
Pagi hari yang cerah,Diana sudah sibuk di dapur seperti biasa menyiapkan sarapan untuk Arka selayaknya istri menyiapkan segala sesuatu untuk suaminya.
"Selamat pagi baby",
Kata Arka sambil mengecup pipi Diana dengan lembut.
"Apa sih mas,bikin kaget aja",
Diana terkejut karena sedang fokus pada masakannya tiba2 Arka muncul begitu saja.
"Malu Aah mas ada banyak pelayan di sini",
Diana mulai risih pada tingkah Arka yang memeluknya dari belakang dengan sangat manja.
"Udah cuek aja,mereka juga lagi sibuk ngerjain tuga mereka masing2 kan baby.kamu masakin aku apa pagi ini,wanginya enak banget",
"Masakin kamu nasih goreng kesukaan kamu,sama omelet",
"Calon istri ku udah mulai hafal nih sama kesukaan suaminya",
"Calon istri kamu kan si gadis itu,yang panggil2 kamu sayang"
Diana berkata dengan nada ketus.
"Mulai deh bahas itu lagi,aku nggak bales chat dia lagi kok.nomornya juga udah aku hapus baby,kenapa sih harus bahas itu lagi",
"Biarin aja,abis aku kesel kamu sebut2 aku calon istri tapi masih suka genit sama cewek lain.kamu juga nggak usah sebut aku calon istri mas,aku tau kamu itu cuma bercanda.nggak mungkin juga kan kamu nikahin aku,posisi aku kan cuma wanita kontrak kamu",
Kata Diana panjang lebar,sambil menyajikan masakanya di atas meja.
Ia sengaja mengatakan soal wanita kontrak,karena ia ingin tau reaksi Arka bagaimana apa ia benar hanya menganggapnya seperti itu atau memang dia benar serius dengan ucapan akan menikahinya.
"Diana Larasaty,kamu pikir aku selama ini hanya menganggap kamu sebagai wanita dengan status serendah itu?",
Arka bertanya dengan nada tegas kali ini,tadi wajahnya yang terlihat sangat lembut kini berubah menyeramkan,tatapan tajam yang terfokus pada Diana.
"Kamu harus tau ini,aku sengaja mengikatmu dengan perjanjian kontrak agar kamu tidak bisa pergi jauh dari ku.sebenarnya sejak pertama aku melihat aku sudah mulai mencintaimu,jadi jangan berfikir aku hanya menjadikanmu wanita pemuas ku lalu aku akan membuangmu.secepatnya aku akan menikahi mu",tegas Arka lagi.
Diana hanya terdiam mematung mendengar penjelasan Arka.ia tau kali ini benar2 serius dengan semua ucapannya.
"Tapi mas aku...",
Belum sempat Diana melanjutkan ucapannya Arka sudah memotongnya.
__ADS_1
"Aku nggak butuh kata tapi,jawab iya kamu mau nikah sama aku atau tidak?",
Diana masih berfikir bahwa ini adalah mimpi saja,karena ini bukan seperti lamaran pada umumnya yang romantis tapi justru terlihat seperti sebuah sidang kasus kejahatan.
Suasana dingin mencekam,dengan tatapan Arka yang seakan tidak akan terima dengan jawaban "Tidak",
"Kamu masih ragu?",tanya Arka lagi.
"Aku mau nikah sama kamu,asalkan dapat restu dari papa mas",
"Aku sudah mendapatkan restu dari papa sejak dulu,kamu tidak perlu memikirkan soal itu",
"Maksud kamu mas?",Diana belum paham dengan ucapan Arka.
"Coba kamu pikir kenapa kamu bisa tinggal sama aku selama 5 bulan terakhir ini tanpa di tanya macam2 sama papa kamu.apa kamu pikir ada seorang ayah yang rela anak gadisnya tinggal dengan lelaki yang belum jadi suaminya,jika dia tidak menyetujui hubungan mereka?"
"Benar juga,ayah kan orangnya posesif banget tapi kok bisa gitu ngizinin aku tinggal sama Arka.apa sebenarnya papa udah tau semuanya",batin Diana.
"Apa kamu udah pernah ketemu papa tanpa sepengetahuan ku mas?",
"Sekarang aku ceritain intinya aja ya,aku udah minta izin sama papa kamu kalau aku mau nikahi kamu dan di setuju,dia mau kita menikah secepatnya",
"Aku harus ketemu papa",Kata Diana sambil berdiri ingin meninggalkan meja makan.
Diana pun akhirnya menurut dan mereka sarapan dengan suasana hening,karena Diana masih syok dengan lamaran ala pemaksaan yang di lakukan Arka dan juga dia masih belum paham soal Arka dan papanya.
Sebenarnya hati Diana berbunga-bunga akhirnya ia di lamar oleh Arka,namun ia hanya terkejut soal papanya yang sudah menyetujui hubungan meraka tanpa sepengetahuan dirinya.
"Selesai sarapan kamu langsung siap2 kita mau ke rumah papa kamu",
Kata Arka sambil berdiri lalu naik menuju kamarnya.
Diana tidak menjawab Dia hanya mengangguk.
"Apa sih ini sebenarnya,kenapa aku kaya nggak tau semuanya tentang papa dan Arka",
Kata Diana sambil menepuk-nepuk jidatnya kareana merasa seperti orang bodoh yang tidak tau semua rencana Arka dan papanya.
Selesai sarapan Diana pun bergegas menuju kamarnya untuk bersiap.
Sesampainya di kamar terlihat Arka sedang menelpon seseorang,dia berbicara dengan santai dengan lawan bicaranya di balik telfon.
Diana curiga Arka sedang menelfon siapa,atau kah dia sedang menelpon papanya.
__ADS_1
"Siapa mas yang telfon?",tanya Diana pada Arka.
"Calon papa mertua",Bisik Arka pada telinga Diana dengan nada mengoda.
Arka kali ini sudah kembali mencair,tida sekaku saat di meja makan tadi.
"Apa sih mas,jangan mulai deh mas.katanya kita mau ke rumah papa",
Kata Diana sambil mencoba melepaskan diri dari peluan Arka.
"Aku abis telfon papa kamu,katanya dia lagi ada urusan bisa ketemu kita nanti abis makan siang baby.kita masih punya banyak waktu untuk bersenang2 bukan?",
Arka terus melanjutkan cemburuannya,tanpa menunggu persetujuan si pemilik tubuh.
Diana sebenarnya sudah berusaha menolaknya dengan sekuat tenaga namun percuma saja,dia pasti kalah juga .
"Aaahhh",des ...ahan mulai lolos dari bibir Diana.
Arka semakin mengila bermain di atas tubuh gadis kecilnya yang sudah pasrah saat miliknya di trobos oleh Arka.
"Kamu menyukainya baby?",
Diana tidak menjawab tapi tubuhnya yang mengisyaratkan bahwa dia juga menyukai permainan Arka.
Mereka bermain cukup lama sampai tiba saatnya mereka berdua sampai pada titik kepuasan bersama2.
"Aaahhh" des ahannnn panjang dari mereka berdua mengema di seluruh ruangan kamar mereka.
"I love you baby",
Kata Arka sambil menge....cup bi.....bir Diana dengan lembut.
Diana pun seperti kehilangan tenaga setelah di hajar habis-habisan oleh Arka,dia pun hanya tersenyum sembari memeluk mesra tubuh Arka.
"Mas,apa kamu selama diam2 udah kenal deket sama papa aku?",
Tanya Diana begitu semua kesadaranya mulai kembali.
"Iya baby,setelah dulu aku berjanji membantu perusahaan papa aku mulai mengenal baik dia.ternyata papa orang yang baik dan kami sering bertemu untuk urusan bisnis bersama sampai akhirnya seperti sekarang ini baby",
Arka menjelaskan semua detail tentang dia dan papa Diana.
"Kenapa kamu nggak bilang sama aku selama ini mas?",
__ADS_1
"Aku sengaja mau buat kejutan sama kamu".