
Sebenarnya Arka masih ingin minum namun karena Felix sudah ingin pulang dengan alasan besok masih banyak pekerjaan menanti akhirnya ia memutuskan kembali ke kamar ia memutuskan untuk tidur saja.
Sesampainya di kamar ia melihat Diana sudah tertidur pulas.Arka pun mendekatinya mengelus rambutnya dan melihat dengan seksama wajah.
"Kenapa semakin hari kamu semakin terlihat mengoda baby"
Seperti Arka mulai kehilangan kendali,mungkin karena pengaruh alkohol atau memang ia sudah tidak dapat membendung hasratnya selama ini pada diana.kini Arka mulai berani mengecup kening lalu turun kebawah mengecut bibir mungil Diana.
Bahkan tangannya mulia nakal mengelus puncak gunung indah milik Diana menelusupkan tangan di balik piamanya.Arka semakin menggila ia semakin berani memaikan punncak indah milik Diana.
Diana pun terusik karena merasakan sentuhan-sentuhan dari Arka.
"Apak yang kamu lakukan",Kata Diana terkejut.
Arka tak menjawab masih melanjutkan kegiatnanya,seakan ia tidak mendengar dan memperdulikan Kata Diana.
"Tolong tuan lepaskan saya,anda terlalu banyak minum tuan sadarlah.bukankah anda berjanji dulu tidak akan menyentuh saya sebelum saya siap",kata Diana sambil terisak.
__ADS_1
namun sepertinya Arka masih asyik dengan kegiatanya bermain2 di setiap inci tumbuh gadis kecilnya ini,semakin Diana menolak semakin manaikan menambah gairah Arka.
"Arka hentikan tolong hentikan".
"Baby nikmati saja,kamu seperti candu sekali aku menyentuhmu seakan aku tak mau berhenti".
Tangis Diana semakin menjadi saat Ara mulai membuka semua kain yang melekat pada tubuhnya dan di lemparkan ke sembarang arah.namun saat Arka ingin melakukan serangan untuk menerobos pertahanan Diana tiba2 ponselnya berbunyi seketika membuyarkan semuanya
"Sial siapa selarut ini berani menelfon ku",dengan terpaksa Arka melepaskan Diana dari kungkunganya.
Diana pun Menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut ia meringkuk ketakutan seluruh badannya gemetaran,membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini apakah Arka benar2 akan memaksanya lagi atau melepaskannya.
"Maaf tuan ada hal mendesak yang harus saya laporkan,ini tentang Nyonya Sonya"
"Kenapa lagi dia,apa berbuat onar lagi?",tanya Arka masih dengan nada tingginya.
"Dia Terlihat keluar dari hotel xx bersama seorang laki2 tuan,sayang sedang mengikutinya".
__ADS_1
"Kamu menelfon ku selarut ini hanya untuk melaporkan hal tidak penting seperti itu aku sudah cukup muak dengan semua tentang dia.kamu tidak usah mengikutinya,biarkan dia melakukan sesuka hatinya",jelas Arka.
"Baik tuan".
"Kamu masih sama saja tidak berubah,wanita malam yang tidak akan puas dengan satu lelaki",kata Arka .
Arka kembali mendekati Gadis kecil yang meringkuk di bawah selimut,menutupi tubuh polosnya.
"Baby sepertinya kit lanjutkan permainan panas kita di lain waktu,ada sesuatu yang merusak suasana hatiku.behenti menangis kamu harus terbiasa dengan semuanya,termasuk terbiasa melayaniku.",kata Arka tanpa dosa sambil membelai rambut Diana.
Diana hanya mengangguk pasrah,dia tidak ingin menyulut emosi Arka lagi.
Arka pun ikut berbaring di samping Diana yang masih siaga satu takut kejadian beberapa menit tadi terulang kembali.
"Tuan saya permisi ke ke kamar mandi sebentar",
"Bukankah sudah aku katakan jangan panggil aku dengan sebutan seperti itu",kata dengan nada dingin.
__ADS_1
"Maaf Mas saya mau ke kamar mandi sebentar",kata Diana ragu2 menyebut kata "MAS" karena takut Arka tidak berkenan.
"Gadis pintar,panggil dengan sebutan itu setiap hari,aku suka",jawab Arka dengan raut wajah sumringah.