
Kini tiba saat yang di tunggu2,hari pernikahan Arka dan Diana tinggal beberapa hari lagi.Semua persiapan dari mulai gedung pernikahan,pesta dan segala lainnya sudah nyaris selesai,Arka mempercayakan semuanyan persiapan itu pada Felix asistennya.
"Buat pesta semewah mungkin aku ingin membuat Dian bahagia dan tau betapa besarnya cinta ku padannya",
"Baik bos semuanya sudah sesuai keinginan anda dan nona Diana,semua sudah hampir selesai dan tidak ada kendala",
"Bagus Felix aku suka cara kerjamu dan lagi perketat pengawalan di sekitar gedung,aku tidak mau ada yang mengacau di hari bahagia ku nanti',
"Baik bos",
"Ya sudah kalau begitu aku akan pulang duluan,aku ada janji sama Diana",
Arka sengaja memperketat keamanan karena ia tidak mau hari bahagianya nanti dikacaukan oleh oleh lain.ia sadar betul bahwa Agestya tidak akan mengalah begitu saja,bisa saja saat ini dia sedang merencanakan sesuatu untuk merusak hari penikahannya nanti.
"Hay baby kamu udah siap?,
Tanya Arka pada calon istri kecilnya yang sudah terlihat rapi dan cantik mengenakan dress selutut berwana merah muda.
"Udah sayang,ayok berangkat ",
"Sebenarnya aku masih ingin berlama2 di sini pengen di manjain kamu",
"iihh Apa sih kamu ini mas,kita ada janji sama papa ya buat makan siang di rumah kamu nggak usah aneh2 deh",
Diana menatap kesal pada calon suaminya yang suka tiba2 aneh kaya gitu.
"Apa salah sih kalau aku minta di manjain sama kamu baby?",
"Nggak salah mas,cuma ini waktunya nggak pas aja gitu.kita bisa manja-manjaan nanti setelah ini",
"Berarti nanti setelah pulang dari ruma Papa aku boleh dong minta di manjain sama kamu",
Goda Arka sambil memeluk manja tubuh Diana dari belakang.
Diana berbalik,sehingga kini tubuhnya saling berhadapan.
"Sayang kamu lupa ya kalau udah janji sama aku untuk dan tidak meminta begituan dulu sama aku sebelum selesai ijab Qobul kita nanti.kamu dulu udah memaksa aku untuk melayani kamu sebelum aku sah menjadi istrimu,nah ini sebagai hukumnya.aku pengen kamu tahan dulu keinginan kamu untuk beberapa saat,aku mau ngerasain gimana sih rasanya malam pertama setelah menikah sama kamu",jelas Diana panjang kali lebar.
"Baby kenapa sih kamu setega itu sama aku,acara kita masih kurang satu minggu lagi aku udah puasa hampir 3 minggu hlo baby.aku udah kangen banget sama kamu selama 3 minggu ini kamu juga sengaja tidur di kamar lain,aku bener2 nggak bisa nunggu 1 minggu lagi",
Aku berkata dengan nada memelas,Arka yang biasanya hampir setiap malam melakukan ritual panas di atas ranjang dengan Diana kini harus menahannya terlebih dahulu karena permintaan Diana.
"Kita kan udah sepakat dan kamu juga udah janji sama aku mas jadi mau nggak mau kamu harus mau",
Diana lalu melepaskan pelukan Arka dan pergi duluan keluar dari kamar sebelum Arka nekat dan menerkamnya tanpa ampun.
__ADS_1
Diana keluar sambil tertawa puas melihat ekspresi tidak berdaya dari Arka.wajahnya sangat lucu dan mengemaskan saat memohon pada Dian tadi.
"Ya tuhan kenapa gadis kecilnya jahat sekali",guman Arka saat berjalan keluar dari kamar.
Di perjalanan menuju rumah Papa Diana Arka hanya diam tanpa sepatah kata pun,wajahnya juga terlihat sangat lesu.
"Kamu kok diemin aku sih mas,kamu kenapa sih?",
"Nggak kenapa2",jawab Arka singkat.
"Kita mau ke rumah Papa hlo mas,masa kamu malah ngambek nggak jelas gini sih",
Diana bukannya membujuk Arka agar dia tidak marah tapi ia malah berbalik marah pada Arka.
"Kalau aku ini marah wajar nggak sih menurut kamu?",
"Memangnya kamu marah kenapa,jangan mulai ngajakin ribut deh mas.
"Udalah nggak usah di bahas nggak penting",
Arka menyudahi perdebatan mereka karena Arka tau sekalipun ia marah juga tidak aku membuat Diana berubah pikiran malahan justru akan membuat Diana berbalik marah kepada dirinya.
Selama di dalam mobil mereka berdua pun banyak berbicara mereka lebih fokus pada kegiatannya masing2,Arka fokus pada jalan dan Diana hanya fokus pada layar ponselnya.
Beberapa saat setelah itu mereka pun sampai di rumah Papa Bramantyo.Diana terlebih dahulu turun dan berjalan duluan masuk ke rumah meninggalkan Arka yang masih di dalam mobil.
"Hayy Paa apa kabar",
Sapa Diana pada ayahnya sambil memeluk tubuh pria paru baya itu.
"Seperti yang kamu lihat sayang,Papa sehat dan sangat bahagia karena putri kesayangan Papa berkunjung ke rumah",
"Diana kangen Papa",
"Papa juga nak,ngomong2 di mana calon menantu Papa apa dia tidak ikut?",
Papa Bram menanyakan keberadaan Arka karena Diana datang lebih dulu sedangkan Arka belum terlihat.
"Masih di mobil,tadi ada yang telfon nggak tau siapa Pa",
Jawab Diana ketus karena masih kesal pada Arka.
"Kalian baik2 aja kan,kalian nggak lagi marahan kan?",
Bramantyo merasa ada yang janggal karena Diana terlihat sangat kesal saat dirinya menanyakan Arka.
__ADS_1
"Baik2 aja Paa,Diana masuk duluan ya Paa mau ke kamar kecil soalnya",
"Ok lah nak silahkan",
Beberapa saat setelah itu Arka pun datang dengan senyuman dan menyapa calon Papa mertuanya itu.
"Hallo Paa selamat siang",
Kata Arka sambil menjabat tangan Papa mertuanya itu.
"Siang juga mantu kesayangan Papa,akhirnya datang juga",
Mereka pun saling berpelukan hangat.terlihat sekali keakraban antara Ayah dan anak di antara mereka berdua.
"Gimana kabar Mama kamu nak,dia sehat kan?",
"Mama sehat Paa cuma begitulah Mama, dia semangat banget ngurusin bisnis almarhum Papa",
"Mama nggak pernah berubah Nak dari dulu waktu kuliah dia memang sangat senang berbisnis dan orangnya tidak mau tinggal diam di rumah",
Mereka berbincang sambil berjalan menuju ke dalam rumah.
"Ngomong2 kamu sama Diana baik2 aja kan?Papa lihat kok tadi Diana kelihatan kesel gitu waktu masuk ke rumah",
"Dia lagi sedikit ngambek pah di jalan tadi",
Jawab Arka jujur.
"Kalian harus sabar,emang biasanya gitu godaan menjelang ijab Qobul itu memang lebih besar.pasti ada aja masalah yang membuat kalian selisih paham",
"Iya Paa ",
Mereka pun Akhirnya sampai di meja makan yang sudah penuh dengan berbagai macam hidangan yang terlihat sangat enak.Diana juga udah duduk di meja makan dengan wajah cemberutnya.
"Haaii calon istri ku yang cantik,kenapa sih mukanya asem gitu jelek tauk",
Goda Arka saat akan duduk di kursi sebelahnya.Bramantyo yang melihat dua sejoli yang sedang kasmaran itu pun hanya bisa tersenyum bahagia.
"Apa sih mas,kan kamu yang mulai duluan",
"Ya udah deh ini di depan Papa aku minta maaf sama kamu,kita baikan ya"
Diana sebenarnya tidak benar2 marah ia hanya pura2 ,dia ingin melihat tingkah mengemaskan Arka saat merayunya ketika ia merajuk.
"Oke aku maafin kamu",
__ADS_1
Kata Diana sambil tersenyum manis.
Mereka pun akhirnya makan siang dengan suasana a yang sangat bahagia canda tawa menghiasi setiap detik waktu kebersamaan mereka.