CEO Dingin Ini Telah Menjeratku

CEO Dingin Ini Telah Menjeratku
Rasa yang aneh


__ADS_3

"Kenapa aku tidak mengantuk sama sekali,ada apa dengan mataku ini"


Kata Diana yang mencoba memejamkan mata namun rasa kantuknya entah menguap kemana.


Sekerang sudah pukul 01.00 dini hari,namun Diana hanya berguling di atas kasur kesana kemari mencari posisi tidur yang nyaman.


"Sedang apa diq,apa sedang tidur berdua dengan istrinya?",tiba2 pertanyaan itu muncul dari benaknya.


"Apa aku sudah gila,kenapa pertanyaan konyol it ku ituu muncul di otak ku",katanya sambil memukul kepalanya sendiri.


Sebenarnya semua yang Diana pikirkan tidak benar,Arka saat ini sedang menyelesaikan pekerjanya di kantor,ada banyak berkas yang belum ia ia periksa.


"Ini sudah larut malam,sebaiknya ada pulang",Kata Felix.


"Sebentar lagi,hanya perlu beberapa menit lagi untuk menyelesaikan sisanya.kamu bisa bantu yang ini",Kata Arka sambil menunjuk ke sebuah tumpukan kertas.


"Kamu sudah mulai gila kerja lagi nampaknya",Kata Felix.


Ya begitulah Arka,dia terkadang suka lupa waktu kalau sudah berurusan dengan pekerjaan.ia selalu ingin semua yang terbaik dan tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun di dalam perusahaannya.


"Akhirnya selesai dan bisa pulang juga,aku sudah rindu gadis kecilku yang menggemaskan",kata Arka saat beranjak dari kursinya.


"Aku akan pulang sendiri,aku tau kamu lelah". by

__ADS_1


"Anda yakin tidak ingin saya antar?",tanya Felix.


"Tidak".


Kata Arka sambil berlalu meninggalkan Felix.Arka bergegas menuju mobilnya,ingin segera sampai rumah dan menemui Diana.


"Aku tidak pernah melihat Arka sebahagia ini sebelumnya,apakah Cinta benar2 bisa meluluhkan hati yang dingin es itu",Kata Felix sambil terus memperhatikan bosnya yang berjalan menuju mobilnya.


"Kenapa belum tidur baby,apa kamu menunggu ku?",tanya Arka saat memasuki kamar namun masih melihat Diana terjaga.


"Aku menunggu mu mas",jawab Diana spontan lalu menghambur di pelukan Arka.


"Benarkah kamu menunggu ku baby?"


Arka yang melihat perubahan wajah Diana yang memerah karena malu hanya terseyum penuh Arti.


"Sepertinya ada yang menunggu ku sepanjang malam",kata Arka mengoda Diana.


"Apa sih mas,bukan begitu aku hanya belum mengantuk saja".


"Aaah masak,tapi seperti tidak begitu",goda Arka lagi.


"Kamu mau mandi mas,aku siapkan air hangat untukmu",kata Diana mengalihkan pembicaraan lalu menghilang di balik pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Sepertinya aku memang sudah mendapatkan hatimu baby".


"Airnya sudah siap mas",kata Diana yang masih terlihat kikuk.


"Ok baby terimakasih",kata Arka sambil mengusap puncak kepal Diana.


Diana semakin salah tingkah di buatnya,Diana hanya bisa senyum2 sendiri mengingat sikap manis Arka.


Setelah beberapa saat berada di kamar mandi untuk membersihkan diri,akhirnya Arka pun keluar.ia keluar hanya mengunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya.dada bidang dan perut kotak2 bak roti sobek jelas terpampang nyata di hadapan Diana.


Diana pun di buat terkesima dengan ke sexian tubuh Arka.


"Ya ampun godaan macam apa lagi ini tuhan",batin Diana sambil menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya.


"Kenapa kamu menutup mata baby,bukankah kamu sudah pernah melihatnya?",goda Arka.


"Apa sih mas,cepetan pakai baju",kata Diana.


Bukanya menuruti apa kata Diana tapi Arka malah mendekati Diana dan memeluknya dari belakang.


"Kenapa harus malu baby,bukankah kemarin sudah aki ingatkan agar kamu mulai terbiasa dengan ini",bisik Arka di samping telinga Diana.


"Mas jangan gini,kamu pakai baju dulu sana",kata Diana yang mencoba melepaskan diri dari pelukan Arka.

__ADS_1


"Baby aku mau sekarang",kata Arka lagi dengan nada di buat selembut mungkin.


__ADS_2