CEO Dingin Ini Telah Menjeratku

CEO Dingin Ini Telah Menjeratku
Agesya


__ADS_3

Beberapa kali ponsel Diana berdering si pemilik Ponsel sedang di kamar mandi pun segera bergegas keluar saat mendengarnya.


"Ya ampun jangan mas Arka,bisa ngamuk nih kalau nggak aku angkat telfonnya",


Diana berlari kecil menuju meja tempat ia menaruh ponselnya.


Saat ia melihat layar ponselnya ternyata bukan dari Arka,melainkan telfon dari Agestya.


"Iya hallo kak,maaf tadi baru mandi jadi nggak tau kalau ada telfon", to


Diana merasa tidak enak hati karena terlambat mengangkat telfon dari Agestya.


"Nggak apa2 Dii,kamu ada acara nggak hari ini?",


"Aku hari ini lagi nggak ada acara kak,cuma di rumah aja ini",n mm.


"Kita bisa ketemu hari ini?", BMN


"Eembb gimana ya kak,aku minta ijin dulu sama mas Arka dulu ya kak",


Diana sedikit ragu karena jika ia meminta ijin pada Arka sudah di pastikan 100/ tidak akan di perbolehkan.


"Cuma sebentar Dii nggak usah minta ijin segala",


"Emmbb oke lah kak kalau gitu",

__ADS_1


"Kita ketemu di cafe biasa ya Dii",


"Oke kak",


Diana pun dengan sedikit ragu mengiyakan permintaan Agestya.


"Semoga mas Arka nggak tau ",batin Diana.


Diana segera bersiap dan berangkat ke cafe tempat mereka janjian.Diana membawa mobil sendiri ia sengaja menolak saat ingin di antar sopir agar bisa leluasa menemui Agestya.


Setelah menempuh perjalanan 15 menit Diana pun sampai dan dengan segera masuk ke dalam cafe.


"Haii Dii",


Agestya melambaikan tangan kepada Diana.


"Belum,baru aja sampai Dii.kamu mau pesen apa?",


"hot coklat aja kak kaya biasa",


"Ok",


Setelah mereka selesai memesan makanan mereka pun bercita santai kesana kemari.Diana sebenarnya masih bertanya-tanya gerangan apa sampai Agestya ingin menemuinya secara tiba2.


"Dii kakak boleh jujur",

__ADS_1


Tanya Agestya kini dengan nada serius.


"Boleh lah kak,masak orang mau jujur pakai minta ijin dulu sih kak",


"Tapi kamu janji ya jangan marah setelah tau segala kejujuran aku",


"Nggak kak Diana nggak akan marah,janji",


"Dii aku mencintai mu,maafkan sebelumnya tapi aku bener2 nggak bisa mendem perasaan ini lebih lama lagi.mungkin ini saat yang tidak tepat,tapi inilah kenyataanya.mengapa dulu kakak mau di jodohkan sama kamu itu karena kakak benar2 menyukaimu",


Arka berkata tulus dari hati terdalamnya berharap Diana dapat mengerti perasaannya.ja benar2 tidak ingin Diana di miliki orang lain,apa lagi oleh Arka.


Entah mengapa setelah mendengar kabar Diana akan menikah dengan Arka membuat pikirannya kacau,hatinya seperti terasa sesak.


"Tunggu dulu kak maksud kakak gimana sih ini?Diana nggak belum paham kak",


Diana terkejut mendengar semua kejujuran perasaan Agestya,ia tidak pernah membayangkan bahwa Agestya benar2 menyukainya.selama ini ia hanya menganggap Agestya sebagai kakaknya saja.


"Dii intinya kakak mencintai mu,kakak mau kamu jadi teman hidup ku selamnanya.kita lanjutkan pernikahan kita dulu yang sempat gagal Dii"


Diana benar2 tidak bisa berkata apa2 kali ini,ia bingung harus berkata apa.ia tidak ingin membuat hati Agestya terluka,namun tidak mungkin juga dia menerima Agestya sebagai kekasih apa lagi sebagai suaminya.kini hatinya sudah menjadi milik Arka seorang.


"Kak maaf sebelumnya bukan maksud aku ingin menyakiti hati kakak,tapi aku sudah akan menikah dengan Mas Arka.dia sudah melamar ku dan Papa pun sudah setuju kak",


"ini belum terlambat Dii,kamu bisa tinggalin laki2 brengsek dan ikut aku.kita bisa menikah di luar negri atau dimana pun asal kamu bersedia ikut kakak",

__ADS_1


Agestya berusaha mengoyahkan dan membujuk Diana dengan segala cara.Agestya benar2 akan melakukan apapun untuk mendapatkan Diana kali ini.


__ADS_2