CEO Dingin Ini Telah Menjeratku

CEO Dingin Ini Telah Menjeratku
Calon mantu baru


__ADS_3

Matahari sudah tinggi,namun Diana dan Arka masih terlelap dengan posisi tubuh yang masih saling berpelukan.


Pertempuran semalam rupanya membuat mereka kelelahah.


Dering ponsel yang begitu nyaring mengusik pendengaran Diana.


"Eembb brisik banget sih"


Kata Diana yang rasanya masih enggan membuka matanya.


"Ya ampun,semalam aku..",


Kata Diana sambil memukul jidatnya karena teringat apa yang terjadi semalam.


"Mas bangun,telfun kamu bunyi dari tadi brisik banget".


"Eembb aku masih ngantuk baby".


Kata Arka sambil mengeratkan pelukanya pada Diana.


"Mas ini udah siang,udah jam 10.ayo bangun mas,mungkin itu telfun dari kantor angkat dulu sana"


Dengan terpaksa Arka pun bangun karena Diana terus mengguncang tubuhnya.


"Ya hallo,kenapa masih pagi gini kamu berisik sekali".


Kamu udah bosen kerja ya,kata Arka pada felix.


"Maaf tuan,ini sudah jam 10 lebih ini sudah siang tuan.Rapat hari ini akan segera di mulai 30 menit lagi dan ada bebera berkas juga yang masih harus anda periksa tuan",Kata Felix panjang lebar.


"Batalkan rapat hari dan untuk berkas bisa kmau antar ke rumah".


Kata Arka singkat.Felix yang mendengar itu pun hanya bisa mengiyakan apa yang di perintahkan Bos nya itu,karena Arka adalah orang yang tidak suka di bantah.


"Kamu mau kemana baby,perlu bantuan?"


"Mau ke kamar mandi,tidak perlu mas aku bisa sendiri".


Jawab Diana yang mencoba berdiri namun tubuh bagian bawah terasa sakit saat di gerakan.


"Aku bantu ke kamar mandi,aku tau rasanya pasti sakit sekali".


Tanpa menunggu aba2 Arka mengendong tubuh Diana menuju kamar mandi,ia tidak tega melihat Diana yang meringis kesakitan saat mencoba berjalan.


"Apa sakit sekali,Apa perlu aku panggilkan dokter ?",tanya Arka.


"Nggak perlu panggil dokter mas,aku nggak apa2 kok.lagi pula mau di taruh mana muka ku kalau hal seperti ini di periksakan ke dokter",


"Aku punya dokter Pribadi yang khusus melayani kluarga Angkasa,jadi kamu tidak perlu malu ataupun khawatir baby.aku nggak mau kamu kesakitan seperti ini".

__ADS_1


"Aku sakit kan gara2 kamu mas,yang semalaman menghajar ku tanpa ampun",batin Diana.


"Nggak usah mas,kamu bisa keluar mas aku mau mandi".


"Apa tidak sebaiknya aku tetap di sini menemanimu mandi,berjaga-jaga kalau kamu membutuhkan sesuatu",


Kata Arka dengan tatapan sedikit mencurigakan.


"Nggak kamu keluar,kalau kamu masih di sini nanti bukanya aku mandi malah kamu aneh2 lagi",


Kata Diana sambil mendorong tubuh Arka keluar.


Arka pun hanya tersenyum puas bisa menggoda gadis kecil itu.


Ponsel Arka kembali berdering.


"Hallo ma,apa kabar?"


Kata Arka pada orang di sebrang telponnya.rupannya yang menelfon adalah mamanya,mama Mayangsari namanya.ia memang menetap di Paris,semenjak ayahnya meninggal mamanya lebih memilih menetap di paris untuk menghilangkan kesedihanya.ia hanya sesekali pulang ke indonesia untuk mengunjungi Putra semata wayangnya.


"Oh hallo sayang,bagaimana kabarmu hari ini?kenapa akhir2 ini kamu tidak pernah menelfon mama sih sayang",


Kata mama Mayang dengan suara lembutnya.


"Maaf ma Arka lagi sibuk banget sama pekerjaan kantor ma,nanti aku luangkan waktu mengunjungi mama ke Paris".


"Sibuk kerjaan kantor ma.ada apa ma kok tumben telfon jam segini?".


"Mama cuma kangen aja sayang.oh iya bagaimana kabar istri ular kamu itu?apa kamu nggak ada rencana buat cerein dia sayang.mama udah muak liat dia sama kamu".


Mama mayang memang sudah tau kebusukan Sonya,makanya ia juga tidak mendukung hubungan mereka.


"Aku udah gugat dia di pengadilan agama ma,tinggal tunggu putusan aja ini".


"Bagus sayang,biar wanita ular itu tau rasa.oh iya sayang calon mantu mama cepet bawa sini dong kenalin sama mama".


Kata mama Mayang dengan antusias saat membahas calon menantu baru.


"Calon menantu,tunggu dulu jangan bilang mama selama ini memata-matai aku ya",tanya Arka kesal pada mamanya yang dari dulu sama aja,masih suka kepo sama urusan pribadi anaknya.


"Maaf sayang,mama melakukan itu karena mama ingin tau kamu ngapain aja di sana.mama juga nggak mau kamu terjebak lagi sama wanita ular seperti sonya",jelas mama mayang.


"Ma aku ini bukan anak kecil lagi,jadi plis jangan seperti ini".


Kata Arka yang mula jengkel dengan sikap mamanya yang tidak pernah berubah.ia selalu menganggap Arka anak kecil.


"Oke sayang maafin mama,jangan marah ya sayang",bujuk mama Mayang.


"Mas bisa ambilin aku handuk".

__ADS_1


Teriak Diana dari balik pintu kamar mandi.sontak hal itu membuat mama sonya senang karena ia tau saat ini Arka sedang bersama Diana yang dia sebut calon menantu baru tadi.


"Maa kita lanjut nanti ya telfonnya".


"Eemb iya sayang,tolong layani dengan baik calon menantu mama ya",goda mama mayang sambil tertawa di sebrang telfon.


"Apa sih maa,udah ma bay bay",Arka mengakhiri telfonnya.


Lalu Arka mengambil handuk bersih di dalam lemari dan menyerahkannya pada Diana.


"Nggak usah masuk mas,di situ aja aku malu",


Kata Diana saat Arka memberikan handuk padanya.


"Kenapa harus malu baby,semalam bukankankah aku sudah melihat semuanya",


Goda Arka sambil nyolong masuk ke kamar mandi.dengan cepat Dian menutup tubuh bagian depannya dengan handuk yang sempat ia ambil dari tangan Arka tadi


"Apa sih mas,jangan gt dong aku kan malu".


"Mau ngapai mas?"


Tanya Diana panik saat Arka ingin membuka bajunya di depan Diana.


"Mau mandi lah sayang,mau ngapain lagi".


"Jangan buka dulu ,aku keluar dulu mas".


Kata Diana dengan segera keluar dari kamar mandi.melihat tingkah lucu Diana hanya bisa tersenyum sendiri


"Gadis kecil yang mengemaskan",Kata Arka.


Tidak di pungkiri kehadiran Diana di hidupnya memang memberi warna berpeda pada bidupnya.kini dia lebih banyak tersenyum dari pada sebelumnya.Arka merasakan gairah kehidupan kembali rasanya.


Arka bisa sejenak melupakan kehidupannya yang serba serius dan kaku saat menjalai hari-harinya.


"Adduh kenapa rasanya sakit sekali",


Diana meringis sambil memegang pangkal pahanya yang masih terasa sakit saat di gerakan.


"Kenapa aku bodoh sekali terbuai bujukan om2 me*** itu"


Gerutu Diana,dia menyesali perbuatannya semalam namun juga menikmati.


Dasar Diana ini suka malu2 kucing ya gais,semalam aja menikmati uq sekarang menyesal😆


#Maaf ya update ya lama ,karena sempet di tolak beberapa kali di episode sebelumnya🥺🥺


sampai bolak balik di edit ulang tetep aja di tolak.

__ADS_1


__ADS_2