
keesokan paginya Diana terbangun dengan tubuh yang rasanya ngilu semua,ia berusaha berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Arka masih tertidur pulas di kamar lainya,semalam tidak bisa tidur baru beberapa saat lalu ia bisa memejamkan matanya.
"Aauuhh kenapa rasanya sesakit ini,seperti baru pertama kalinya saja",
Diana berjalan tertatih sambil menahan rasah nyeri di bagian bawahnya.
Beberapa saat setelah ia selesai berpakaian akhirnya ia turun kebawah untuk sarapan.
"Kemana dia kenapa belum terlihat,semalam tidur dimana?",guman Diana.
"Maaf Nona Diana,jika anda mencari tuan ia seperti tidur di kamar tamu",Kata pelayan.
"Apa dia belum bangun bik?"
"Sepertinya belum non.semalam bibi denger ada ribut2 di halaman depan non,sepertinya tuan sedang marah dengan seseorang karena terlihat tuan berkelahi dengan orang itu".
"Apa bik Mas Arka berantem,sama siapa bik?"
__ADS_1
"Iya non,tuan terlihat sangat marah sekali.bibi nggak tau non sama siapanya,tapi bibi belum pernah lihat orang itu".
"Oh ya udah bik makasih ya atas infonya'.
"Sama2 non,tapi jangan bilang sama tuan kalua bibi kasih tau ya non."
"Tenang bik",Kata Diana sambil mengoles selai coklat pada rotinya.
Diana sarapan dengan pikiran bertanya-tanya,siapakah orang
yang di hajar Arka,apa jangan2 Agestya.
Diana bergidik membayangkan betapa brutalnya Arka semalam saat menguasai tubuhnya.antara gairah dan kemarahan ia luapkan semuanya semalam.
"Aku kirim pesan aja kali ya,aku sedikit khawatir keadaan kak Agestya".
Diana pun memutuskan untuk mengirim pesan pada Agestya.
"Kak ini nomorku ,Diana.kamu baik2 saja kan kak?",
__ADS_1
Setelah selesai mengirim pesan pada Agestya ia pun juga beranjak dari meja makan.ia berjalan sambil sesekali berhenti karena ia merasakan nyeri di bagian pangkal pahanya.
Diana pun memutuskan untuk melihat ke kamar tamu apa benar Arka tidur di sana.
Dengan perlahan ia membuka pintu kamar itu dan benar saja Arka masih tertidur pulas di sana.
"Apa dia benar2 marah hanya karena aku tidak sengaja bertemu kak Agestya,dasar om2 cemburuan",batin Diana.
Diana mengamati Arka dari ujung rambut sampai ujung kaki.ia memastikan apakah ada luka di tubuh Arka,bekas perkelahian semalam.
Diana melihat tangan Arka memar,seperti habis memukul sesuatu dengan keras.dengan perlahan Diana memegang tangan Arka yang terluka.
Diana tidak berniat membangunkan Arka,karena ia masih takut kalau Arka kembali marah saat terbangun nanti.
Setelah memastikan tidak ada luka serius di tubuh Arka Diana pun keluar dari kamar ini.
Namun sebenarnya Arka sudah terbangun saat menyadari ada tangannya di sentuh oleh Diana.saat Diana berjalan menuju pintu keluar ia memperhatika jalan Diana yang nyaris mirip seperti bebek.
Arka sebenarnya sedikit iba,semalam ia memang lepas kendali.ia memperlakukan Diana dengan sedikit kasar dan mungkin tubuh belum terbiasa menerima serangan Arka yang begitu bertubi-tubi.
__ADS_1
"Itu hukuman untuk gadis nakal yang berani bermain-main di belakangku,jika berani macam-macam lagi akan aku beri hukuman lebih dari itu",batin Arka.