CEO Dingin Ini Telah Menjeratku

CEO Dingin Ini Telah Menjeratku
REKAMAN CCTV


__ADS_3

Arka keluar dari kamar dengan wajah memerah karena menahan amarahnya.ia mengacak-acak rambutnya frustasi.merasa sangat kecewa dengan Diana yang tidak jujur dengannya.


"Felix carikan aku rekaman cctv di Swalayan XX dari pukul 13.00-14.30,segera!",


Kata Arka dengan nada tegas pada Felix.


"Baik bos",


Felix terheran ada apa lagi ini dengan bosnya,kenapa dari nada bicaranya terdengar tidak baik2 saja.


Dengan segera Felix mencari informasi yang di minta oleh Arka.ia tidak mau menunda barang semenit pun,ia takut membuat Arka semakin marah.


"Bik Inah",


Suara Arka terdengar tegas dan mengerikan,membuat siapa yang mendengar pasti merinding ketakutan.


"Iya tuan,ada yang bisa saya bantu",


Kata Bik inah sambil berlari dari dapur.


Dari tatapan Arka Bik inah sudah dapat memastikan bahwa Arka sedang marah.penyebab kemarahannya tidak lain dan tidak bukan karena hal yang masih sama,yaitu tentang Diana yang bertemu Agestya tadi siang.


"Bik kamu sudah cukup lama kerja bersama saya,tentu saja kamu sudah tau betul saya seperti apa.jadi tolong jelaskan dengan jujur tentang tadi di Market Diana ketemu atau bersama siapa?saya hanya ingin jawaban jujur bik",


Kata Arka dengan tatapan mengintimidasi membuat Bik inah semakin ketakutan.


"Anu begini Tuan,sebelumnya saya minta maaf.bukan maksud hati ingin membohongi anda tuan,tapi ini perintah dari Nona Diana untuk merahasiakan ini semua tuan.jadi tolong maafkan saya",


Kata Bik inah dengan nada terbata-bata karena ketakutan.


"Jelaskan saja semuanya,aku tau kamu hanya mengikuti perintah dari Istri ku.jadi ini buknq sepenuhnya salah kamu",


"Baik tuan saya akan jelaskan,jadi begini tuan tadi siang saat di Market setelah selesai belanja dan makan siang tiba2 saja Nona Diana merasa mual dan dia pergi ke toilet.saya juga tidak tau persis tuan apa yang terjadi di toilet yang pasti setelah itu Nona Diana keluar dari area toilet dan menuju parkiran sudah dalam keadaan lemas.lalu anu tuan Nona Diana kemungkinan tidak sanggup berjalan jadi di gendong sama Tuan....",


Bik inah ragu untuk melanjutkan ucapanya,takut dengan reaksi Arka.


"Lanjutkan !!",


Kata Arka dengan nada sedikit meninggi.


"Tuan Agestya ",


Lanjut bik inah.


Mendengar semua penjelasan Bik inah sukses membuat Arka terbakar api cemburu.Arka segera pergi meninggalkan Bik Inah segala rasa takut dan bersalahnya.


Arka kembali naik ke kamar dan melihat istri cantiknya yang masih tertidur pulas.ingin rasanya ia memaki Diana atau menghukumnya tapi ia tak sampai hati,mau bagaimana pun saat ini Diana sedang mengandung benih cinta darinya.


Arka pun memutuskan untuk mencari udara segar keluar,ia mengambil kunci mobil dan pergi untuk menemui Felix asistenya.


Arka keluar dari kamar dengan sengaja membanting pintu kamar dengan keras,membuat Diana terkejut.


"Mas mau kemana?",

__ADS_1


Tanya Diana.


Arka sama sekali tidak menghiraukan pertanyaa istrinya,ia terlalu larut dalam amarahnya.


"Saya sudah mendapatkan yang minta bos,saya kirim lewat email",


"Tidak perlu,kita ketemu di caffe AA saja.saya tunggu di sana",


Kata Arka sambil menutup ponselnya dan kembali fokus ke jalan.pikirannya terus melayang,membayangkan istrinya di gendong laki2 lain dan terlebih lagi laki2 itu adalah musuhnya membuat Arka merasa sangat marah.


Sedangkan Diana merasa ada yang aneh dengan Arka segera bangkit dari tidurnya.ia mengambil ponselnya yang terletak di atas nakas,dia berniat akan menghubungi Arka.


Namun betapa terkejutnya saat membuka ponselnya ternyata ada pesan dari Agestya tapi sudah dalam keadaa terbaca.


"Aduhh gawat,pasti karena ini makanya mas Arka marah",


Kata Diana dengan wajah paniknya.


Dengan segera Diana turun kebawah mencari suaminya namun sudah tidak ada di rumah.


"Bik tau mas Arka kemana?",


Tanya Diana pada bik Inah.


"Non maaf kan bibik non,bibik nggak ada pilihan lain selain berkata jujur pada tuan",


Kata Bik inah yang terlihat menyesal.


"Oke nggak apa2 bik,sekarang yang penting Bik Inah tau nggak mas Arka kemana?",


"Oke bik makasih",


Diana lalu mencoba menghubungi Arka namun tidak ada respon sama sekali.Diana mulai gundah tidak biasanya Arka marah lalu pergi dari rumah.


"Mas kamu dimana,ayo angkat dong",


Diana mulai menangis karena rasa gelisah,entah kali ini ia merasa Arka benar2 marah.


Di tempat lain Arka sedang bersama Felix,Arka terlihat sangat terkejut saat melihat isi rekaman cctv di Swalayan tempat Istrinya tadi berbelanja.Arka melihat dengan jelas saat Diana di gendong dengan mesra oleh Agestya,bahkan sebelum Diana masuk ke mobil Agestya sempat mengecup kening istrinya.


Sungguh hati Arka merasa seperti terbakar habis,rasa sesak menyeruak di dadanya.


"Aahh sial",


Arka mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Temani aku minum",


Beberapa saat kata2 itulah yang muncul dari bibir Arka.


"Baik bos",


Arka hanya melihat sekilas saat ponselnya berkedip2,terlihat siapa yang menelfon dari tulisan di layar ponselnya.Arka sama sekali tidak berniat mengangkat telfun itu.

__ADS_1


"My Wife",begitulah tulisan di ponsel Arka.


Arka masih fokus pada gelas berisi kan wine dengan merk ternama yang ada di tangannya itu.ia ingin menghilangkan sedikit beban di pikirannya dangan minuman itu.


"Bos Nona Diana menelfon saya"


Kata Felix sambil menunjukan layar ponselnya.


"Kata kamu tidak sedang bersama ku",


"Baik",


"Iya hallo Nona Diana,ada yang bisa saya bantu",


"Felix kamu sedang bersama mas Arka?",


"Maaf Nona Saya sedang tidak berama dengannya"


Kata Felix sesuai yang di perintahkan oleh Arka barusan.


"Kamu tau di kemana?dia pergi dari rumah sejak sore tadi,aku telfon tidak ada jawaban",


Kata Diana kini sudah sambil menangis.


"Eembb tenang saja Nona,Tuan Arka tidak mungkin kenapa2.dia mungkin hanya sedang pergi tidak ingin di ganggu saja",


Kata Felix mencoba menenangkan istri bosnya",


Sedangkan Arka kini sedang fokus mendengarkan percakapan Antara Felix dan istrinya.ia bisa mendengar sama2 suara istrinya yang sedang menangis,hati kecilnya mulai tergerak namun tidak dengan egonya.


"Ya sudah,jika mas Arka menghubungi mu tolong beri tahu saya",


"Baik Non",


Felix menutup telfunnya.


"Apa kata dia?"


Tanya Arka memastikan.


"Nona Diana mencari anda bos,dia terdengar sangat gelisah bahkan tadi sepertinya menangis.pulanglah selesaikan semuanya secara baik2.istri anda sedang hamil tidak baik membuatnya bersedih.atau jika anda belum ingin pulang telfon saja dia bilang anda tidak pulang malam ini",


Felix memberanikan diri menasehati bosnya itu.


"Biarkan saja Felix,kali ini dia memang pantas merasakan itu",


"Tapi dia sedang mengandung calon buah hati mu bos,apakah anda tidak mengkhawatirkan tentang hal itu",


"Telfon atau kirim pesan teks ke dia,bilang aku tidak pulang malam ini",


Akhirnya Arka mendengarkan saran dari asistennya itu.


"Baik bos",

__ADS_1


Felix menelfon Diana mengatakan Arka tidak pulang malam ini.Diana sedikit lega walau dia ingin sekali Arka pulang dan menjelaskan semuanya padanya agar Arka tidak salah paham.


Namun Diana tidak ingin memaksa Arka pulang malam ini,ia tau mungkin Arka sedang ingin waktu sendiri untuk menenangkan dirinya.


__ADS_2