CEO Dingin Ini Telah Menjeratku

CEO Dingin Ini Telah Menjeratku
Masih Marah


__ADS_3

Sudah pukul 01.00 dini hari namun Diana belum bisa memejamkan mata.rasa kantuknya entah hilang kemana,pikirannya terus terfokus pada Suaminya yang sedang entah dimana.


Selang beberapa menit Diana mendengar pintu kamarnya terbuka.ia tau itu adalah Arka dan dia lebih memilih pura2 tidur.dirinya benar2 belum siap jika haru menjelaskan pada suaminya saat ini,takut juga dengan reaksi suaminya nanti bagaimana.


Arka masuk ke dalam kamar dengan langkah sempoyongan,sepertinya ia terlalu banyak minum tadi.


Arka melempar jaketnya ke sembarang arah,lalu ia sekilas melihat istrinya yang terlihat tidur dengan nyenyak di atas ranjang.suasana hatinya masih sangat kacau,cemburu masih menguasai dirinya.


Malam ini ia memilih tidur di sofa dari pada tidur nyaman di dekat istrinya.


Setelah beberapa saat memastikan Arka sudah terlelap Diana pun datang menghampiri suaminya.ia tatap wajah suaminya,ia merasa menyesal karena tidak jujur pada suaminya.


"Mas aku minta maaf",


Lirih Diana berbicara,takut membuat suaminya terbangun.lalu Diana menyelimuti tubuh Arka dengan selimut,ia tidak ingin suaminya kedinginan.


Diana pun kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan mencoba untuk tidur.setidaknya kini hatinya lebih tenang karena suaminya sudah pulang meskipun ia tau Arka masih marha padanya.


Beberapa saat kemudian Diana tertidur lelap,mengistirahatkan jiwa raganya yang lelah.


Pagi buta Arka sudah terbangun,melihat istrinya yang masih terlelap.lalu bergegas membersihkan diri ke kamar mandi.Arka sengaja bangun lebih awal sebelum Diana terbangun,ia masih engan untuk berbicara dengan istrinya karena ego dan rasa cemburunya masih mendominasi.

__ADS_1


Setelah selesai mandi dan bersiap Arka segera pergi tanpa berpamitan dulu denganbDiana.kali ini Arka benar2 marah dengan istrinya.


Diana akhirnya terbangun dari tidurnya dan terkejut saat melihat Arka sudah tidak ada di sofa tempat dia tidur semalam.


Diana segera bangkit dari tidurnya dan mencari Arka di kamar mandi,namun tidak ada.


"Mas,mas Arka kamu dimana?",


Kata Diana dengan panik,mencari sampai ke ballon kamarnya.hasilnya sama tidak ada.


Arka segera turun mencari Arka di bawah.


Tanya Diana pada Bik Inah.


"Maaf Nona,tuan Arka sudah pergi ke kantor setengah jam lalu"


"Apa,pergi ke kantor sepagi ini?",


Diana terkejut mendengar jawaban Bik inah,apakah Arka semarah ini sampai2 dia rela pergi ke kantor sepagi ini hanya untuk menghindarinya.


"Iya non,tadi tuan terlihat sedikit tergesa-gesa"

__ADS_1


Jelas Bik inah lagi.


"Oke bik,silahkan kembali bekerja",


Diana lalu kembali naik ke atas dengan raut wajah yang murung.ia mengambil ponselnya dan mencoba menelfon suaminya,namun tetap saja nihil Arka tetap tidak mau mengangkat telfon darinya.


"Apa ini cara mu menghukum ku mas,aku bisa gila kalau kamu seperti ini?",


Diana pun akhirnya menyerah setelah panggilan yang kesekian kali tidak di respon Arka.ia pun memutuskan untuk mandi saja untuk membuat dirinya lebih segar.


Sedangkan di Kantor Arka hanya marah dan marah seharian kepada setiap karyawannya yang membuta kesalahan meski pun hanya hal sepele,moodnya sangat buruk hari ini.


"Bos sebaiknya ada pulang saja lebih awal biarkan saya yang menyelesaikan pekerjaan ini.istirahatlah di rumah,selesaikan dulu hal yang lebih penting bersama Nona Diana.maaf bos jika saya lancang",


Kata Felix lirih di samping bosnya mencoba membujuk dan menenangkannya,karena ia tahu saat ini Arka sedang tidak fokus di kantor.fokusnya saat ini berada di rumah,memikirkan istrinya.


"Urus mereka semua yang tidak becus,kalau tidak pecat saja mereka semua"


Arka lalu bergegas keluar dari ruangannya dan menuju parkiran mobil.


"Apa aku benar2 harus pulang?",guman Arka sambil menyandarkan kepalanya di jok mobil mewahnya.

__ADS_1


__ADS_2