Cassanova Penikmat Sepupu

Cassanova Penikmat Sepupu
Bab 55


__ADS_3

Berhubung ada dari kalian yang menyarankan untuk diadakannya GA agar lebih seru-seruan lagi di lapak maak othor, sebenarnya belum pernah ngadain GA sebelumnya ga tau juga apakah diperbolehkan atau kalian pada setuju engga nya aku engga tau!


Tapi dipikir-pikir boleh juga sarannya siapa tau kita akan semakin dekat kedepannya ya ga ya😁😁😁 Ngarep banget nih maak othor, biarin Yee...


Karena baru pertama kali mengadakan GA masih kaku banget ini jan diketawain ya😅


Oke oke langsung ke intinya aja ya, untuk pemenang akan diumumkan diakhir episode novel Cassanova Penikmat Sepupu ini ketika tamat!!


Untuk kategori dukungan 1, 2, 3, teratas masing-masing akan mendapatkan pulsa sebesar Rp 50.0000.


Kemudian untuk 2 orang komentar terbaper masing-masing akan mendapatkan pulsa Rp. 25.000.


Udah Ehh Thor kelamaan banget buruan up bab selanjutnya banyak ngemeng nih maak,,


Satu lagi deh ya ga nyangka banget tadi banyak yang ngasih dukungan novel ini ahhh pokoknya kalian liar biasa terimakasih banyak atas dukungannya 😚😚😚


Udah ah segitu aja ngiklannya!!


Lanjut lagi Yuk sambil nemenin anak bobo siang sambil baca novel maak asik ga tuh😁


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Tap.


Tap.


Tap.


Langkah kaki Domanick berjalan menuju kamar Lindsey dan dengan tidak tau malunya Domanick langsung membuka pintu kamar Lindsey begitu saja, hingga membuat si pemilik kamar langsung loncat mencari-cari handuknya yang tergeletak dilantai.


Lindsey memang baru saja selesai mandi, maksud hati hendak memakai baju sehingga handuk yang tadi melilit ditubuhnya diturunkan oleh Lindsey dan tergeletak dilantai, ketika pintu kamarnya terbuka otomatis Lindsey langsung kebakaran jenggot dan bergegas mengambil kembali handuk itu.


"Siapa itu?"


"Wow," Domanick malah berjalan menghampiri Lindsey yang sedang berusaha melilitkan handuk ditubuhnya.


"Kak Nick, memangnya kakak tidak bisa ketuk pintu dulu kalau masuk ke kamar orang lain?" ketus Lindsey.


"Kalau dipikir-pikir selama kita menikah aku belum pernah melihat mu telan jang, giliran sekarang kau kembali menjadi sepupuku aku malah melihat tubuhmu yang polos," Domanick memicingkan senyum.


"Tidak lucu, lain kali ketuk pintu dulu!"


"Kau marah? Setelah aku mengorbankan nyawa untuk mu, aku hanya melihat sepintas saja tubuh polos mu kau marah anggap saja itu imbalan,"


"Me sum!"


"Seksinya,"

__ADS_1


"Kak Nick sebaiknya keluar dulu dari kamarku aku mau memakai baju kak!"


"Tidak mau ganti baju saja didepan ku, toh nantinya juga aku yang akan menikmati tubuh mu!"


"Menyebalkan!" Lindsey merasa percuma mengusir laki-laki yang isi kepalanya hanya berisi tubuh polos wanita, tak ingin berdebat lagi Lindsey memilih membawa pakaian ke kamar mandi.


Melihat tingkah Lindsey yang ketus, kesal dan marah-marah terus, justru membuat Domanick merasa lebih geregetan ingin semakin menggodanya! Setelah beberapa menit Lindsey keluar lengkap dengan menggunakan pakaian santai rumahan.


"Bagaimana kondisi mu?"


"Mendingan, tapi setelah ini aku rasa aku akan trauma mengendarai mobil sendiri!"


"Aku akan mencarikan mu supir khusus dari anak buah ku di group Limson!"


"Kak tidak usah berlebihan!" Lindsey duduk ditepi ranjang begitu juga Domanick.


"Tidak berlebihan Sey kecelakaan itu bukan kecelakaan biasa! Kau harus dikawal!"


"Hmm baiklah terserah saja!"


"Kakak akan bertanya padamu bagaimana mulanya kau bisa menyetir sendiri dan kenapa kau bisa menabrak pembatas jalan?"


Untuk menjawab pertanyaan Domanick, Lindsey terdiam sejenak mencoba mengingat dari awal hingga akhir sebelum kejadian itu terjadi! Setelah ingat Lindsey pun mengatakan mulai dari supir kantor mendadak izin pulang, meminum kopi pemberian supir kantor hingga membuat Lindsey merasakan kantuk yang luar biasa saat sudah setengah perjalanan.


"Apa hanya itu?"


"Oke aku hanya perlu keterangan mu segini saja! Bagiku ini sudah cukup jelas,"


"Jelas apa?"


"Istirahatlah kakak akan disini selama beberapa hari untuk mengurus masalah ini, dan selama kakak disini kau akan berada di sisiku terus!" tatapan Domanick begitu dalam pada Lindsey.


"Oke ya sudah aku mau tidur,"


"Aku mencintaimu Lindsey," lagi-lagi Domanick tidak berhenti untuk berusaha meraih kembali hati Lindsey.


"Ini terlalu cepat kak! Aku masih belum siap jika harus terluka kembali,"


"Aku akan menunggu sampai kau tidak ragu lagi! Tapi jangan pernah bosan mendengar kata cinta dariku,"


Saat keduanya tengah beradu pandang satu sama lain menarik garis pandang menjadi satu garis lurus tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


Tok.


Tok.


Tok.

__ADS_1


"Siapa?"


"Momy nih Sey, ada David boleh dia masuk?"


Mendadak rahang Domanick mengeras, tatapannya berubah tajam! Domanick menggelengkan kepalanya agar Lindsey tidak mempersilahkan David masuk, tapi Lindsey justru senang melihat reaksi kecemburuan diwajah Domanick.


"Masuk Dev!"


Klek..


David sempat kaget karena rupanya ada Domanick didalam kamar ini, David membawa buah-buahan karena saat di rumah sakit Lindsey sempat membalas pesan dari David dan mengatakan kalau dirinya kecelakaan.


"Hei cantik kau terluka? Apa ada yang sakit?"


"Memangnya kalau Lindsey terluka kau Dokter bisa mengobatinya?" ketus Domanick.


"Maaf aku tidak sedang berbicara dengan Anda!" David duduk disebelah Lindsey dan itu membuat wajah Domanick terhalangi karena David duduk ditengah-tengah Lindsey dan Domanick.


Lindsey melihat kedua pasang mata David dan Domanick yang mulai bersitegang.


"Apa kalian akan bertengkar lagi? Aku baru saja kecelakaan? Tidak bisakah kalian berdamai?"


"Sey andaikan kau jadi istriku aku pasti tidak akan membiarkan mu mengalami ini semua, kau makan buah ya aku akan kupas untuk mu!"


"Tidak usah Dev aku sudah kenyang besok saja aku makan buah," Lindsey melirik kearah Domanick, dilihatnya laki-laki itu tengah menundukkan wajahnya sepertinya Domanick sangat kesal dengan percakapan antara Lindsey dengan David.


Bagaimana tidak kesal didepan kedua matanya sendiri ada laki-laki lain yang memberikan perhatian seperti itu pada Lindsey tentulah Domanick pun merasakan cemburu.


"Kakak pergi dulu Sey istirahatlah lebih cepat, dan jangan tidur terlalu malam!"


Setelah mengatakan itu Domanick meninggalkan kamar Lindsey. Didalam kamar handphone Domanick berdering panggilan video call masuk dari Gilbert.


"Halo,"


"Halo Dady ini Nola, Dady cedang apa? Nola lindu cekali dengan Dady sungguh Dady Nola tidak bohong!"


"Hmm, kau tidur sana sudah malam!"


"Dady kapan pulang?"


"Secepatnya jangan nakal dengan Paman Gilbert ya!"


"Iya Dady!"


"Tuan bagaimana disana apa benar ada yang hendak mencelakai nona Lindsey?"


"Iya Bert, jika aku telat datang entahlah apa yang akan terjadi pada Lindsey! Besok aku akan mencari bajingann yang sudah berani melakukan ini pada Lindsey, tolong kau handle pekerjaan ku bila kewalahan minta bantu Dady Lan!"

__ADS_1


"Baik Tuan jangan khawatir dan berhati-hatilah!"


__ADS_2