CEO Dingin Ini Telah Menjeratku

CEO Dingin Ini Telah Menjeratku
Next


__ADS_3

"Makasih sayang untuk malam ini",


Arka mengecup mesrah kening istrinya.


"Sama2 mas,ini kan tugas dan kewajiban aku sebagai istri melayani lahir dan batin suaminya",


Entah mengapa sejak hamil Diana menjadi lebih manis dan manja dengan suaminya.apakah karena bawaan bayi atau memang Diana makin cinta.


"kamu tidur duluan aja,kamu pasti capek kan.jangan begadang kasian anak kita sayang",


"Aku mau tidur tapi sambil di peluk",


Kata Diana manja dan mengemaskan.


"Oke sini aku peluk",


Arka pun memeluk tubuh istrinya dengan penuh kasih sayang membelai dengan penuh kelembutan membuat Diana terbawa ke alam mimpi.


Arka pun ikut terlelap sambil memeluk tubuh istrinya.


Pagi hari yang indah dengan matahari hangat menyapa dua insan manusia yang masih nyaman dengan saling memeluk satu sama lain.


Cahaya hangat mulai menyapa merambat masuk di sela2 jendela kamar megah itu.


"Mas udah pagi,bangun yuk",


"Eemmb sebentar lagi,aku masih betah di pelukan kamu",


"iiisshh apa sih dasar kamu mas",


Diana akhirnya bisa melepaskan diri dari pelukan tubuh kekar nan **** suaminya dan meninggalkan suaminya yang masih betah bergulung di bawah selimut.


Beberapa saat kemudian Diana sudah keluar dari kamar mandi dengan tubuh segar.pagi ini nampaknya baby di dalam perutnya sudah bisa di ajak kerja sama,karena pagi ini tidak membuat momy nya kuwalahan karena rasa mual.


Harum parfume yang berpadu dengan wangi sabun yang manis menusuk ke indra penciuman Arka,membuatnya membuka mata.


"Kamu mau kemana jam segini udah cantik banget sayang",


Sapa Arka pada istrinya yang masih sibuk merias diri di depan cermin


"Nggak kemana-mana mas,lagian ini udah siang mas.kamu cepet bangun mandi,kita sarapan bareng di bawah",


"Temenin mandi dong",


Goda Arka dengan nada serak khas bangun tidur.

__ADS_1


"Kamu nggak malu sama baby di perut aku kalau kamu semanja itu mas?",


Kata Diana sambil mengelus perutnya yang sedikit menyembul itu.


"Aku sekarang mau manja sama kamu,sebelum posisi aku di gantikan sama baby di perut kamu itu sayang",rengek Arka lagi.


"Udah deh nggak usah aneh mas,cepet mandi sana.aku turun duluan nyiapin sarapan buat kamu",


Diana tidak mengubris celoteh dan wajah di buat memelas.


Kita tinggalkan Arka yang masih ingin di manja2 ya gais🤣.


Diana dengan antusias menyiapkan sarapan untuk suaminya.hari ini adalah hari minggu jadi dapat di pastikan seharian ini Arka akan berdiam diri di rumah.


"Selamat pagi menantu kesayangan Mama",


Sapa wanita paruh baya yang masih sangat terlihat cantik itu.


"Mama...",


"Kapan Mama pulang dari Paris,kenpa nggak telfun Diana dulu Ma",lanjut Diana.


Diana dengan segera menyudahi kegiatan di dapur dan berlari menghampiri mertuanya itu.pasalnya sudah hampir 3 bulan ini Mama mayang tidak datang berkunjung ke rumah karena ada urusan pekerjaan di Paris.


Jangan salah walaupun di usia senjanya Mama Mayang masih sibuk dengan kegiatan bisnisnya di bidang properti.Usia boleh tidak lagi muda tapi jiwanya masih muda.


Kata Mama Mayang dengan wajah paniknya.


"Mama udah tau kalau Diana hamil?",


Tanya Diana pada Mertuanya,karena Diana dan Arka memang belum memberi tahu Mamanya.sebab tidak ingin membuat fokus mamanya yang sedang bekerja menjadi terpecah.


" keterlaluan ya Arka ini,kabar bahagia seperti ini dia tidak memberi tahu Mama.di mana dia saat ini biar mama hajar anak itu",


"Maa maaf Diana juga belum kasih tau Mama,soalnya nggak Mama jadi panik trus kerjaan di sana jadi nggak beres",


"Iya sayang nggak apa2,harusnya yang kasih tau itu suami kamu itu Nak.kamu pasti udah kerepotan kerena hamil muda pasti di sertai mual dan muntah",


Kata Mama Diana sambil mengelus perut Diana.


"Ngomong2 di mana suami mu,kenapa belum kelihatan.apa dia masih tidur?"


"Mas Arka masih di atas Maa,dia sepertinya kecapekan",


"Udah mau punya anak masih kebiasaan ya jam segini belum bangun.biar Mama bangunin,kamu tunggu sini aja",

__ADS_1


Mama Mayang bergegas naik ke lantai atas untuk membangunkan putra semata Wayangnya itu.dalam hati hecilny ia sangat rindu sosok Putranya.Akhir2 ini Arka memang jarang menghubungi Mamanya karena faktor kesibukannya.


"Arka bangun,ini sudah jam berapa.istri mu sudah sibuk di dapur kamu masih enak2 tiduran si kamar",


Suara nyaring Mamanya membuat Arka membuka mata juga.


"Maa kapan datang kenapa nggak kasih kabar dulu?",


Arka terkejut saat tiba2 mamanya sudah tepat berada di depan matanya dengan tatapan siap menerkam.Tatapan meminta penjelasan akan sesuatu hal.


"Dasar anak kurang ajar,beraninya tidak memberi tahu Mama kalau istri mu sedang hamil",


Mama Mayang berkata sambil memukuli tubuh Putranya dengan kesal.


"Ampun Maa ampun,maaf kan Arka maa.bukan maksud tidak memberi tahu maa,cuma Arka tau mama sedang sibuk dengan urusan di Paris,jadi Arka tidak mau merusak fokus Mama",


Arka berusaha menghindar dari amukan Mamanya dan segera bangkit dari tidurnya.


"Kamu Pikir kabar sebahagia ini dapat merusak fokus mama?kabar ini justru akan membuat Mama bahagia.kabar bahagia ini yang selalu mama Nantikan Ka,kabar akan menjadi seorang Grandma",


Tiba2 saja wajah cantik yang tadi terlihat sangat galak kini berubah sendu.


"Terimakasih Ka,kamu sudah memberikan mama bahagia yang luar biasa.sebentar lagi Mama akan menimang cucu dari kamu dan Diana",


Mama mayang memeluk Putranya dengan haru,air mata bahagia lolos begitu saja dari pelupuk matanya.


"Iya maa iya,udah dong jangan nangis gini.maafin Arka juga ya maa yang nggak seger kasih tau kabar bahagia ini ke Mama",


"Dasar anak kurang ajar",


"Tapi mama sayang kan sama anak kurang ajar ini,oh iya berkat kerja keras Arka sebentar lagi mama akan menimang cucu juga kan",


Akhirnya mereka saling berpelukan dan turun ke bawah menemui Diana.


Diana di meja makan sedang harap2 cemas takut jika suaminya di amuk oleh mertuanya,karena tau sifat Mertuanya jika sudah marah bagaimana.


"Lihat tuh istri kamu aja udah siap nunggu kamu di meja makan trus kamu masih enak2 tidur di kamar,nggak kasin apa sama istri dan calon cucu mama",omel mama Mayang lagi.


"Nggak apa2 kok Maa,ini kan hari minggu saatnya mas Arka istirahat.lagi pula kalau hari kerja Mas Arka selalu bangun pagi kok",


Diana berusaha membela suaminya yang terlihat memohon bantuan dari mimik mukanya.


"Tu kan maa Diana aja nggak ap2 kok",


"Dasar anak bandel",

__ADS_1


Mama mayang mencubit tangan Arka sampai si pemilik tangan meringis kesakitan.


Pagi ini mereka sarapan bersama dengan suasana bahagia dan canda tawa di setiap detiknya.


__ADS_2