
"Suadahlah Dii,kamu ini berada di tangan yang tepat dia memiliki segala yang di inginkan wanita.kamu cukup menuruti semua perintahnya dan hidupmu akan terjamin dan ayah juga selamat dari kebangkrutan",Kata Ayah Diana tanpa memperdulikan perasaan anaknya.
"Harapan terkhir ku adalah ayah,tpi ternyata aku salah ayah justru menjual ku pada iblis itu demi perusahaan ayah,aku kecewa yah",Kata Diana sambil menutup telfonnya.
Bramtyo ayah Diana memang telah melakukan kesepakatan dengan Arka,bahwa ia akan meyerahkan Putrinya dan Arka akan membantu meyelesaikan semua urusan perusahaanya.mungkin sedikit gila memang,menyerahkan anak gadisnya pada pria beristri dengan usia terpaut lumayan jauh demi kelangsungan perusahaan.tapi mau bagaimana lagi,dia sudah posisi terpojok,lagi pula Arka memiliki segala anaknya pasti akan bahagia pikirnya.
"Percuma kamu merengek pada ayahmu baby,dia dalam kendaliku saat ini",kata Arka penuh kemenangan.
Sementara Diana masih terus menangis meratapi nasib sialnya.ia sangat kecewa pada ayahnya yang telah menjualnya pada laki2 beristri demi kepentingan pribadi ayahnya.
"Apa aku akan benar2 berakhir menjadi simpanan om2",lirih kata Diana.
Tak berapa lama Diana mendengar Deru mobil masuk ke pekarangan rumahnya,ia segera masuk kamar karena takut jika itu Arka.bisa kena masalah jika dia tau aku Diana diam2 menelfon ayahnya,pikir Diana saat itu.
"Tok tok tok",suara pintu kamar Diana di ketuk dari luar.
"Ya sebentar ",kata Diana.
"Selamat siang nona,saya di perintahkan tuan Arka untuk menjemput nona untuk makan siang di luar",kata Felix sopan.
"Aku nggak mau makan",kata Diana cuek.
"Perintah tuan jika and menolak tetap harus kami paksa nona,jadi berkerja samalah dari pada semua semakin rumit"
"Kenapa sih dia selalu memaksakan kehendaknya,aku ini manusia bukan barang yang aku juga behak menetukan pilihan mau atau tidak".
Dering suara ponsel Arka menghentikan ocehan Diana.
"Ya tuan saya sudah sampai rumah",kata felix.
"Serahkan ponsel mu pada Diana",kata Arka dengan suara khas sedingin es batu.
"Aku tidak mau makan siang dengan anda,sebelum anda mengembalikan ponsel saya dan semua kebebasan saya",kata Diana ketus.
"Jangan banyak protes,ikuti saja perintah ku dan kamu akan bahagia.jika kamu menolak aku akan menyeret mu dengan tangan ku sendiri",kata Arka penuh ketegasan.
__ADS_1
Seketika nyali Diana menciut saat mendengar ucapan Arka,karena dia tau Arka tidak pernah main2 dengan ucapannya.
"Iya aku bersiap",kata Diana pasrah lalu masuk ke kamar untuk bersiap.
Beberapa saat kemudian Diana keluar dengan drees santai selutut dan tidak lupa tas kecil sebagai pemanis penampilannya
"Sudah siap nona,mari saya antar".
Diana tak menjawab hanya berjalan mengekor mengikuti di belakang Felix lalu masuk ke mobil dan duduk diam tanpa banyak bertanya dia akan di bawa ke restoran mana.perjalanan tidak terlalu lama dan mereka pun sampai.
"Sudah sampai nona,Silahkan anda masuk Tuan sudah menunggu anda di dalam",kata Felix saat membukakan pintu mobil.
Diana masih tak menjawab Diana hanya langsung keluar begitu saja dan berjalan masuk ke dalam restoran.
Saat masuk ke dalam dia tercengang,karena restorannya begitu mewah dengan interior yang luar biasa indah.
"Kenapa restoran semewah ini begitu sepi,tidak ada pengunjung padahal ini kan jam makan siang",batin Diana.
"Selamat siang nona,mari saya antar menuju meja anda",sapa pelayan Restoran dengan ramah.
Diana di antar ke arah meja yang menghadap jendela dengan pemandangan taman ynag begitu indah.
"Silahkan duduk nona saya permisi",kata pelayan lalu pergi.
"Kamu cantik hari ini",Kata Arka saat melihat Diana di hadapannya.
Bluussh,seketika pipi Diana memerah saat mendengar Arka memujinya.
"Dudukan sebentar lagi pelayan akan datang membawa makanan",lanjut Arka.
Diana hanya langsung duduk dan mencoba mengendalikan diri agar tidak terlihat gorgi di hadapan Arka.
"Aku sudah mengikuti semua yang kamu perintahkan mas,jadi tolong kembalikan ponsel dan mobilku ku dan aku juga mau kuliah lagi.aku bosan berada di rumah seharian",Kata Diana.
"Teruslah patuh maka akan aku penuhi semua permintaanmu baby,kita makan siang dulu nanti aku berikan semua yang kamu mau",kata Arka.
__ADS_1
Para pelayan sudah datang menghidangkan makan pada mereka.
"Makanlah,aku tidak mau gadis kecilku yang cantik bertubuh kurus",kata Arka sambil menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut Diana.ia hanya menurut dan membuka mulutnya.
"Kenapa sikapnya semanis ini",batin Diana sambil memakan makanannya.
"Mas kebanapa Restoran semewah ini sepi tidak ada pengunjung lain",Kata Diana polos.
"Sengaja Aku buat sepi,agar tidak menganggu makan siang kita berdua",jawab Arka santai.
"Ohh good,jadi Restoran ini sudah di booking kusus untuk makan siang dengan ku",batin Diana.
Mereka makan siang dengan tidak terlalu banyak bicara.setelah mereka selesai menyantap makanannya Arka memberikan sebuah paper bag pada Diana.
"Apa ini mas?",tanya Diana.
"Buka saja,itu hadiah untukmu yang sudah patuh kepada ku".
"Handfon baru,Kemana milik ku ya lama mas?"
"Sudah aku buang dan itu sebagai gantinya,tpi ingat jangan gunakan untuk hal macam2",lanjut Arka.
Diana hanya mengangguk,karena dalam hati kecilnya dia sangat senang dengan sikap Arka hari ini,begitu manis fikir Diana.
Arka mengeluarkan kotak kecil pada saku jasnya,lalu beranjak dari kursinya untuk mendekati Diana.dia buka kita kecil kecil itu dan mengeluarkan isinya untuk di tunjukan pada gadis kecilnya.
"Apa lagi ini mas",kata Dian saat Arka sedang memakaikan kalung manis pada leher indahnya.
"Aku melihatnya tadi di toko perhiasan dan sepertinya cocok di leher indah mu ini",kata Arka sambil mengecup leher jenjang Diana.sontak sentuhan Arka membuat Diana terkejut,hembusan nafas hangat menjalar di sekujur tubuh Diana membuatnya meremang.
"Sudah,kamu semakin terlihat cantik dengan kalung itu",puji Arka.
"Terimakasih mas",kata Diana sambil tersipu.
Semua ide romantis ini adalah saran dari Felix tempo hari,kata Felix semua wanita menyukai hal2 romantis dan suka di beri kejutan.nyatanya memang benar,Diana pun menyukai hal itu.
__ADS_1