kepalanya dan tersenyum malu pada Domanick.


"Kalau begitu masih mau ngambek?" tanya Domanick lagi.


Lindsey kembali menggelengkan kepalanya.


"Katakan kau ketagihan,"


"Tidak mau, malu kak,"


"Malu? Ya sudah, berhenti saja tidak diteruskan," pancing Domanick.


Terlihat raut wajah kekecewaan dari Lindsey saat Domanick tidak mau meneruskan aksinya.


"Ih, lanjut!"


"Bilang dulu, sayang aku ketagihan puaskan aku! Coba katakan itu, kakak ingin dengar kau merengek,"


"Kakak, emthh," Lindsey sangat malu bila harus mengakui kalau dirinya sangat ketagihan oleh perlakuan Domanick pada bagian intinya.


"Katakan sayang!" paksa Domanick.


Daripada tidak diteruskan, sementara hasratt Lindsey sudah diawang-awang, akhirnya Lindsey menyerah juga.


"Sayang lakukan lagi, aku ketagihan! Sampai aku puas kak lakukan lagi please,"


__ADS_1



__ADS_2