Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 72


__ADS_3

Sambil melihat ke langit-langit dari kaca jendela mobil! Lindsey merutuki atas sikap Domanick yang terlampau cuek.


Beberapa hari kemudian, saat hendak menuju kantor! Dibillboard terpampang nyata foto Domanick tengah menerima piala penghargaan sebagai CEO termuda yang paling memberikan inspirasi bagi kaum milenial! Pasalnya kekayaan dan bisnis Domanick terus mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun, Domanick juga menjadikan para pengangguran di negara ini berkurang banyak.


Foto Domanick tersenyum dengan narsis dan terlihat berwibawa sambil memamerkan pialanya!


"Bisa-bisanya dia tersenyum disaat aku disini merasa kesal padanya!" celetuk Lindsey.


Di sebuah hotel terbesar dipusat kota! Terlihat David berjalan sambil menggandeng seorang wanita bayaran! Karena mengalami penolakan dari Lindsey, David jadi kembali lagi pada perilakunya seperti dulu.


Meskipun demikian, setiap kali David meniduri wanita bayarannya dia akan membayangkan bahwa itu adalah Lindsey! Bahkan David pernah mencetak foto Lindsey dan dijadikan topeng agar dipakai oleh wanita bayarannya, disitulah kenikmatannya David akan merasa bahwa dirinya tengah bercinta dengan Lindsey wanita yang menjadi obesesi dirinya selama ini.


"Aku mau tau kamar laki-laki barusan!" dengan suara berat Domanick meminta nomor kamar hotel pada petugas resepsionis.


"Ma-maaf Tuan kami tidak bisa!"


"Panggilkan manager hotel mu!"


"Baik Tuan!"


Petugas resepsionis memanggilkan manager dari hotel tersebut, dimana manager hotel tersebut adalah mantan pegawai kepercayaan Domanick dulunya! Hanya saja dia dipindahkan ke hotel ini karena hotel ini akan dibeli sahamnya sebesar 50% diawal tahun oleh Domanick.


"Tuan Nick, saya rasa laporan tentang," belum selesai manager hotel bicara Domanick sudah meletakkan jari telunjuk dibibirnya sendiri.


"Aku kesini ingin tau di kamar nomor berapa, laki-laki barusan itu berada?"


"Hei kau bodoh atau tuli! Cepat beritahu Tuan Nick,"


"Baik Tuan!"


Petugas resepsionis pun melihat layar komputernya.


"Di kamar 89 Tuan!"


Setelah mendapatkan nomor tempat David bermalam bersama dengan wanita bayarannya, Domanick pun segera mendatangi David.


Didalam kamar hotel, seisi ruangan itu dipenuhi oleh suara-suara lenguhan dan de sa han dari David dan wanita bayarannya! Dan seperti biasanya David meminta wanita bayaran itu untuk memaki topeng foto Lindsey tengah tersenyum.


"Oughttt baby kau membuatku sangat ber ga i rah!!! Lindsey terus baby ahh,"


Wanita bayaran itu bergerak naik turun diatas tubuh David, sementara David berimajinasi membayangkan bahwa itu Lindsey tengah bergerak diatas tubuhnya.


Tok.

__ADS_1


Tok.


Tok.


"Sit mengganggu saja! Berhenti, dan buka dulu sana pintunya!" perintah David pada wanita bayarannya.


Tentu saja wanita tersebut menurut, segera dia mengambil handuk untuk dililitkan ketubuhnya, tapi tetap saja topeng berwajah Lindsey itu tidak dibuka oleh wanita tersebut! Wanita itu tidak akan berani membuka topeng berwajah Lindsey jika tanpa instruksi dari David, salah-salah dia akan diani aya oleh David seperti temannya yang pernah dipesan oleh David.


Klek.


Wanita bayaran itu terkesima saat membuka pintu kamar hotel! Sosok gagah dan laki-laki paling terkenal di negara ini ada dihadapannya. Tapi Domanick begitu terkejut, marah, kesal, dan rasanya ingin memb unuh orang saat melihat seorang wanita bayaran memakai topeng berwajah Lindsey.


"Kau,"


"Tuan Domanick, aku tidak menyangka kita akan bertemu disini!"


Domanick segera merampas topeng berwajah Lindsey tersebut dari wajah wanita bayaran tersebut! Kemudian tanpa peduli sedikitpun pada wanita tadi, Domanick berjalan masuk untuk menemui orang yang sudah sangat ingin dia beri pelajaran.


David tengah menikmati sebatang rokok dan duduk membelakangi arah pintu hotel, sehingga dia tidak sadar dengan kedatangan Domanick.


"Hei wanita mura han, siapa yang datang?"


Wanita tadi hanya bungkam dan berjalan mengekor pada Domanick, terlihat jelas bahwa Domanick tengah murka dengan satu tangan yang masih memegangi topeng berwajah Lindsey.


"Nick! Ke-kenapa kau bisa ada disini?"


"Kau berfantasi dengan wanitaku? Kau memang bukan hanya harus aku hajar, tapi harus aku binasakan dari dunia ini!" dengan nada naik beberapa oktav.


David membuang pentung rokok yang masih menyala! David tidak terima dengan perkataan Domanick, ditambah lagi dia selalu kesal karena seluruh wanita-wanita bayarannya selalu membicarakan sosok Domanick, Domanick begitu dikagumi diberbagai kalangan dan David tak terima kini Lindsey pun ikut tergila-gila pada Domanick.


"Cih, kau pikir aku takut dengan mu Nick!"


David menghampiri Domanick, tanpa basa-basi lagi terjadilah perkelahian antara Domanick dan David! Wanita bayaran tadi sempat berteriak histeris melihat dua orang lelaki berkelahi dihadapannya.


Tapi lama-lama dia merasa perkelahian itu seru,, dan tentu saja wanita itu meneriakkan nama Domanick memberikannya semangat.


"Ayo Tuan Nick kau lah yang terbaik!" sorak wanita itu.


Bam..


"Sit brengsek!" David kembali melayangkan pukulan.


Tapi nyali David cukup besar dibandingkan kemampuan bertarungnya yang kecil. Dengan mudah Domanick menangkis bogem mentah David, kemudian kaki kanan Domanick menyilang dikaki kiri David hingga David pun hampir jatuh.

__ADS_1


Ditahannya tangan David sehingga tubuh David tidak jadi jatuh, tapi kemudian dipelintirnya tangan David oleh Domanick!


"Aaaaaaa Fu ck! Sialan kau Domanick!" memekik.


Disikutnya punggung belakang David hingga laki-laki itu akhirnya jatuh tersungkur.


"Ye benarkan dugaan ku Tuan Nick memang hebat!"


"Diam kau wanita mura han sial, aku sudah membayar mu mahal-mahal tapi kau malah bersorak untuk Domanick!"


"Kau yang diam! Sekali lagi aku mendengar kau menganggu Lindsey, dan kau membuat lelucon dengan memakaikan para wanita mu topeng wajah Lindsey, maka aku akan mem bu nuhmu!"


"Kenapa tidak kau bun uhh aku sekarang? Kau takut?"


"Cuih!!" Domanick meludah kewajah David.


"Dengar, aku Domanick Limson tidak pernah takut akan apapun! Aku membiarkan mu hidup karena aku menghormati ayahmu yang pekerja keras membangun perusahaan elektronik hingga sukses, tapi sayang dia memiliki anak tidak kompeten seperti mu!"


Setelah mengatakan itu Domanick pergi meninggalkan kamar hotel!


"Kenapa aku tidak pernah bisa menang darinya! Breng sek!!!" David berteriak menyuarakan kekesalannya.


Tanpa diduga Gilbert rupanya sudah berada di loby hotel untuk menemui Domanick.


"Kau tau darimana aku ada disini?"


"GPS mobil Tuan,"


"Aku tidak memerintahkan mu kesini untuk menjemput ku!"


"Tapi aku kesini bukan untuk menjemput mu Tuan!" tak lama Gilbert memberikan kode untuk para wanita dibelakangnya datang.


Empat orang wanita datang ada yang membawa buket bunga, coklat yang disusun begitu indah, serta balon bertuliskan I love you, satu lagi papan bertuliskan kata maaf.


Hahahaha..


"Untuk apa ini Bert?"


"Untuk kau berikan pada nona, karena jika kau tidak membawa ini aku yakin kau tidak akan selamat dari umpatan Nona Lindsey!"



♥️♥️♥️

__ADS_1


Gilbert kayanya lebih peka dari Domanick ya🤣 dia paham caranya agar Domanick selamat dunia akhirat dari kekesalan Lindsey 🤭


__ADS_2