
Tiga bulan telah berlalu setelah pernikahan Arka dan Diana,meraka semakin tampak bahagia dan mesra saja.Bahkan saat ini mereka baru saja pulang berlibur dari Paris.Arka menuruti setiap keinginan dan kemauan istrinya seperti seorang putri.
"Mas makasih udah nurutin semua kemauan aku,aku bahagia banget akhirnya aku bisa pergi ke paris.itu adalah tempat yang paling aku impikan selama hidupku",
Diana bergelayut manja di pundak Suami tampannya.mereka kini berada di dalam mobil dari bandara menuju istana milik Arka.
"Sama2 baby,apa pun yang kamu mau katakan saja selama kau tidak meminta langit beserta isinya aku pasti akan menurutinya",
Dengan Sombongnya Arka berkata,ia ingin menunjukan pada Diana bahwa hanya dirinyalah yang mampu membuat Diana bahagia.
"Boleh minta liburan lagi dong kalau gitu"
Goda Diana pada suaminya lagi.
"Boleh kemana pun yang kamu mau,tapi bukan dalam waktu dekat ini baby karena ada banyak urusan yang harus aku kerjakan",
"Oke Mas Arka sayang",
Diana berkata sambil memberi ciuman hangat pada bibir **** Suaminya.
Arka semakin di buat mabuk kepayang saja oleh Diana.sikapnya yang semakin hari semakin manja dan tidak lagi malu2 membuat Arka sangat bahagia.
"Kita langsung pulang yang sayang,aku sedikit capek.besok aku langsung pergi ke kantor ada sedikit masalah di sana",
"Iya mas",
Sesampainya di rumah mereka langsung membersihkan diri lalu bersantai di kamarnya.
"Mas besuk aku mau ke rumah Papa boleh ya mas?mau ngantar oleh2 kita dari Paris buat Papa",
"Boleh baby,tapi maaf aku nggak bisa antar ya",
"Nggak apa2 mas aku kan bisa bawa mobil sendiri.lagian kan sayang juga udah di beliin kamu mobil mahal2 nggak pernah aku pakai",
"Oke tapi hati2 dan sampai tempat Papa langsung kabari aku ya",
"Iya mas",
Akhirnya mereka malam ini tidur dengan saling berpelukan mesra sepanjang malam.
Pada pagi harinya tiba2 saja Diana merasa perutnya seperti di aduk2 ingin segera mengeluarkan segala isi di dalamnya.
Dengan segera ia turun dari ranjang mewahnya dan segera berlari ke kamar mandi.
"Hoeekk hooeek",
Diana memuntahkan isi perutnya berkali-kali sampai ia merasa sangat lemas.
Arka yang mendengar suara muntahan Diana pun segera berlari menuju sumber suara.betapa terkejutnya Arka saat masuk ke kamar mandi,di sana Diana sudah duduk di lantai kamar mandi dengan wajah pucat pasi dan seluruh tubuhnya gemetaran.
"Baby kamu kenapa,kamu sakit?",tanya Arka panik.
__ADS_1
Belum sempat Diana menjawab tapi rasa mual ya datang lagi,ia kembali ingin memuntahkan sesuatu dari perutnya meskipun tidak ada yang keluar.
Tubuh Diana sudah bercucuran keringat dingin,ia hanya bisa menangis karena rasa sakit saat muntah.
"Sayang udah jangan nangis ada aku di sini,ayo kita pergi ke rumah sakit",
Arka menganti baju istri kecilnya yang sudah basah karena dengan pakaian yang bersih dan segera membawanya ke rumah sakit.
Arka sangat panik melihat keadaan istrinya yang terlihat pucat dan lemas.
"Sabar baby sebentar lagi kita sampai",
Arka berkata sambil mengelus pipi mulus istri kecilnya.
Diana hanya bisa mengangguk lemas.
"Sial kenapa jalanan macet sekali",
Arka kesal karena jalanan sangat macet pagi ini ia terus menyalakan klakson mobilnya menandakan dia sudah tidak sabar.
Setelah beberapa menit tehalang macet akhirnya mobil Arka kini dapat melaju lagi.
"Mas aku pusing banget",
Rengek Diana sepanjang perjalanan membuat Arka semakin cemas.
"Iya sabar baby,kita sampai sebentar lagi.kamu tahan ya kamu yang kuat baby",
"Cepat tolong istri saja",
Teriak Arka pada para suster di sana.
Arka sudah sangat panik melihat Diana yang lemas dan terus memejamkan mata.
"Istri ku sakit apa?bagaimana keadanya?apa di baik2 saja?",
Arka langsung menghujani banyak pertanyaan pada dokter Wira yang menangi Diana tadi.Dokter Wira adalah dokter Pribadi keluarga Angkasa dan kebetulan adalah sahabat Arka.
"Santai dulu bos santai,satu2 saja dulu pertanyaan mu",
Dr.Wira merasa geli melihat wajah tegang Arka seperti saat ini,tidak biasanya ia mengkhawatirkan seeorang wanita sampai seperti ini.
Dulu saat bersama Sonya pun dia tidak selebai ini dan malah sangat terkesan cuek.
"Santai kata mu,apa kamu nggak lihat keadan istriku seperti tadi.aku hampir mati karena serangan panik.katakan Istri ku kenapa Wira jangan banyak basa basi",
Kata Arka dengan tatapan siap menerkam Dr.wira.
"Oke oke bapak Arka Laksmana Angkasa,anda tidak perlu panik karena istri anda baik2 saja dan selamat sebentar lagi anda akan menjadi seorang Ayah",
Kata Dokter Wira sambil memberi pelukan pada sahabatnya itu.
__ADS_1
"Tunggu dulu apa maksudmu?",
Arka belum bisa mencerna ucapan dari sahabatnya dari.otak cerdasnya sedang eror karena serangan panik tadi rupanya.
"Dasar bodoh,Istri mu hamil buda brother.kamu ini suami macam apa sampai tidak tau kalau istrinya hamil",
"Apa kata mu,istri hamil?,tanya Arka dengan wajah yang sudah berubah menjadi sangat berbinar karena luapan bahagia.
"Iya Ka selamat sekali lagi",
Saking bahagianya Arka memeluk Dr.Wira sangat erat.
"Akhirnya aku akan menjadi seorang ayah Wir,apa ini sungguh nyata ini bukan mimpi kan?",
Arka masih merasa ini adalah mimpi saking terkejutnya.
"Dasar bodoh ini nyata,sadarlah",
Dokter wira berkata sambil menatap heran ekspresi wajah sahabatnya yang tadi terlihat sangat menyeramkan kini berubah menjadi sangt happy.
"Sudah segera temui istri mu sana,aku yakin dia sedang menunggu mu,akan aku susul setelah ini",lanjut Dr.Wira.
"Baik trimakasih Wira",
Arka berkata sambil segera berlalu dari ruangan Dr.Wira dan segera menuju ruang rawat istrinya.
"Baby trimakasih",
Arka berkata sambil memeluk tubuh istrinya yang masih terkulai lemas di atas kasur rumah sakit itu.
"Trimakasih untuk apa mas?",
Diana pun heran kenapa tiba2 Suaminya berkata trimakasih dan wajahnya sangat bahagia sampai2 ia menitihkan air mata.
"Kenapa kamu kok malah nangis sih?kata Dokter aku kenapa mas?",tanya Diana dengan nada yang masih lemah karena tubuhnya masih lemas.
"Baby trimakasih berkat kamu sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah",
Mendengar itu Diana pun langsung mencoba untuk duduk.
"Apa maksud mu aku hamil mas?",
Tanya Diana tak kalah hebohnya,karena dia juga tidak tau jika dirinya hamil.ia hanya tau bahwa sudah satu bulan ini telat datang bulan tapi ia tidak mengira bahwa dirinya hamil.
"Iya baby kamu sedang mengandung anak ku",
Mendengar kata itu Diana sontak langsung ikut menangis haru.ia merasa sangat bahagia bisa mengandung benih cinta dari Arka.
"Trimakasih baby kamu sudah mewujudkan mimpi ku untuk manjadi seorang ayah.sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah berkat kamu",
Arka menciumi seluruh wajah istri dengan penuh kasih.ia merasa Diana adalah anugrah karena telah merubah hidupnya dan kini mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang ayah
__ADS_1
Sejak dulu saat menikah dengan Sonya Arka sangat ingin memiliki buah hati namun Sonya selalu menolak dengan alasan tidak mau badan seksinya berubah dan lebih lagi dia tidak mau di di repotkan oleh tangisan bayi.?