
Arka terkejut saat melihat istrinya turun dari mobil dengan wajah pucat dan terlihat lemas dengan segera ia menghampiri dan memapah tubuh lemah istrinya.
"Sayang kamu kenapa?apa kamu sakit?",
Tanya Arka panik.
Mereka berjalan ke dalam rumah dan di ikuti oleh Pak Oman dan Bik Inah wajah ketakutan.mereka takut jikalau di salah karena tidak bisa menjaga Istri majikanya,terlebih lagi yang membuat mereka panik kerena tentang permintaan Diana untuk merahasiakan tentang pertemuan mereka deng Agestya.
"Aku nggak apa2 mas,cuma tadi tiba2 mual aja.biasa kan aku kalau mual bisa langsung lemes gini",
Kata Diana dengan suara masih terlihat lemah.
"Hai anak dady,jangan nakal dong.jangan buat momy kerepotan kaya gini,kamu kan anak baik.apa perlu kita ke dokter sayang?apa sekarang masih mual?",
Arka tiba2 jongkok mengelus dan mengajak berbicara calon baby mereka yang masih di dalam perut.
"Udah nggak mas,aku cuma mau tiduran aja.bisa bantu aku naik ke atas",
Diana sengaja mengalihkan perhatian Arka agar tidak bertanya lebih jauh soal kejadian di Market tadi.Diana takut Arka bertanya pada Bik Inah atau Pak Oman dan mereka tidak bisa menjawab.
"Lain kali aku tidak akan mengijinkan mu pergi sendiri lagi kalau seperti ini,tadi bukanya sudah aku larang.tapi tetap saja kamu ini bandel banget",
"Iya mas maaf deh kalau tadi nggak nurut sama omongan kamu mas",
"Kalian juga gimana sih,gimana ceritanya istri ku bisa begini?kalian kemana aja?"
"Maaaf Tuan,ini salah kami yang tida becus menjaga Nyonya Diana,Maaafkan kami tuan",
Kata Bik Inah dangan wajah pucat ketakutan.
Diana bisa menangkap sinyal ketakutan dari Mereka.
"Apa ada yang kalian sembunyikan dari ku?"
Tanya Arka dengan tatapan mata elangnya.
Bik Inah dan pak Oman semakin memucat saja melihat tatap Arka yang tajam menakutkan.
"Udahlah mas,sekarang kan yang penting aku udah sampai rumah dalam keadaan aman.udah yuk naik ke atas aku mau rehat",
Diana mencoba sebisa mungkin mengalihkan perhatian Arka.Sebenarnya ia pun merasa khawatir,takut jikalau Arka tau.Bisa habis dia di marahi Arka.
__ADS_1
"Tapi merasa ada yang aneh dari sikap Mereka berdua sejak tadi,terlihat gelisah dan tidak berani menatap ku"
Arka memang cukup ahli dalam membaca gerak gerik seseorang.Arka sangat yakin bahwa ada yang mereka sembunyikan.
"Bik Apa ada yang kamu sembunyikan dari ku?",
Kata Arka sambil memegang pergelangan tangan Bik Inah.hal itu sontak membuat Bik Inah semakin ketakutan,seluruh badannya bergetar,keringat dingin mulai bercucuran.
"Hoooeexx",
Tiba2 Diana ingin muntah dan berlari ke kamar mandi.Arka pun panik dan segera mengikuti istrinya tadi.
"Sayang kamu baik2 saja kan?ayo kita ke rumah sakit",
Arka terlihat sangat panik melihat Diana berkali2 ingin muntah seperti ini.
"Nggak perlu mas,aku cuma butuh istirahat aja kok.mungkin dedek bayi kecapekan setelah aku ajakin belanja tadi mas.bisa bantu aku ke kamar mas,badan aku lemes banget",
"Beneran kamu nggak mau ke dokter sayang?",
Tanya Arka sambil mengendong istrinya deng lembut dan membawanya ke kamar tidur.dengan perlahan Arka membaringkan tubuh istrinya di atas kasur,agar Diana tetap merasa nyaman.
Sebenarnya ini adalah drama Diana saja,ia sengaja berpura2 mual untuk mengalihkan perhatian Arka saja.ia takut jika suaminya itu terus mencecar banyak pertanyaan pada Bik Inah.
"Kok malah bengong sih mas,kamu nggak mau ya nemenin aku tidur siang",
Kata Diana dengan mimik muka di buat sedikit sendu.
"Kamu kok tumben sih manja gini,apa ini kemauan baby kita di perut mu?",
Arka pun mengikuti permintaan istrinya itu,tidak tega melihat wajah istrinya yang sendu.
"Sesekali aku manja seperti memang tidak boleh ya mas?",
"Bukan begitu sayang,aku hanya merasa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku,itu saja",
"Mas kamu juga curiga sama aku?",
"Iya karena Terlihat sekali dari wajah Bik Inah dan Pak Oman yang tegang sedari turun dari mobil tadi sudah membuat ku curiga",
"Kamu nggak percaya aku mas?",
__ADS_1
Diana mulai menangis,memarkan deraian air mata.berharap Arka luluh dan melupakan kejadian hari ini.
"Heeii kenapa kamu nangis gini sih,jangan nangis kasian anak kita di perut kamu sayang",
Kata Arka sambil memeluk menenangkan istrinya.
Diana tetap menangis di pelukan Suaminya,ia membuat aktingnya kali ini terlihat meyakinkan.semua ini demi menutupi kejadian tadi saat bertemu dengan Agestya.
Diana tidak bisa membayangkan jika Suaminya tau ia bertemu dengan musuh bebuyutannya dan bahkan dirinya tadi sempat di gendong oleh Agestya.
Sekali terbakar api cemburu Arka bisa kalap dan melampiaskan rasa itu kesiapapun.ia tidak ingin melihat Arka kembali berseteru dengan Agestya,apa lagi ini karena dirinya.
"Udah sayang diem dong,aku percaya kamu kok",
Kata Arka menenangkan istrinya yang terus menangis.meski dalam hatinya yakin bahwa Diana sedang menutupi sesuatu darinya,tapi melihatnya menangis seperti ini sungguh membuatnya tak tega.
Setelah beberapa saat Diana pun berhenti menangis dan terlelap tidur dalam pelukan suaminya.
Awalnya Arka ingin ikut memejamkan mata,namun getar ponsel di atas meja membuatnya tertarik ingin membukanya.
Ia mengambil ponsel istrinya dan melihat siapa yang mengiris pesan teks padanya.
Betapa terkejutnya Arka saat melihat siapa yang mengirim pesan pada istrinya.
"Sialll",
Batin Arka dengan raut wajah menegang.
"Dii kamu sudah sampai rumah?kamu baik2 saja kan?",
Begitulah bunyi pesan singkat dari seseorang yang Arka sangat benci.wajah Arka kini sudah memerah karena menahan emosi.
Ingin rasanya ia segera meminta penjelasan dari istrinya.namun apa daya,istrinya sedang beristirahat dengan sangat pulas sambil memegang perut yang sudah sedikit buncit itu.rasa tak tega merayapi perasaan Arka dan ia pun mengurungkan niatnya.
"Jadi kamu berani membohongi ku?",
Kata Arka lirih lalu keluar dari kamar itu.
sedangkan di tempat lain Agestya sedang tersenyum penuh kemenangan.ia memang sengaja mengirim pesan pada Diana,ia berharap pesan itu di baca oleh Arka dan dapat menyulut Emosinya.
Agestya sengaja ingin mengundang keributan di antara Diana dan Arka.ia berharap Arka akan marah dan perlahan melepaskan Diana.pada itu terjadi dirinyalah yang akan menjadi pahlawan untu Diana dan membawanya kembali ke pelukannya seperti dulu.
__ADS_1
Agestya tida perduli bahwa saat ini Diana tengah mengandung benih dari Arka.baginya itu tidak masalah.