
Arka menatap mata Diana dengan penuh arti,Diana bingung apa arti dari tatapan itu.
Diana mencoba menetralisir rasa groginya agar tidak terlihat oleh mama Mayang.
"Sayang kamu kok diem aja sih,jangan grogi mama ini kesini nggak mau grebek kalian.mama kesini itu mau ketemu calon mantu mama yang cantik ini",
Kata mama Mayang mencairkan suasana yang terlihat tegang di antara mereka.
"Apa sih ma siapa juga yang grogi,Arka cuma kaget aja kenapa tiba2 mama dateng kesini tanpa kasih kabar duluan.kalau mama kasih tau dulu kan kita bisa siapin segala kebutuhan mama dulu,Diana juga bisa masakin apa gitu buta mama".
"Wahh apa calon menantu mama ini jago masak,kalau iya sih kita bisa masak bareng sayang",kata mama Mayang dengan senyum yang lembut.
"Nggak jago sih ma,cuma suka masak aja gitu ma.ooh iya ma sampai lupa nawarin mama duduk,ayo ma duduk dulu",
Kata Diana sambil mencoba membiasakan lidahnya untuk memangil wanita paruh baya di depannya ini dengan sebutan "Mama".
"Ya ampun iya sayang mama keasyikan ngobrol sama kamu sayang",
Mereka pun akhirnya ngobrol kesana kemari sambil duduk santai di ruang tengah.
Bi inah dan beberapa pelayan rumah sibuk menyiapkan kamar untuk di tempati mama Mayang.sepertinya mama mayang akan menginap beberapa hari karena ia terlihat membawa barang2 yang cukup banyak.
"Kantor di sini baik2 aja kan nak?",
"Baik ma,lancar semua kok aman.kemarin aku juga habis ngurusin perusahaan kita yang ada di di kota xxx".
"Syukurlah nak kalau semua baik2 saja".
Diana cukup kagum kali ini sama Arka,meskipun ia terlihat sangat dingin saat bersama orang lain namun saat berbicara dengan mamanya ia terlihat sangat hangat dan sopan.wajahnya juga selalu di hiasi senyum yang manis.
__ADS_1
"Ma kalau gitu aku pamit ke dapur dulu ya,mau bantu Bik inah masak buat kita makan siang nanti.mama mau di masakin apa,biar Diana masakin buat mama",Kata Diana.
"Ya ampun sayang nggak usah repot2,mama bisa makan apa aja kok sayang",
"Masakin mama sob buntut aja baby,itu masakan kesukaan mama",kata Arka ikut nimbrung.
"Ohh iya mas,Diana masakin buat mama".
"Ya ampun kok malah jadi ngerepotin sih sayang",kata mama Mayang.
"Nggak kok ma,nggak apa2",Kata Diana lalu berjalan menuju dapur.
"Arka ya ampun mama suka sama calon menantu mama ini nak,dia cantik sopan.pokoknya kalian harus cepet nikah,mama udah nggak sabar pengen cucu nak",
"Nikah ma,nanti dulu lah ma kita tunggu Diana siap dulu ma",
"Way?apa Diana belum sepenuhnya mau sama kamu nak?"
"Eembb oke lah nak mama ikut aja gimana baiknya".
"Mama istirahat di kamar dulu gih,mama pasti capek kan abis perjalanan jauh",
"Iya mama juga mau mandi dulu biar seger".
Mama Mayang pun masuk ke kamarnya dan Arka menuju dapur menemui Diana.
"Makasih baby kamu udah baik banget sama mama aku",
Kata Arka sambil merangkul pinggang ramping milik gadis kecilnya itu.
__ADS_1
"Kamu udah selesai marahnya,udah selesai cemburunya?",
Kata Diana dengan nada judesnya,ia kini berbalik marah sama Arka ia balas dendam karena beberapa hari ini di abaikan oleh Arka.
"Nggak usah mulai lagi deh dan jangan ingetin aku sama kejadian kemaren lagi baby,ini bukan saatnya kita berdebat",
"Kenapa memangnya,apa karena ada mama kamu trus kamu jadi nggak marah lagi sama aku gitu?kamu pura2 manis sama aku cuma gara2 ada mama kamu,trus nanti kalau dia pergi kamu mulai cuekin aku lagi mulai marah2 nggak jelas lagi",
"Jangan uji kesabaran ku baby",
Kata Arka sambil membalikan tubuh Diana hingga kini mereka saling berhadapan.
Arka menatap wajah Diana dengan tatapan menakutkan,membuat nyali Diana menciut.
"Ya ampun sayang gimana nasib sob buntut mama ini kalau di tinggal pacaran gini",
Tiba2 mama Mayang masuk ke dapur dan memergoki mereke berdua sedang posisi seakan hendak berciuman.
Dengan spontan Diana mendorong tubuh Arka agar beberapa langkah mundur darinya.
"Nggak kok mah ini hlo mata aku kelilipan,trus mas Arka mau bantu niupin",
Kata Diana mencoba memberi alasan seadanya,karena tidak mungkin kan berkata jujur bahwa dia sedang berantem.
"Iya iya sayang mama paham kok,sini mama bantuin masak",kata mama Mayang dengan senyuman penuh arti.
"Nggak usah ma,mama kan capek",kata Diana.
"Nggak apa2 sayang",
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua pun memasak bersama dan terlihat sangat kompak dan akrab.entah meskipun baru beberapa saat bertemu namun mereka sudah sangat nyambung dan terlihat dekat
Arka yang melihat itu pun tersenyum bahagia,karena ini kali pertama mamanya menyukai dan dekat dengan wanitanya.