
"Kok bengong Dii,ada apa??"
Tanya Agestya pada Diana membuyarkan lamunannya.
"Eeembb nggak apa2 kok,kak maaf aku masih ada urusan lain nih.kalau aku dulan nggak apa2 kan kak?"
"Aku masih pengen ngobrol banyak sebenarnya sama kamu Dii,tapi nggak apa2 sih kalau kamu masih ada acara lain",kata Agestya.
Namun tiba2 ponsel Diana berdering, terkejut sekalikus jelas nampak pada wajah Diana.
"Maaf kak aku angakat telfun dulu",kata Diana sembari berjalan sedikit menjauh dari Agestya.
"Hallo baby,kamu lagi dimana,kenapa nggak ngasih kabar?",tanya Arka.
"Aku aku baru aja pulang kuliah mas,baru aja mau kabarin kamu",Kata Diana dengan nada gugup.
"Kuliah,ini kan hari minggu?"
"Dii kamu mau pulang sendiri apa aku antar?".
__ADS_1
Agestya sengaja bertanya pada Diana yang sedang menerima telfun dari Arka.ia memang sengaja melakukan itu untuk menyulut amarah Arka.
"Matilah aku",batin Diana.
Kini Diana sudah panas dingin karena ketakutan,membayangkan amukan Arka jika tau dirinya saat ini sedang bersama laki2 lain apalagi laki2 itu adalah Agestya,calon tunangannya dulu.
"Kamu lagi sama siapa,apa kamu sedang bersama laki2 lain baby?",Tanya Arka dengan suara pernuh curiga.
"Aku lagi sama itu mas anu",
Diana mulai gelagapan mencari alasan,namun percuma saja dia beralasan karena akan tidak akan semudah itu percaya apa lagi semua alasan Diana sangat tidak masuk akal.
"Kamu tau kan baby aku sangat tidak suka di bohongi dan aku juga tidak suka wanita bermain api di belakangku,katakan dengan jujur saat ini kamu dimana dengan siapa.jangan membuatku semakin marah".
"Mas aku nggak bohong,saat ini aku lagi mau pulang kuliah kebetulan itu tadi temen aku jail banget"
"Ooh oke awas kalau sampai kamu berani bermain2 di belakangku".
Kata Arka sembari menutup telfonnya.
__ADS_1
Arka paham betul bahwa gadis kecilnya sedang tidak berkata jujur.raut wajahnya terlihat sangat marah karena Diana mulai berani berbohong.
"Felix cari tau kemana saja dan ngapain aja Diana di rumah selama aku di sini.carikan penerbangan tercepat hari ini,kita akan kembali ke rumah",
Kata Arka lewat telfon pada asistennya.
"Baik tuan",
Felix hanya menjawab singkat karena paham betul bila saat ini suasana hati Arka dengan tidak baik,terdengar dari suaranya yang teramat sangat dingin.
Tak lama setelah itu Felix masuk keruangan kerja Arka untuk.
"Penerbangan tercepat hari ini pukul 14.00 tuan,saya sudah memesankan tiket untuk anda.kalau semua pekerjaan sudah selesai kita bisa berangkat",Kata Felix.
"Eembb Oke kita segera pulang,gadis kecilku sepertinya sudah mulai berani berulah sekarang.bagaimana kamu sudah dapatkan informasinya?"
Kata Arka sambil berjalan keluar ruangan kerjanya di kantor cabang perusahaan miliknya.
"Sebentar lagi tuan,anak buah saya sedang mencari informasi yang anda inginkan".
__ADS_1
Mereka saat ini sudah menaiki mobil menuju bandara di kota Xxx.sepanjang perjalanan Arka tak berbicara sepatah katapun,terlihat jelas kilat kemarahan dari sorot matanya yang tajam.
Suana di dalam mobil hening dan dingin mencekam.Felix yang duduk di samping Arka pun sampai merasa merinding melihat ekspresi wajah bos nya saat marah.