
"Mas aku mau keluar sebentar,mau ke supermarket beli sesuatu",
Pamit Diana pada suaminya yang masih fokus pada laptopnya.meskipun ini hari minggu nampaknya segudang pekerjaan tetap menghantuinya.
"Kamu pergi sendiri?",
Tanya yang langsung fokus pada istrinya,sebab ia tidak pernah mengizinkan istrinya pergi kemana pun sendiri semenjak hamil ini.
"Sama bik inah mas,udah kamu nggak usaha khawatir.lagi pula aku cuma mau pergi sebentar kok",
Sebelum Arka kembali mengeluarkan kata2 larangan dan sebagainya Diana dengan segera menutup mulut suaminya dengan kecupan mesra,yang sontak membuat Arka membeku.
"Sejak kapan kamu segenit ini sama aku?",
Tanya Arka sambil menahan tangan istri genitnya itu.
"Genit sama suami sendiri ini,apa salahnya sih mas",
Arka dengan segera menarik tengkuk Diana dan ******* habis bibit mungil istrinya.sampai si pemilik bibir kuwalahan mengimbangi serangan itu.
"Mass aku ini kan mau keluar,udah capek2 dandan rapi pakai lipstik eehh kamu seenaknya ngerusak ini semua",
"Kamu gak usah pakai lipstik,nanti kalau ada cowok yang liatin kamu gimana?",
"Dasar om2 cemburuan",
Kata Diana dengan nada sebal lalu pergi meninggalkan Suaminya.Arka memang tidak terlalu suka jika Diana berdandan saat keluar rumah tanpa dirinya.Arka di di hantui rasa takut jikalau istrinya di lirik oleh laki2 lain.
Emang dasar Arka ini cemburuan ya bun😄
"Bik udah siap",
Tanya Diana pada bik inah yang akan menemaninya pergi ke Market.
"Udan Non,tapi Nona Diana udah minta izin sama Bapak kan?",
Tanya Bik Inah was2 takut jika Diana belum berpamitan.
"Udah bik,mas Arka udah bolehin kok tenang aja",
"Boleh tapi dengan syarat di Antar Pak Oman dan harus pulang cepat,kalau ada apa2 segera telfon aku ya",
Cerocos Arka pada istrinya yang sudah terlihat sedikit kesal itu.entah sejak kapan Arka sudah berada di belakangnya.membuat terkejut saja,tiba2 datang langsung memberi petuah.
"Mas aku ini cuma mau ke market,kenapa ribet banget sih",protes Diana.
"Ini demi kebaikan kamu dan baby di dalam perut kamu sayang.jadi jangan protes",
"Ya ya oke terserah aku ngikut aja",
"Istri yang baik",
Arka memeluk dan mencium Diana untuk mencairkan suasana hati istrinya yabg sedikit kesal tadi.
"Udah cepet berangkat gih,sebelum aku berubah pikiran",
__ADS_1
"Iya",
Kata Diana ketus lalu pergi begitu saja meninggalkan suaminya.sedangkan Arka masih dengan dengan senyum yang terus mengembang menatap sikap istrinya yang terlihat mengemaskan saat sedang marah seperti ini.
Arka pun kembali ke kamarnya dan meneruskan pekerjaannya.
"Bik bisa bantu saya bawa ini",
Kata Diana sambil menunjukan sembuah belanjaan di tangannya.
"Ohh bisa non bisa,aduh Nona Diana nggak usah ambil yang berat2 biar bibik.cukup tunjuk mana yang mau nona beli biar bibik dan pak oman yang ambilkan",
"Bik nggak apa2 aku nggak kenapa2 bik,nanti kalau yang berat2 aku minta tolong pak Oman atau bik Inah",
Kata Diana dan terus melanjutkan belanja bulanannya.
Diana sangat bersemangat untuk berbelanja,setelah beberapa bulan ini di rumah saja demi menjaga kesehatan dirinya dan calon si buah hati.terlebih lagi semenja ia hamil Arka super ketat mengawasi setiap kegiatannya.bahkan kemana2 pun serba di batasi.
Setelah selesai berbelanja dan menyelesaikan pembayaran nya di kasir Diana pamit ke toilet sama bik inah.
"Bik Diana ke toilet sebentar ya",
"Baik non bibi tunggu di sini ya",
"Ok bik",
Diana segera ke toilet,sebab sedari tadi perutnya terasa sedikit mual.setelah selesai memuntahkan isi perutnya Diana keluar dengan tubuh lemas dan sedikit pucat.ia ingin menelfon bik Inah tapi Ponselnya tertinggal di tas yang yang di bawa Bik Inah tadi.
Diana berjalan keluar dari toilet dengan tertatih,badannya bergetar dan padangannya sedikit kabur.
Hampir saja tubuhnya ambruk,tapi ada seseorang yang menahan tubuhnya.
"Ya saya baik2 saja,maaf...",
Belum sempat Diana melanjutkan ucapannya ia terkejut ternyata yang menangkap tubuhnya adalah Agestya.
"Maaf saya bisa sendiri",
Dengan segera Diana melepaskan diri dari Agestya.entah mengapa bayangan buruk saat dirinya hampir di gagahi Agestya selalu terbayang.
"Dii kamu terlihat pucat,kamu baik2 saja?",
Tanya Agestya panik,terlepas dari bagaimana Agestya sebenarnya ia sangat menyayangi Diana.mungking terkadang hanya tertutup oleh ambisi dan obsesi untuk memiliki Diana sampai membuatnya nekat melakukan segala cara.
"Aku aku baik2 saja,aku permisi",
Baru beberapa langkah Diana meninggalkan Agestya tubuhnya sudah ambruk saking lemasnya.
"Diana..",
Agestya berlari dan membopong tubuh lemah Diana.di bawanya Diana ke kursi di dekat sana dan mendudukannya.
"Kamu baik2 saja,apa perlu aku bawa kamu ke dokter?",
Tanya Agestya panik.
__ADS_1
"Aku cuma sedikit pusing,aku baik2 saja",
Entah mengapa melihat kelembutan dan ketulusan Agestya membuat hati Diana tergerak.ia merasa Agestya kembali seperti Agestya yang ia kenal dulu,yang penuh sonpan santun dan lembut pada dirinya.Agestya yang ia anggap seperti kakaknya.
"Kamu sama siapa kesini,di mana Arka?kenapa membiarkan istrinya yang hamil keluar sendiri seperti ini.apa dia benar2 tidak becus menjagamu?",
"Aku sama pelayan dan sopir,dia di depan.tolong bisa antar aku ke depan",
Pinta Diana dengan lembut,ia merasa Agestya tidak akan melukainya kali ini.
"Baik aku antar,kamu kuat jalan sendiri",
Diana hanya menggeleng karena ia memang merasa tidak sanggup untuk berjalan.kaki dan seluruh tubuhnya terasa sangat lemas.
Tanpa basa basi Agestya langsung mengendong tubuh Diana.sepanjang perjalanan menuju parkiran banyak pasang mata menatap kagum pada mereka.terlihat seperti pasangan yang begitu romantis,dengan gagah Agestya berjalan melewati kerumunan dan Diana melingkarkan kedua tangan di leher Agestya.
"Nona Diana",
Teriak bik Inah saat melihat Istri tuannya itu di bopong seorang laki2 dengan wajah Diana yang memucat.
"Ya ampun Non,kenapa bisa begini non?",
Bik Inah panik.
"Aku nggak apa2 bik,tadi cuma biasa aku mual",
Jelas Diana saat sudah di dudukan di dalam mobil.
"Kak terimakasih",
Kata Diana pada Agestya yang masih berada di sana.
"Sama2 Dii,kamu baik2 ya jaga kesehatan kamu.aku pamit duluan",
Kata Agestya lalu pergi meninggkan mereka.
Pak oman pun melajukan mobilnya setelah memastikan Diana sudah duduk dalam posisi nyama.
"Bik inah Pak oman,bisakah bantu saya merahasiakan semua ini dari mas Arka?soal tadi Kak Agestya yang membantu saya.",
Kata Diana yang sontak membuat Bik inah dan pak Oman terkejut.ia tau persis laki2 yang tadi menolong Diana adalah musuh bebuyutan Arka,mesti pun tadi Agestya terlihat tulus saat membantu Diana tetep saja jika tuannya tau bisa jadi perang dunia ke tiga sesampainya di rumah.mereka berdua pun pasti tak akan luput dari amukan Arka karena di anggap tidak becus menjaga Diana.
Bik Inah dan Pak Omah saling tatap,seakan tatapan mereka bisa berbicara "Kita harus bagaimana?",
"Bik Inah Pak Oman,bisa kan?",
Tanya Diana lagi.
"Bisa Non bisa",
Jawab Inah bersamaan dengan pak Oman.
"Terimakasih Bik Inah Pak Oman",
Ucap Diana dengan wajah yang masih pucat.
__ADS_1
@Haaii apa kabar kalian semua para raider?semoga sehat selalu ya.jangan pernah bosen baca novel aku ini maaf masih banyak kurannya.
Ohh iya jangan lupa,Like,Kome dan Vote ya,biar makin semangat nulisnya author♥️😄😄