
"Mas kamu mau kemana lagi?kenapa sih harus hindari aku kaya gini?",
Kata Diana yang sudah tidak dapat membendung segala rasa yang bergejolak di hatinya.
Arka sama sekali tidak perduli dengan ucapan istrinya.ia terus berjalan hendak keluar dari kamar mereka.
"Mas kalau kamu masih anggap aku ini istri kamu stop berhenti,kita bicarakan dulu semuanya dengan kepala dingin.jangan seperti ini dong mas,kamu diemin aku trus hindarin aku kaya gini",
"Apa yang perlu di jelaskan,bukankah sudah jelas kamu berbohong pada ku hanya untuk menutupi laki2 brengsek itu dan lagi kamu juga terlihat begitu mesra dengan si brengsek itu.apa kamu mulai luluh dan menaruh hati padanya?",
Kata Arka dengan nada sensi dan tatapan mengerikan.
"Mas itu nggak seperti yang kamu kira saat itu aku bener2 lemes dan aku memang meminta bantuan Agestya untuk mengendong ku.saat itu tubuh ku memang terasa sangat lemas,aku tidak punya pilihan lain selain meminta bantuan dia mas.apa cuma karena ini kamu jadi semarah ini mas?",
"Apa kamu juga memintanya untuk mencium kening mu?",
"Mas aku juga nggak tau dia akan nglakuin itu sama aku pliss kita lupain masalah ini.aku benar2 minta maaf sama kamu mas,aku nggak mau lihat kamu marah kaya gini,aku nggak mau kamu diemin kaya gini",
Diana sudah terisak air matanya sudah tidak bisa di bendung lagi.
"Oke jangan nangis kaya gini,kasian anak kita",
Kata Arka sambil memeluk tubuh istrinya mencoba menenangkan.ia sadar dan menepikan sedikit egonya,ia teringat bahwa istrinya saat ini sedang mengandung buah cintanya.
"Kamu udah nggak marah lagi kan mas?",.
"Udah lupain,lagi pula aku juga kasih peringatan sama si brengsek itu.agar dia tidak berusaha mendekati mu lagi.apa dia gak lihat perut kamu udah mulai buncit kaya gitu karena keperkasaan ku",
Kata Arka dengan angkuhnya dan penih percaya diri.
"Maksud kamu beri dia pelajaran itu gimana mas?kamu apain Agestya,kamu nggak bunuh ria kan?",
Tanya Diana panik.
"Tadinya begitu,cuma aku masih berbelas kasian padanya",
"Mas plis deh jangan kaya gitu,kalau kamu bunuh orang trus di penjara trus aku gimana?anak kita gimana?aku jadi janda dong",
Cerocos Diana dengan wajah paniknya.
"Siapa juga yang berani penjarain aku sayang,apa kamu lupa siapa suami kamu ini?",
Kata Arka dengan penuh percaya diri sambil memeluk tubuh istri cantiknya.
"iiiisshh Dasar",
Kata Diana sambil membalas pelukan suaminya.ia sangat rindu kehangatan dari suaminya.
"Mas jangan marah lagi ya,aku bener2 nggak bisa kamu giniin",
__ADS_1
"Yang harus kamu tau aku paling nggak suka kamu berbohong dan lebih lagi ada laki2 lain yang berani sentuh kamu.aku bisa gila gara2 itu,jadi mulai sekarang hal sekecil apapun cobalah jujur sama aku",
"Heem ma maafin aku ya",
Arka memeluk erat istrinya ia sangat takut untuk kehilangan istrinya.
Sedangkan di tempat lain Agestya sedang kelimpungan karena saham perusahaannya merosot drasti.ia tau betul hal seperti ini yang bisa melakukannya hanyalah Arka.
"Brengsek dia mulia menyerang ku",
Kata Agestya sambil melempar berkas laporan perusahaan yang di berikan oleh sekertaris pribadinya.
"Urus semuanya dengan baik,aku akan beri pelajaran pada Bajingan tengik yang berani merusak kerajaan bisnis ku",
Agestya segera pergi meninggalkan kantor untuk memberi perhitungan pada Arka.ia sudah tidak tahan berkali-kali kalah telak dari Arka.
Belum juga dia menemukan cara untuk menghancurkan Arka tapi ternyata sudah lebih dulu melancarkan serangan untuk menjatuhkannya.
"Brengsek kamu dimana?kita selesaikan urusan kita secara laki2.jangan seperti banci menyerangku dari belakang",
Agestya langsung memaki Arka tanpa basa basi setelah telfonnya di angkat oleh Arka.
"Haiii santi dulu bro,apa kabar hari ini cukup membuat mu terkejut,sampai membuat mu kebakaran jengot seperti ini",
Balas Arka dengan nada santai dan terkesan mengejek.
"Bajingan,kita selesaikan ini secara laki",
"Di gedung XX,aku tunggu segera",
Agestya lalu menutup telfonnya dan bergegas ke tempat yang ia sepakati tadi.
"Saya siapa yang telfon?",
Tanya Diana penuh curiga.
"Dari orang gila yang belum bisa menerima kekalahannya sayang.aku pergi sebentar bereskan orang ini ya",
Kata Arka sambil mengecup kening istrinya lalu pergi begitu saja mengabaikan omelan istrinya.
"Ini pasti ada kaitannya dengan Kak Agestya,aku harus ikuti mas Arka",
Setelah beberapa saat Arka keluar dari parkiran rumah mewahnya Diana pun mengikutinya diam2,ia ingin tau keman Arka akan pergi.ia juga masih ingar ucapan suaminya saat berniat ingin membunuh Agestya,ia takut jika Arka akan benar2 melakukannya.
Arka terlalu fokus pada jalan sampai ia tidak sadar bahwa sedang di ikuti oleh istrinya.Diana terus menjaga jarak antara mobilnya dan mobil yang di kendarai Arka.
"Mas Arka mau kemana sih,kok masuk sini.ini kan arah ke gedung tua,dia mau ngapain coba ke sini",
Diana terus mengikuti suaminya dan sampailah di gedung tua yang sudah terbengkelai lama.ia terus bertanya-tanya kenapa suaminya ke sini,untuk apa dan bertemu siapa.
__ADS_1
"Tunggu2 ini bukanya mobil Kak Agestya?kenapa di parkir di sini?",
Diana terkejut begitu melihat mobil Agestya sudah terparkir rapi di halaman depan gedung.
Rasa khawatir mulai menyelimuti hati Diana.akhirnya mobil Arka terparkir di samping mobil Agestya,lalu Arka bergegas segera turun dan masuk ke dalam gedung.
Sedangkan Diana masih munggu sampai Arka masuk ke dalam baru ia bisa masuk ke halaman gedung.
Akhirnya Diana masuk ke halaman gedung dan segera masuk mengikuti suaminya.
"Apa kamu sudah memilih ini sebagai tempat terakhir mu?",
Kata Arka dengan nada meremehkan.
"Kita lihat saja ini akan menjadi tempat terakhir siapa",
Agestya yang sedari tadi sudah menahan emosi langsung menyerang Arka dengan membabi buta.namun Arka dengan sigap mengatasi serangan Agestya bahkan bisa memberikan serangan balik.
Saling adu tinju terus berlangsung sampai meraka terhenti karena suara teriakan dari Diana.
"Stop berhenti,apa kalian sudah gila?",
Teriak Diana penuh emosi,ia bisa melihat baik Arka mau agestya sudah sama2 memiliki luka di bagian wajah masing2.
"Apa kalian gila,kenapa harus sampai seperti ini?apa yang kalian ributkan sebenarnya?",
Diana terus mencecar mereka berdua dengan segudang pertanyaan.
Arka dan Agestya masih mengatur nafas masing2 yang masih memburu.ia cukup terkejut dengan kedatangan Diana.
"Mas Arka udah ayo pulang",
Kata Diana tegas dengan tatapan tajam.baru kali ini Arka melihat kilat kemarahan dari istrinya.
Saat Arka hendak melangkah menghampiri Diana tiba2 saja "buuugghh”,satu tinjuan keras mendarat di wajah tampanya.
"Brengsek....",
Arka kembali tersulut emosinya kembali menyerang Agestya.
"Stoppppp",
Kata Diana namun tidak di hiraukan oleh Arka dan Agestya.
Saat Diana mendekat berusaha melerai pertengkaran mereka Diana malah tersenggol oleh tangan Arka sehingga Diana terjatuh dengan keras ke lantai.
"Aaahhhh",
Diana meringis kesakitan sambil memegang perutnya.
__ADS_1
"Diana...",
Arka segera menghampiri istrinya dengan panik,begitu pun Agestya dia ikut panik melihat Diana yang meringis kesakitan.apa lagi saat melihat darah mengalir di sela2 kaki Diana mereka berdua semakin panik.