
Pesawat yang di tumpangi Arka dan Felix pun menderat di bandara kota Seloraya,sudah ada sopir yang menunggu mereka berdua.mereka dengan segera menuju ke parkiran di bandara.
"Felix apa orang2 seruanmu tidak becus sekedar mencari informasi yang aku minta?",
Tanya Arka dengan nada dingin kepada Felix sesudah ada di dalam mobil yang menjemput mereka.
"Sudah saya terima informasi yang anda cari tuan",
Jawab Felix dengan menunjukan layar ponselnya menunjukan beberapa foto pada Arka.sebenarnya dia sudah menerima kiriman foto itu sedari tadi,hanya saja melihat foto2 itu membuat Felix enggan menunjukan pada Arka.karena pasti akan membuatnya snagat marah.
"Sial,berani sekali dia bermain2 di belakangku.apa dia lupa sedang berurusan dengan siapa saat ini,apa aku selama ini terlalu memanjakan gadis itu",
Arka terlihat sangat marah saat melihat foto Diana sedang duduk berdua dengan seorang laki2 apa lagi saat tangan dia terlihat di genggam oleh laki2 itu.seakan darahnya berdesir,jantungnya berdetak tak karuan karena menahan amarah.ingin rasanya ia remukan tangan kurang ajar yang berani menyentuh gadisnya.
"Seret laki2 brengsek itu kehadapanku segera",
Kata Arka sambil mengepakan tangannya,kilat kemarahan nampak jelas di matanya.
"Baik tuan".
Saat ini Diana sedang berada di kamarnya,ia terlihat sangat gelisah.ia ketakutan kalau nanti Arka pulang pastinya Arka akan sangat marah kalau sampai tau ia bertemu dengan Agestya.
"Aku harus bagaimana ini,apa ini hari terakhir ku melihat dunia ini",Guman Diana.
Benar saja hanya selang beberapa menit pintu kamar di buka dengan agak kasar oleh seseorang dari luar.saat sosok tinggi besar dengan wajah yang terlihat marah masuk dalam itu membuat bulu kuduk Diana merinding.
Dengar kasar Arka membanting pintu kamar itu,membuat Diana semakin ketakutan.
"Mas kamu udah pulang,kok nggak kabarin aku kalau pulang cepet sih?",
__ADS_1
Diana bertanya mencoba mencairkan suasana yang sangat mencekam,hawa panas seketika memenuhi ruangan kamar mereka.
"Apa yang kamu lakukan selama aku di luar kota baby?",tanya Arka masih dengan wajah dan nada sangat mengerikan.
"A a akuu bisa jelasin semuanya mas,tunggu jangan marah dulu ya mas",
Diana menjawab dengan nada terbata dan berjalan mundur menghindari Arka yang perlahan mulai berjalan ke arahnya.
Diana terus melangkah mundur sampai langkah terhenti karena tubuhnya sudah rapar dengan dinding kamarnya.
"Kamu ingin menjelaskan apa baby,kenapa kamu terlihat sangat gugup?"
Kata Arka sambil mendekati tubuh Diana yang sudah terlihat gemetaran.tangannya memegang tangan Diana dengan sedikit di beri tekanan,membuat si pemilik tangan meringis kesakitan.
"Auhh mas,lepaskan mas aku bisa jelaskan".
Kata Diana sambil meronta mencoba melepaskan diri dari cengkraman Arka.
Tanya Arka dengan tatapan penuh kemarahan.ia sudah kehilangan kendali sepertinya,jiwa iblisnya seakan hidup kembali.
"Bukan begitu mas,bukan seperti yang kamu pikirkan.aku nggak sengaja ketemu dia di mall dan dia ngajak aku bicara,dia minta maaf soal perjodohan dulu",
Diana menjelaskan sambil menangis kali ini,ia ketakutan setengah mati melihat Arka yang seakan ingin memakannya hidup2.
"Kamu pikir aku bodoh,dia memegang tangan mu dengan sangat mesra.apa perlu aku patahkan tanganmu ini agar tidak ada lagi yang bisa menyentuhnya".
"Huuuhuuuhhu jangan mas jangan lakukan aku,aku mohon.lepaskan aku mas sakit.aku minta maaf mas".
Diana mulai menangis tersedu-sedu karena sudah tidak menahan rasa takut sekaligus sesak di dadanya
__ADS_1
"Bukankah sudah sering aku jelaskan,jangan coba2 berani membohongiku dan aku tidak suka wanitaku di sentuh laki2 lain"
"Aku minta maaf mas,aku nggak akan ulangi lagi.tolong maafkan aku".
Arka pun mulai melonggarkan cengkraman pada tangan Diana.kini ia mendekatkan wajahnya pada Diana.dengan kasar ia me...lum at bii biiir Diana,seakan ia menumpahkan segala kemarahan dan kekecewaannya di sana.
Diana hanya bisa diam dan sesekali meringis menahan sakit,karena Arka mulai mengii...giit dengan ganas bii....bbiiiir serta liii....dhah miliknya.
"Mas hentikan",
Diana mulai gelagapan karena kehabisan Oksigen.serangan Arka yang bertubi-tubi membuatkan kesulitan bernafas.
"Ini hukuman untuk gadis nakal seperti"
Kata Arka sambil terus men...cuu...mbu tubuh Diana.
Arka sudah terbawa oleh nafsu amarahanya sekaligus rasa rindunnya.permainan terus berlanjut sampai di atas ranjang.
"Maass"
Diana terkejut saat milik Arka sudah di paksa masuk ke dalam miliknya.rasa sakir masih jelas terasa di bagian itu membuatnya menangis.namun ia tidak berani menolak karena ia takut membuat Arka semakin marah.
Diana hanya pasrah menerima serangan demi seranngan dari Arka.kali ini Arka bermain dengan sedikir kasar terlihat jelas ia masih sangat marah.
Namun tidak di pungkiri lambat laut permainan Arka membuatnya Diana melayang,seakan menerima sensasi lain dari setiap gerakan dan hentakan Arka.
Sampai ia beberapa kali melakukan pelepasan.tubuh mereka sudah bermandikan keringan.sampai entah berapa kali mereka berganti posisi dengan bermacam gaya.
Sampai saat Arka akhirnya menumpahkan lahar panas yang bercampur kemarahan di bawah sana.
__ADS_1
"Aaahh baby,aku sampai",
Tubuh Arka pun ambruk di samping Diana.namun Diana sama sekali berani begerak ia masih sangat takut jika Arka akan marah kembali.