Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 53


__ADS_3

"Kenapa rasanya ngantuk sekali, kedua mataku sulit untuk fokus!" lirih Lindsey.


Mobil yang dikendarai Lindsey memasuki jembatan yang dibawahnya terdapat aliran sungai besar dan deras serta memiliki air yang sangat jernih membentang disepanjang jalan kota tersebut.



Kepala Lindsey semakin terasa berat dan rasa ngantuk itu perlahan membuat Lindsey kehilangan kemudi mobil, rasa ngantuk yang luar biasa membuat kemudi itu oleng ke kiri lalu oleng ke kanan hingga akhirnya mobil tersebut menabrak pembatas jembatan dengan keras.


Brugg...


Kesadaran Lindsey perlahan pulih lalu disaat mobil itu menabrak pembatas jembatan Lindsey berusaha untuk mengerem agar mobil bisa berhenti, karena jika mobil tidak direm maka mobil itu bisa merobohkan pembatas jembatan dan jatuh kedalam sungai yang dalam dibawah sana!


Kantung udara keluar saat mobil menghantam pembatas jembatan, sehingga Lindsey tidak mengalami luka disekitar wajah dan kepalanya.


"Oh Tuhan ini kenapa mobilnya engga bisa di rem! Ba-bagaimana ini!" guncangan mobil ya yang menabrak pembatas jembatan membuat kesadaran Lindsey berangsur pulih, kedua matanya tak lagi mengantuk tapi masalah berat harus dia hadapi kala mobil itu terus menabrak pembatas hingga akhirnya mobil sudah setengahnya hampir terjatuh kebawah jembatan.


"Tolong! Tolong!" hanya berteriak yang bisa dilakukan oleh Lindsey saat ini.


Beberapa mobil yang kebetulan lewat dan melihat kejadian itu, hanya bisa berhenti tanpa berani melakukan pertolongan apapun karena kondisi mobil yang sudah hampir terjatuh ke dasar sungai.


Terlihat beberapa pengemudi lain mencoba menghubungi kepolisian setempat, sialnya nomor kepolisian terkadang sulit sekali untuk terhubung diperlukan kesabaran untuk bisa menghubungi pihak kepolisian lalu lintas.


Mobil milik Lindsey sudah diambang jatuh ke dasar sungai dan Lindsey benar-benar panik saat ini, dia tidak tau harus berbuat apa karena bergerak pun dia takut akan membuat mobil terjun bebas ke dalam sungai.


Hanya Domanick yang terpikirkan oleh Lindsey, entah kenapa malah orang yang tempat tinggalnya jauh yang Lindsey ingat. Lindsey merogoh handphone didalam tasnya sementara mobil terus bergerak-gerak.


Beruntungnya Lindsey karena sejak semalam setelah menyatakan cinta padanya Domanick tidak lantas kembali ke pusat kota, dia masih tinggal di kota ini dan saat ini Domanick sedang mencari keberadaan Lindsey karena tidak mendapati Lindsey di kantornya!


Bermodalkan bertanya pada salah satu karyawan Domanick menuju jalanan yang sama dengan yang Lindsey lalui tadi, handphonenya berdering dan panggilan dari nomor Lindsey masuk ke handphone Domanick.


"Halo Sey,"


"Kakak tolong aku! Aku takut!" Lindsey berteriak ketakutan.


"Lindsey, kau kenapa? Kau dimana sekarang?"


Hiks.


Hiks.

__ADS_1


"Lindsey dengar jangan panik dan katakan perlahan!"


"Jembatan kak, mobilnya terus bergerak!"


Meskipun tidak jelas apa yang dikatakan oleh Lindsey tapi berbekal kata jembatan Domanick memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi! Jarak Domanick ke jembatan hanya tinggal 5 menit lagi karena memang Domanick pergi untuk mencari Lindsey yang hendak pergi ke Anderson group.


Melihat didepan ada keramaian, Domanick keluar dari mobilnya karena mustahil mobil bisa lewat! Rasanya kekhawatiran pada Lindsey semakin besar saat ada ramai-ramai didepan seperti ini! Sudah pasti ini adalah sebuah kecelakaan, Domanick berlari dengan cepat dan benar saja itu plat nomor mobil Lindsey yang sudah berada diujung tanduk.


Pengemudi lain tengah menghubungi polisi, sedangkan Domanick bergegas masuk kedalam mobil lewat pintu sebelah kiri.


"Kakak! Kau disini?" Lindsey sendiri tidak menyangka Domanick akan secepat ini sampai.


"Hmm jadi kau jangan panik dan jangan bergerak!"


Mobil kembali berguncang saat beban didalamnya bertambah karena sekarang ada Domanick dibagian jok belakang mobil. Dengan hati-hati Domanick mencoba duduk dikursi depan mobil samping kemudi.


"Kakak kau bisa mati kenapa masuk kedalam mobil?"


"Aku lebih baik mati bersamamu daripada membiarkan mu sendirian didalam mobil ini!"


Mobil itupun semakin merosot kebawah hingga tidak mungkin untuk Lindsey dan Domanick bergerak kebelakang untuk turun dari mobil ini! Domanick pun mencoba mencari cara agar setidaknya mengeluarkan Lindsey dari mobil yang nyaris tercebur ini.


"Tidak ada cara lain," Domanick memakai sabuk pengamannya, lalu memastikan sabuk pengaman Lindsey sudah terpasang dengan baik.


"Kita akan jatuh kebawah bersama mobil ini!"


"Hah? Aku tidak mau!"


"Tidak ada lagi cara lain Sey, kau mau menunggu polisi datang? Itu sama saja mobil ini akan jatuh sebentar lagi! Tarik nafas lalu nyalakan mobilnya dan injak pedalnya!"


"Ta-tapi," Lindsey tetap enggan dan Domanick terpaksa yang menyalakan mesin mobil lalu menginjak pedal hingga mobil pun benar-benar jatuh kedalam sungai yang dalam itu.


Burr.....


Mobil sudah berada didalam sungai kemudian Domanick memberikan instruksi untuk melepaskan sabuk pengaman lalu membuka pintu! Tapi begitu selesai membuka sabuk pengaman, pintu tidak bisa terbuka! Hal itu membuat Lindsey panik.


"Kak pintunya macet!"


"Coba jendelanya Sey!"

__ADS_1


Namun kaca jendela pun tidak dapat dibuka semuanya menjadi macet! Domanick pun akhirnya melepaskan headreset untuk memecahkan kaca mobil.


Brug..


Brug.


Headreset dihantamkan ke kaca mobil sebelah Domanick sebanyak empat kali hingga akhirnya kaca mobil itupun berhasil dipecahkan dan air langsung masuk kebagian dalam mobil, Domanick langsung menarik tangan Lindsey lalu keluar dari jendela mobil yang tadi sudah dia pecahkan.


Karena Lindsey tidak terlalu pandai berenang apalagi dalam keadaan panik begini, dia pun pingsan dan tubuhnya dalam pelukan Domanick, Domanick berhasil membawa tubuh Lindsey naik ke permukaan.


Hingga sampai dipermukaan Domanick tetap memeluk erat tubuh Lindsey membawanya ke tepi sungai! Domanick menaikkan tubuh Lindsey ke daratan lalu baru disusul dirinya.


Lindsey masih pingsan hingga Domanick pun memberikan pertolongan pertama dengan memberikan nafas buatan dan menekan dadanya. Dibukanya mulut Lindsey oleh kedua tangan Domanick kemudian diberikannya nafas buatan tersebut hingga berkali-kali.


Uhuk...


Uhuk..


"Hahhh aku mati sepertinya aku mati tenggelam," lirih Lindsey yang kesadarannya belum pulih sepenuhnya.


Polisi dan tim SAR terlihat mulai menuruni sungai untuk memberikan pertolongan pada Domanick dan Lindsey.


Domanick pun membangunkan tubuh Lindsey membuatnya bersandar didada bidang Domanick.


"Sey kau sudah baik-baik saja sekarang?"


"Kakak apa kita belum mati?"


"Aku tidak akan membiarkan mu mati, kita saja belum sempat melakukan ma la m pertama!" Domanick justru masih sempat-sempatnya tersenyum dan menggoda Lindsey.


"Ish," dicubitnya kulit perut Domanick oleh Lindsey.


"Aduh sakit sayang jangan dicubit, di kiss aja nih!"


"Kakak kau ini disaat seperti ini masih saja!"


♥️♥️♥️♥️


Jangan lupa like dan Votenya ya sayang-sayangku hayo yang masih ngumpet-ngumpet malu-malu belum keluarin votenya kan sayang ih nantinya Angus, mending buat lobak import sini😂

__ADS_1




__ADS_2