CEO Dingin Ini Telah Menjeratku

CEO Dingin Ini Telah Menjeratku
Next


__ADS_3

Hari demi hari yang manis telah di lalui Diana dan Arka.kini merek menjadi semakin dekat saja,Diana seakan mulai luluh dengan perhatian dan manisnya sikap Arka akhir2 ini.


Arka pun kali ini juga sudah memberi kebebasan Diana untuk melakukan kegiatan seperti semula.


ia juga di perbolehkan sesekali pulang ke rumah untuk menemui ayahnya.


Kini Arka pun juga sudah resmi menjadi Duren alias Duda keren.Diana pun kini tidak merasa menjadi simpanan ataupun pelakor lagi.


Diana sedang sibuk menyiapkan skripsi akhirnya,karena tinggal beberapa bulan Diana akan sidang akhir untuk wisudanya.


"Mas hari ini aku pulang agak telat,karena ada beberapa tugas yang harus aku selesaikan".


Kata Diana pada Arka saat sarapan bersama.


"Eembb oke nggak apa2,asal kamu jangan nakal aja di luar sana".


Kata Arka dengan tatapan tajam,sengaja ia menatap Diana dengan tatapan itu sebagai tanda peringatan.


"Ok Om2 galak ku",goda Diana sambil mengecup pipi Arka dengan genit.


"Jangan goda om sepagi ini ya anak manis,kalau tidak mau kena akibatnya",balas Arka dengan nada jailnya.


Diana hanya tertawa lalu pergi meninggalkan meja makan menuju mobilnya untuk berangkat ke kampusnya.


"Dasar gadis nakal",guman Arka.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukan pukul 08.00 malam,Diana yang sudah selesai kelas terakhirnya kini melangkah menuju parkir mobilnya berniat ingin pulang.


"Kenapa buru2 pulang sih Dii,ayolah ikut gabung temen2 kita main dulu",


Rengek Tiana saat temanya itu ingin bergegas pulang.


"Lain waktu aja Na,aku lagi buru2 nih kalau sekarang".


"Aaahh Nggak asik kamu Dii,mau ngapain sih jpam segini pulang?kamu kan juga udah lama nggak ikut kumpul kita2,ayolah Dii cuma sebentar aja hlo",Bujuk Tiana.


"Oke2 sNa,tapi aku cuma sebentar ya nggak bisa lama2".


"Nahh gt dong baru ini namanya bestie aku",Kata Tiana girang.


"Ya ampun gawat aku lupa ngasih kabar sama Mas Arka",guman Diana sambil segera bergegas menuju tempat sepi.


Ada beberapa pangilan tak terjawab dari Felix asisten pribadi Arka dan ada pulan beberapa pesan.


"Ya ampun tamatlah riwayatku,baru beberapa hari menikmati kebebasan".


Dengan segera ia membuka pesan teks tersebut,teryata itu dari Arka yang berisi bahwa dia ada urusan mendadak keluar kota untuk beberapa hari ini.


Membaca pesan itu Diana sedikit lega karena berarti nanti tidak harus takut karena pulang terlambat.


tak lama setelah itu ponselny kembali berdering,ternyata itu dari Felix.

__ADS_1


"Selamat malam nona,maaf kenapa jam segini anda belum sampai rumah.saya di tugaskan menjaga nona selama tuan di luar kota,jadi jangan melakukan hal2 aneh demi kebaikan nona dan saya".


kata Felix panjang lebar untuk memberi peringatan kepada Wanita istimewa milik tuannya.


"Iya Felix aku ini baru mau pulang,aku cuma main di rumah Tiana uq,nggak usah sepanik itu deh",Kata Diana mencari alasan.


"Baik nona,hati2 di jalan".


"Aku harus segera pulang nih sebelum Felix lapor sama Arka,bisa mati aku kalau sampai dia tau".


Diana hanya mengirim pesan pada Tiana,berpamitan kalau dia pulang duluan.dengan segera Diana pulang sebelum terjadi masalah baru.


Benar saja baru ia sampai di rumah Arka menelponnya.


"Baby kamu dimana sekarang,kata Felix kamu di ruma Tiana.apa benar?"


"Eeeemb iya mas,maaf tadi lupa ngasih kabar.tapi aku udah sampai rumah kok ini beneran",


Jawab Diana dengan nada gugup.


"Ok nggak apa2 kalau cuma sama Tiana,tpi lain kali haru ijin ke aku kalau mau pulang telat.ya udah baby selamat istirahat".


"Iya mas".


Diana membuang nafas panjang saat Arka mematikan telfonnya,kali ini aku lolos pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2