
Please skip more kalau kalian yang engga terlalu suka bab yang terlalu nganu ya guys ya!!!
Kalau kalian suka berarti maak ada temennya, kita ternganu-nganu bersama pagi-pagi buta begini 😄
Lindsey merengek dan wajahnya memelas meminta untuk Domanick memberikan lagu kenikmatan yang dia inginkan. Tanpa aba-aba lagi, Domanick langsung menenggelamkan wajahnya dibagian inti Lindsey membuat wajah Lindsey menengadah keatas.
"Oh my God ahhh kakak!!" teriaknya.
Domanick menye sap sekencang-kencangnya bagian inti Lindsey membuat tubuh Lindsey seperti tersengat aliran listrik, di hi sap ya bagian inti itu oleh Domanick dan dengan lahapnya Domanick menikmati bagian inti milik Lindsey.
Kedua tangan Lindsey mencengkram kuat lemari dibelakangnya saat mendapatkan serangan menggila dari Domanick, kali ini Domanick bermain sangat liar dia menye sap tanpa ampun hingga membuat Lindsey hanya bisa menjerit-jerit akibat ulahnya.
Semakin lama aksi Domanick dibawah sana membuat Lindsey tidak henti-hentinya men de sah.
"Ah ah ah, ah, ah, kakak ahh ahh kakak,"
De sah Lindsey terdengar sangat nyaring merasakan miliknya begitu dinikmati oleh Domanick membuat tubuhnya merasakan kenikmatan yang luar biasa saat ini. Kedua mata Lindsey terpejam merasakan bibir Domanick terus menye sap miliknya tanpa henti.
"Kak, aku ahhh kakak ah," Lindsey merasakan sesuatu dibawah sana hampir meledak.
Dan benar saja tubuhnya bergetar hebat karena Lindsey mencapai puncak kenikmatannya! Bagian bawah itu sudah sangat banjir, namun Domanick kekeh tidak melepaskannya begitu saja, diji latnya bagian inti milik Lindsey terus menerus hingga membuat Lindsey meremat kepala Domanick dibawah sana.
"Kakak cukup kak ahh, kak Please ah,"
Seolah masih belum puasa menikmatinya, Domanick terus memainkan lidahnya dibawah sana meliuk-liuk dan menyusuri setiap inci bagian inti milik Lindsey. Domanick tidak lagi peduli saat Lindsey menjerit-jerit bahkan berusaha melepaskan diri.
__ADS_1
Kedua tangan Domanick memegang kuat pinggul Lindsey dan wajahnya semakin tenggelam dibawah sana, tentu saja tubuh Lindsey semakin bergetar hebat, tubuhnya lemas karena Domanick benar-benar tidak melepaskannya.
Hingga lidah itu terasa memasuki bagian inti Lindsey, keluar masuk begitu lancar tanpa hambatan membuat Lindsey semakin menjerit-jerit merasakan sesuatu akan kembali meledak dibawah sana.
"Ahhhhh Fu ck kakak, ahhh stop ahh kak ahh Please stop!" hingga akhirnya Lindsey kembali mencapai puncak kenikmatannya.
Tapi lagi-lagi Domanick belum mau melepaskannya begitu saja, terus menerus Domanick memainkan bagian inti Lindsey tak peduli dibawah sana sudah sebanjir apa yang jelas Domanick tetap tidak mau melepaskannya..
Hingga terus menerus Lindsey kembali mencapai puncak kenikmatan entah sudah yang keberapa kali! Tubuh Lindsey sangat lemas dan tidak lagi mampu menopang kedua kakinya, hingga tubuhnya hampir jatuh kelantai.
Domanick pun segera menggendong tubuh Lindsey yang sudah sangat lemas tak berdaya akibat ulahnya itu! Direbahkannya diatas ranjang yang dipenuhi oleh kelopak-kelopak bunga mawar merah.
"Ah kakak sssthhh,"
"Kau suka sayang?"
Lindsey mengangguk, dan tanpa basa-basi lagi Domanick melepaskan celananya lalu membuka kedua pangkal paha Lindsey! Terlihat lobak import berotot itu dihadapan Lindsey.
Domanick pun langsung memasukkan lobak import miliknya kedalam bagian inti milik Lindsey. Pinggul Domanick langsung bergerak maju mundur dengan sangat cepat, sangat terasa bagian inti itu sudah sangat lembab tapi tidak mengurangi kenikmatan yang dirasakan oleh Domanick.
"Oughttt sitttt ahhh emtth enak sekali Sey,"
Mendapatkan himpitan dibawah sana membuat Domanick meracau tiada henti karena terlalu menikmati apa yang dia dapatkan saat ini! Domanick yang begitu kekar tubuhnya, terus bergerak dengan sangat cepat membuat kedua semangka import milik Lindsey ikut bergerak-gerak sesuai dengan gerakan pinggul Domanick dibawah sana.
Suhu di dalam kamar ini cukup dingin, tapi gerakan Domanick yang buas membuat tubuh keduanya sangat berkeringat! Tubuh kekar dan berotot itu mulai banyak meneteskan keringatnya akibat gerakan pinggul Domanick yang sangat kencang.
__ADS_1
"Ahhh sssthh Sey kau sangat enak sayang,"
"Ahh kakak pelan kak ahhh kak,"
Tapi seolah tidak puas jika bermain pelan, Domanick terus bergerak cepat! Kali ini bahkan Domanick menarik tubuh Lindsey, membawanya turun dari ranjang.
Domanick menggendong tubuh Lindsey dengan lobak yang masih tertancap didalam bagian inti Lindsey, posisi ini membuat Domanick bergerak lebih cepat lagi! Dia menggerakkan pinggulnya sambil menggendong tubuh Lindsey yang menurutnya ringan.
Tubuh Lindsey bergetar hebat merasakan sesuatu dibawah sana akan kembali meledak! Dan gerakan Domanick pun semakin menggila hingga era ngan panjang menandakan keduanya telah mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa.
Domanick menurunkan tubuh Lindsey diatas ranjang setelah sampai pada puncak pertamanya! Sementara Domanick duduk dibibir ranjang sambil menatap tubuh polos Lindsey yang sudah tidak berdaya.
Lindsey pun merasa malu bila Domanick menatapnya seperti itu.
"Kakak jangan menatapku seperti itu!" Lindsey menutupi wajahnya.
"Kok ditutup si wajahnya? Kakak suka melihat wajahmu saat diselimuti kepuasan begini, buka dong sayang!"
"Ih malu tau!"
Ckckckck...
Domanick pun tertawa ringan dan mengacak-acak rambut Lindsey.
"Besok kakak akan meminta Gilbert untuk mencarikan pengasuh untuk Naura, jadi ada yang membantu mu di rumah nantinya!"
__ADS_1
Engga terasa ya udah bab 97 sebentar lagi 100 bab! Tapi gimana ya ni novel kok belum tamat, karena masih belum selesai aja gitu😁
Maaf banget kalau kalian udah pada jenuh, tapi emang ceritanya masih lumayan banyak😃