Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 114


__ADS_3

Emilia memakai pakaian tidur biasa ada atasan dan bawahannya yang pendek, selesai memakai pakaian tidur Emilia mengeringkan rambutnya dengan hairdryer duduk di kursi depan meja rias.


Gilbert yang sudah selesai membersihkan diri pun segera menghampiri Emilia yang sedang duduk dikursi.


"Hei cantik, kau siap?" sambil menciumi daun telinga Emilia.


"Geli Bert!"


Emilia begitu pasrah saat Gilbert me rem as kedua semangka import miliknya, bibir Gilbert pun sudah kembali menyambar bibir Emilia, Gilbert mengarahkan Emilia keduanya berjalan menuju ranjang.


Dengan tidak sabarannya Gilbert melepaskan handuk yang melilit di pinggang, hingga sebuah pemandangan menakjubkan terpampang nyata lobak import milik Gilbert itu begitu panjang dan besar,. Emilia yang sejenak melepaskan ciuman itu terlebih dahulu sampai terperangah melihat lobak import milik Gilbert yang sepanjang itu.


"Panjang sekali Bert,"


"Pegang Mil," Gilbert mengarahkan tangan Emilia untuk memegangi lobak import miliknya.


Saat tangan Emilia menyentuh lobak miliknya, Gilbert pun memejamkan kedua matanya merasakan miliknya dipijit-pijit oleh tangan Emilia.


"Mil kau membuatku tidak tahan sayang,"


Gilbert segera mendorong tubuh Emilia hingga tubuh Emilia pun terlentang diatas ranjang! Dengan terburu-buru Gilbert menanggalkan seluruh pakaian tidur Emilia hingga dia pun bertubuh polos dihadapan Gilbert.


Kedua tangan Emilia menutupi area intinya karena sangat malu ini adalah pengalaman pertamanya!


"Semakin ditutup aku akan semakin liar sayang,!"


"Bert, pelan-pelan!"


Gilbert kembali mencium bibir Emilia, ciuman itu terus turun hingga keleher, pundak kemudian ke semangka import milik Emilia,. meskipun tidak terlalu besar tapi Gilbert merasakan nikmat yang luar biasa saat meng hi sapnya.


Tubuh Emilia merasakan getaran luar biasa saat Gilbert meng hi sap pucuknya satu persatu.


Setelah hampir lima belas menit secara bergantian meng hi sap kiri dan kanan semangka berukuran sedang itu, Gilbert yang sudah tidak sabaran segera memposisikan lobak importnya yang super panjang bahkan panjangnya melebihi lobak milik Domanick.

__ADS_1


"Aaaaaaaaa Bert sa-kit,"


Darah itu keluar saat Gilbert mendesak masuk area inti Emilia dengan terburu-buru, rasa sakit luar biasa ketika Gilbert terus melesatkan lobak import super panjang itu hingga terbenam seluruhnya didalam sana, Emilia hanya bisa merintih kesakitan dan berteriak sekencang-kencangnya.


Tapi Gilbert yang sudah sangat terperdaya oleh kenikmatan seorang gadis yang masih perawan, membuatnya lupa daratan! Gilbert merasa kenikmatan ini terlalu luar biasa, baru kali ini dia melakukannya dengan wanita yang masih tersegel sempurna.


"Emilia, sayang kau sangat enak sayang ah,"


Terlihat dari raut wajah Gilbert dia begitu puas dan begitu menikmati setiap detik miliknya dijepit begitu kuat oleh Emilia, sementara Emilia masih terus meng e ra ng kesakitan karena memang lobak itu terlalu panjang baginya.


Hingga setengah jam berlalu, Gilbert merasakan miliknya berkedut sudah saatnya dia melepaskan puncak dari segala puncak kenikmatan pada rahim Emilia.


"Ahhhhb aku sampai,"


Hingga permainan selesai Emilia masih meringis kesakitan, dia sama sekali belum merasakan dimana titik nikmatnya seperti yang dikatakan oleh Lindsey, karena yang dia rasakan hanyalah kesakitan saja sepanjang hentakan yang dilakukan oleh Gilbert.


Keesokan harinya Gilbert meminta izin pada Domanick selama beberapa hari kedepan untuk bulan madu bersama istrinya. Domanick pun mengizinkan karena Naura memang sudah tidak memerlukan pengasuh lagi, di rumahnya sudah ada momy Larisha, Dady Lan, momy Luna dan Dady Tan jadi Naura banyak yang jaga.


Kumpul-kumpul keluarga begini membuat Lindsey dan Domanick merasa senang dan kebahagiaan mereka terasa lengkap, apalagi nantinya orangtua mereka akan menemani Lindsey dan Domanick ke dokter kandungan kembali.


Setibanya di rumah sakit, hanya Lindsey dan Domanick yang masuk ke ruangan USG sementara orangtua mereka menunggu diluar.


Lindsey pun berbaring dan Dokter mulai memeriksa kembali bagian perutnya! Dokter tersenyum karena ternyata benar pemeriksaan dua Minggu lalu, tentang adanya dua kantung kehamilan!


"Silahkan duduk!"


Ujar Dokter setelah selesai memeriksa Lindsey, keduanya duduk dihadapan Dokter untuk mendengarkan keterangan lebih lanjut.


"Selamat Tuan dan Nyonya, benar adanya pemeriksaan kita dua Minggu lalu nyonya Lindsey memang mengandung dua janin sekaligus alias kembar!"


"Kembar Dok?" Domanick bahkan tersenyum sumringah, diberi satu saja sudah senang apalagi ini dua janin sekaligus.


"Benar dua janin sekaligus Tuan,"

__ADS_1


"Jenis ke la minnya apa Dok?" tanya Domanick.


"Belum bisa diketahui Tuan, nanti tunggu usia kehamilan Nyonya Lindsey beberapa bulan kedepan ya!"


"Terimakasih banyak Dokter," ucap Lindsey dengan penuh haru.


Dokter pun meresepkan obat penguat janin untuk Lindsey serta beberapa vitamin untuk ibu hamil. Senyum sumringah Lindsey dan Domanick, membuat hati orangtua mereka ikut bahagia karena sudah pasti ini kabar baik.


"Lindsey hamil dua janin mom, dad, dia kembar!" kata Domanick.


"Benarkah?" momy Laluna bahkan sampai kegirangan mendengar hal itu.


"Akhirnya lengkap sudah keturunan group Limson! Dady berharap janin itu sepasang laki-laki dan perempuan!" ujar Dady Lan.


"Kak Lan, bukan kah lebih bagus laki-laki semua, dua bayi kembar dan satu wanita yaitu Naura barulah lengkap!" sanggah Dady Tan.


Mereka malah berdebat memperdebatkan jenis ke la min dari bayi kembar tersebut.


Dari hari kehari Lindsey semakin mengalami morning sicknes dia merasa mual, pusing dan parahnya tidak ada satu makanan pun yang membuatnya berselera untuk makan.


Domanick sampai kelimpungan mengatasi masa-masa kehamilan muda istrinya itu!


"Ayo dong sayang dimakan buahnya, kau kan dari pagi belum makan apapun!"


"Aku tidak mau kak, rasanya mual sekali aku tidak sanggup!"


"Hei, jangan bicara begitu! Coba satu suapan!"


Lindsey tetap menggelengkan kepalanya, karena keadaan Lindsey membuat Domanick tidak bisa berangkat bekerja! Semua tugas pun di limpahkan pada Gilbert, tentu saja Emilia sangat merasa bosan bila di rumah terus menerus sementara Gilbert pulang malam terus.


Akhirnya karena Naura tidak bisa cocok dengan pengasuhnya yang baru, Gilbert dan Emilia memutuskan untuk tinggal di rumah Domanick kembali sambil Emilia mengasuh Naura.


Malam ini keduanya pindah kembali ke rumah Domanick, dan Emilia tulus ingin membantu Lindsey mengasuh Naura tanpa dibayar karena dia bukan lagi pengasuh Naura, melainkan keluarga baru bagi Lindsey dan Domanick yang akan membantunya mengasuh Naura.

__ADS_1




__ADS_2