
Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti perasaan Arka dan Diana saat ini.sesuatu yang sangat di dambakan oleh Arka akhirnya di kabulkan oleh Tuhan.
"Ehem permisi maaf menganggu",
Suara Dr.Wira menyadarkan Arka yang sedari tadi terus memeluk dan menciumi tubuh istrinya karena luapan rasa bahagianya.
"Mas epasin, ada Pak Dokter itu hlo",rengek Diana sambil mencoba melepaskan diri dari Arka.
Arka dengan terpaksa melepaskan pelukannya yang sebenarnya masih engan.
"Maaf menganggu keromantisan kalian,tapi ada hal penting yang harus saya sampaikan",
Dokter Wira menatap malas wajah sahabatnya yang merasa terganggu oleh kehadirannya.
"Kata mu istri ku baik2 saja lalu kenapa masih datang ke sini,menganggu saja,",
"Tuan Arka yang terhormat ini adalah rumah sakit bukan tempat bermesraan itu yang anda tau",balas Dr.Wira tak kalah angkuh.
"Dasar Dokter kelamaan jomblo makanya iri kalau lihat orang bermesraan.cepat katakan apa perlu mu datang ke mari",
Arka kini sudah berdiri berhadapan dengan Dokter Wira sahabatnya itu.saat bertemu mereka berdua memang selalu tampak tidak akur,meski kenyataanya mereka adalah sahabat baik.
__ADS_1
"Begini Tuan dan Nyonya Arka saya ingin mengucapkan atas ke kehamilan Nyonya Arka semoga sehat selalu untuk ibu dan calon buah hatinya",
Belum sempat Dokter Wira melanjutkan ucapannya sudah di cekal oleh Arka.
"Bisa tidak bahasa mu tidak usah seformal itu,kuping kuli mendengarnya",
Kata dengan tatapan sadisnya.
"Oke baik lah,jadi begini untuk beberapa hari ke depan istrimu harus di rawat karena keadaanya yang masih lemas.saat kehamilan istri mu masih sangat muda dan rentan jadi tidak di sarankan untuk melakukan pekerjaan berat termasuk kegiatan olahraga malam bersama kamu,tunggu sampai memasuki treemester kedua",
Jelas Dokter Wira panjang lebar yang di sambut dengan tatapan menyeramkan dari Arka.dia merasa keberatan soal larangan olahraga malam yang tidak di perbolehkan pada saat2 usia kehamilan Diana masih muda.
"Jika tidak ada pertanyaan aku akan kembali ke ruangan ku",lanjutl Dokter Wira.
"Tunggu aku ingin bertanya",
"Tanya apa silahkan",
"Kamu sudah gila ya,melarangku tidak berhubungan dengan Istri ku.mana aku bisa menahan untuk waktu selama itu Wir",
Dokter Wira yang mendengar hal itu hanya bisa menahan tawanya melihat wajah memelas temanya itu.
__ADS_1
"Ini demi kebaikan istri mu brother,jadi tahanlah hasrat mu untuk sementara waktu",
"Aisshh ini menyebalkan sekali",Kata Arka frustasi.
Sedangkan Dokter Wira memilih pergi dari pada mendengar protes dari sahabatnya tadi.
Arka mendengar suara Diana muntah lagi dan dengan segera Arka kembali ke ruangan istrinya dengan panik.
"Baby apa kamu baik2 saja,apa masih sakit?",
"Aku masih mual mas",
"Apa perlu aku panggi Dokter lagi Baby,aku nggak tega lihat kamu terus muntah seperti ini",
"Tidak perlu mas,tadi Dokter Wira sudah menjelaskan bahwa gejala mual dan muntah itu biasa di awal kehamilan,jadi kamu nggak isah takut mas",
Jelas Diana mencoba menenangkan suaminya.
"Anak Dady yang baik tolong jangan nakal ya di dalam perut Momy jangan buat momy mu mual terus ya,Dady sayng kalian",
Arka mengelus dan mencium perut Diana yang masih rata itu.berbicara dengan calon buah hatinya berharap dapat meredakan mual istrinya.
__ADS_1
#Jangan lupa Like , vote dan komen biar author semangat Up♥️♥️♥️