CEO Dingin Ini Telah Menjeratku

CEO Dingin Ini Telah Menjeratku
Wanita Ular


__ADS_3

"Hallo ma,selamat pagi",Sapa seseorang di sebrang telfun.


"Eembb iya pagi,ada apa uq tumben telfon"


Jawab mama Mayang datar tanpa ekspresi.


"Hari ini mama ada acara nggak,aku mau ngobrol nih sama mama".


"Mama hari ini ada acara Sonya maaf lain waktu aja ya".


"Ma aku mau ngomongin masalah aku sama Arka ma.Dia sekarang melihara wanita lain di belakang aku ma,malahan mereka udah tinggal satu rumah ma",


Sonya mengadu,berharap dapat dukungan dari mama Arka.namun sepertinya percuma saja,mama Mayang sudah mengetahui kebusukan sonya sejak lama.


"Itu kan urusan rumah tangga kalian,coba deh selaikan berdua dulu.mama Nggak mau ikut campur Sonya,kalian kan juga udah dewasa kan".


"Arka bersikeras mau ceraiin aku ma,hari ini aku udah dapat panggilan dari pengadilan ma.tolong ma bujuk Arka buat tarik semua gugatannya di pengadilan ma.Aku masih cinta banget sama Arka ma,Aku nggak bisa hidup tanpa dia".


Kata Sonya di buat memelas agar mendapat simpati dari mama Mayang.


"Dasar wanita ular munafik,kamu bukanya tidak bisa hidup tanpa Arka tapi kamu tidak bisa hidup tanpa kemewahan yang di berikan oleh Arka",


Batin mama Mayang.


"Maaf Sonya kamu kan tau sendiri Arka kalau udah buat keputusan nggak bisa di ganggu gugat.mama nggak bisa bantu maaf"


"Mama ini gimana sih,kok nggak mau bantuin menantu mama.Arka itu salah ma,dia selingkuh".


Lanjut Sonya kali ini dengan nada mulai sedikit tinggi.


"Sonya kenapa Arka bisa selingkuh,coba deh tanya diri kamu sendiri apa kamu udah bener apa belum jadi istrinya Arka".


Emosi mama Mayang mulai tersulut kali ini.


"Maksud mama apa sih?"


"Mama udah tau semua kelakuan kamu di belakang Arka,jadi nggak usah sepenuhnya nyalahin Arka.udah nggak usah ganggu mama".


Kata Mama Mayang dengan ketus dan segera menutup telfonnya.


"Dasar wanita ular",guman mama Mayang.


#kita tinggalkan keriwehan wanita ular di atas ya genk kita mulai masuk ke Arka dan Diana yang lagi hott😄


Dering ponsel yang nyaring mengusik Diana yang sedang berhias di depan cermin.sekilas Diana melihat kayar ponsel Arka dan melihat tulisan Sonya.

__ADS_1


"Mas cepetan mandinya ada telfun".


Teriak Diana pada Arka yang masih di dalam kamar.


Rupanya Arka memang sudah selesai dan dengan segera kuar dari kamar mandi.


"Telfun dari felix lagi mungkin,biarin aja nggak penting".


Jawab Arka singkat sambil mengusap rambutnya yang masih basah dengan handuk.


"Bukan dari Felix mas,tapi dari Nyonya Sonya".


Lanjut Diana dengan ragu2.


"Kenapa lagi wanita itu,bikin mood ku buruk saja".


"Angkat dulu mas,siapa tau penting".


Dengan terpaksa Arka pun mengangkat telfun dari Sonya,wanita yang sebentar lagi akan jadi mantan istrinya itu.


"Ya ada apa lagi?".


Kata Arka ketus dan dingin.


"Mas kamu tega,kenapa kamu tega mau ceraikan aku.kita harusnya bisa omongin semuanya baik2 mas.tolong maafin aku mas".


"Sudahlah Sonya cukup dengan semua drama kamu selama ini,kita sudah berakhir".


"Tapi mas aku mau jelasin semuanya,aku nggak seperti yang kamu kira".


"Aku udah muak sonya dengan semua tingkah kamu di belakang aku,kamu keluar masuk sama laki2 hidung belang dan semua kelicikan kamu di belakang aku selama ini,aku udah muak".


Kata Arka dengan penuh emosi,.


"Apa karena sekarang kamu udah punya wanita ****** itu makanya kamu mau ceraiin aku mas?aku akan buat wanita ****** itu menyesal",Ancam Sonya.


"Heeii jaga ucapanmu,seujung kuku kamu berani sentuh ataupun usik dia kamu berurusan denganku".


Kata Arka smabil menutup telfonnya lalu melemparny ke atas ranjang.


"Aarrrggg dasar wanita sialan".


Kata Arka yang sudah naik darah sambil mengepalkan tangannya.


Diana yang melihat reaksi Arka hanya terdiam mematung,ia tidak ingin membuat Arka semakin marah lagi.

__ADS_1


"Mas mau buatkan kopi".


Kata Diana ragu2 ,inging mencairkan suasana.


"Boleh",jawan Arka dingin dan singkat.


Namun saat diana bangkit dari kursi dan hendak berjalan dia meringis kesakitan di bagian bawahnya.


"Aduuhhh awwww".


Kata Diana sambil kembali duduk.


"Kamu kenapa baby,apa masih sakit?udah istirahat jangan kemana-mana dulu".


Kata Arka yang panik melihat gadis kecilnya kesakitan.


"Masih mas,tpi nggak apa2 kok".


"Udah nggak usah maksain kemana2,kamu tiduran aja di kasur".


Kata Arka sambil mengendong Diana ke atas kasur.


"Aku kan mau buatin kamh kopi mas,aku beneran nggak apa2 mas",


"Kamu jangan bandel sayang,nurut aja deh.aku bisa suruh bi inah buatin kopi.sekalian sarapan buat kamu",kata Arka.


"Bik tolong buatin kopi,sekalian sarapan untuk Diana ya.tolong antar ke kamar ya".


Kata Arka saat menelfon pembantunya yang ada di dapur.


"Baik tuan".


"Mas aku nggak enak kalau harus di layanin kaya gini,aku kan bukan majikan di rumah ini".


Kata Diana yang merasa segan.


"Baby kamh wanitaku,jadi semua pelayan di rumah ini juga harus melayani dan patuh sama perintah kamu".


Kata Arka sambil mencubir pipi Diana.


"Aaauuw sakit mas".


"Sakitan mana sama yang semalam baby?",Goda Arka.


"iiiihhh apa sih mas,mulai mesum deh",Pipi Diana mulai memerah.

__ADS_1


Arka hanya tertawa melihat Diana yang mulai slaah tingkah di buatnya.Arka memang suka sekali membuat Diana tersipu malu.


__ADS_2