
Mereka berbaring di tempat tidur yang saafhma,namun sama sekali tidak saling berbicara,suasana kamar itu sangat hening.
Diana merasa tidak nyaman dengan sikap dingin Arka pada dirinya.ia akhirnya memberanikan diri untuk memulai pembicaraan pada Arka.
"Mas aku mau jelasin semuanya,ada kesalah pahaman di sini",
Kata Diana sambil membalikan badannya,kini ia bis melihat dengan jelas dada bidang milik Arka yang samar2 masih terlihat bulir2 keringat bekas percintaan mereka beberapa saat lalu.
Namun Arka sama sekali tidak bergeming,matanya masih terpejam.Diana meyakini Arka saat tidak sedang tidur ia hanya memejamkan mata saja.
"Mas apa kamu beneran tidur,aku nggak mau di cuekin kaya gini"
Kata Diana sambil mendekatkan wajahnya di samping telinga Arka.namun Diana sangat terkejut saat tiba2 Arka membalikan tubuhnya,membuat wajah mereke kini saling berhadapan.
"Aku tidak membutuhkan penjelasan apapu,aku hanya membutuhkan ini untuk sedikit mengalihkan kemarahanku".
Kata Arka sesaat sebelum kembali men...cciiiumm bibir Diana.
Diana terkejut dan mencoba lepakan Arka dari tubuhnya,namun percuma saja seperti yang sudah2 ia gagal.
"Mass aaahh sakit mas".
Diana meringis kesakitan karena benda kenya miliknya kembali di mainkan dengan gemas oleh Arka.
"Nikmati saja,ini hukuman untuk gadis nakal sepertimu".
__ADS_1
Diana terus berontak bahkan menangis saat Arka mulai bermain dengan sesuk hatinya.namun percuma Arka sama sekali tidak mendengarnya.
Arka sudah di kuasai oleh amarah sekalikus rasa rindunya setelah beberapa hari ini berada jauh dari gadis kecilnya.hanya saja karena rasa cemburunya membuatnya berbuat sedikit kasar malam ini.
"Mas hentikan,aku udah capek dan sakit juga mas",
Rengek Diana saat Arka terus memimpin permainan.malam ini akan jadi malam yang panjang sekaligus berat untuk Diana.ia harus melayani kegilaan Arka malam ini.entah setan mana yang merasuki laki2 itu ia seakan sangat bergairah malam ini.
Sampai saat yang di nantikan Diana pun tiba,Arka melakukan pelepasannya.melihat Diana yang sudah terlihat sangat pucat membuat Arka mengurungkan niat untuk melanjutkan hukumannya.ia berniat akan membuat Diana kapok dengan cara seperti tadi.
Karena Arka tidak ingin terbawa suasana kerena iba dengan Diana ia pun memutuskan untuk meninggalkan Diana.Arka memutuskan untuk pergi keruang kerjanya meninggalkan gadis kecilnya yang masih meringkuk di bawah selimut dengan berderai air mata.
"Kenapa aku malang sekali,berada di dalam cengkraman lelaki iblis seperti dia yang sama sekali tidak memiliki perasaan,tubuhku rasanya sudah hancur di buatnya lalu di meninggalkan ku sendirian di sini tanpa mendengarkan sepatah kata pun dari bibir ku",
Diana terus menangis meluapkan kekesalannya sekaligus penyesalannya.ia sebenarnya sadar betul telah membuat kesalahan pada Arka.
"Tuan saya sudah membawa orang yang anda cari,saya sudah di depan'.
Kata Felix lewat sambungan telepon kepada Arka.
Tanpa menjawab sepatah katapun Arka segera menemui orang itu.ya tidak lain dan tidak bukan orang di maksud adalah Agestya.Arka sudah sangat geram tidak sabar ingin menghabisi laki2 yang sudah berani menyentuh wanitannya.
"Oohh hallo Arka Laksmana Angkasa,ada apa kah gerangan sampai seorang Arka sampai repot2 mengutus seseorang untuk menjemput ku",
Kata Agestya dengan santainya.
__ADS_1
Tanpa ba bi bu Arka langsung mendaratkan sembuah pukulan hangat dengan penuh kemarah ke wajah Agestya,membuat si pemilik tubuh itu terhuyung kebelakang.
"Haaii man,santai dulu kita bisa bicarakan ini baik2.kita ini sama2 seorang pembinis bukankah kita terbiasa dengan cara bernegosiasi",
"Aku tidak sudi bernegosiasi dengan laki2 pengecut seperti kamu"
Kata Arka sembil meluncurkan pukulan yang kedua kali namun bisa di tepis oleh Agestya.
"Kenapa kamu semarah ini hanya karena gadis kecilmu itu berbicara dengan ku,apa kamu takut dia berpaling dan memilih kembali bersamaku",Ledek Agestya yang membuat darah Arka kembali mendidih.
"Tutup mulut sampahmu itu",
Kini pulan Arka tidak mampu di tahan oleh Agestya,kini tubuh Agestya sudah tersungkur di lantai dan di hajar tanpa ampun oleh Arka.darah sudah bercucuran di wajah tampan milik Agestya.
"Heeii dengar bung,sekalipun aku hancur hari ini tpi tidak akan merubah niatku untuk merebut gadis kecilku.sebelum kamu mengenalkan dia adalah milik ku",kata Agestya dengan nada lirih namun masih dengan nada penuh percaya diri.
"Brengsek,sampai kapan pun Diana adalah milik ku jangan pernah bermimpi".
"Hahaha dia tidak sepantasnya berada di sisi iblis seperti kamu.lagi pula ia bersamamu bukan karena sebuah ketulusan tapi karena akal licik kamu menjeratnya dengan sebuah ancaman dan perjanjian",lanjut Agestya.
buuggg buugg tinjuan maut berkali-kali mendarat di wajah Agestya yang akhirnya membuatnya tak sadarkan diri.
"Bawa sampah ini keluar",Kata Arka kepada Felix.
"Baik tuan",
__ADS_1
"Sial pengecut itu berani mengancam ku,seujung kuku pun kamu kembali menyentuh Diana akan ku buat kamu menghilang dari bumi ini selamanya".