
Sudah beberapa hari setelah kejadian Diana kabur dari rumah ia tidak di izinkan keluar rumah,bahkan untuk pergi kuliah pun tidak di perbolehkan oleh Arka.semua urusan kampus sudah di urus Felix jadi semua tugas Diana bis di kerjakan dari rumah.
"Aku bisa gila kalau terus seperti ini,aku sama seperti tahanan saja di kurung di dalam rumah tanpa ponsel atau apapun untuk berkomunikasi.aku harus cari cara bagaimana caranya bisa keluar dari sini atau setidaknya aku bisa menghubungi ayah agar menjemput ku",guman Diana.
Diana keluar kamar clingak clinguk memperhatikan keadaan sekitar.keadaan rumah dalam keadaan sepi tidak seperti biasanya yang selalu ada pengawal yang berjaga di sekitar kamarnya.
"Tumben sepi,kemana para antek2 manusia setengah iblis itu.apa mereka sudah bosan berjaga di sini",Kata Diana lagi dengan antusias,ia berfikir kalau ini kesempatan emas agar bisa menelfon ayahnya atau malah bisa kabur dari rumah itu.
Setelah memastikan semuanya aman Diana pun menelfon ayahnya dengan telfon rumah,ia menekan nomor telfun ayahnya yang sudah hafal di luar kepala,beberapa kali ia menelfon namun tidak di angkat oleh ayahnya.
"Sedang sibuk apa sih ayah ini,sampai tidak bis menerima telfun.apa ayah tidak tau kalau anak gadis satu-satunya sudah di culik orang",guman Diana saat telfun tidak di jawab oleh ayahnya.setelah beberapa saat telfun di pun di angkat.
"Ya allah dengan siapa ini?",tanya ayahnya di sebrang telfun.
__ADS_1
"Ini Diana ayah,tolong Diana yah Diana di di culik yah",kata Diana sambil menangis.
"Jangan bercanda kamu Dii,siapa yang menculik mu?",kata ayah Diana dengan nada santai.
"Aku di paksa dan di culik oleh orang gila ayah,aku awalnya di paksa menyetujui sebuah perjanjian yah,kalau aku menolak dia mengancam akan menghancurkan perusahaan ayah",jelas Diana sambil terisak.namun. anehnya saat mendengar kabar itu ayahnya sama tidak terkejut.
"Apa yang kamu maksud orang gila itu adalah Arka Laksmana Angkasa,pemilik perusahaan terbesar di negara ini?",tanya ayah Diana.
"Kenapa ayah tau,apa dia juga telah melakukan sesuatu pada ayah"?,tanya Diana dengan nada panik.
"Apa maksud ayah dengan suka rela?dia tidak menolong ayah dengan gratis yah,sebagai gantinya aku di tahan di rumahnya di jadikan mainannya yah.tolonh jemput Diana yah,bawa Diana pergi dari tempat ini",Diana memohon pada ayahnya yang seakan tidak terkejut dengan keadaan Diana saat ini.
"Jangan bodoh Dii,kamu saat ini berada pada orang yang tepat.dia memiliki segalanya harta,tanta,kuasa semuanya dia punya,lalu mengapa kamu malah ingin pergi darinya.semua wanita berlomba menjadi wanita tuan Arka".
__ADS_1
"Tidak yah aku tidak ingin berada di sini,jika aku tetap di sini dan ayah tidak mencoba menolongku,sama saja ayah menjual ku pad laki2 yang jelas2 sudah memiliki istri demi perusahaan ayah.Diana nggak mau jadi perusak rumah tangga orang".
"Ayah tidak menjual mu,ini hanya harga yang harus kamu bayar karena telah menolak Agesya kemarin.padahal Agestya sudah bersedia membatu perusahaan ayah.tpi semuanya gagal karena ulah kamu",kata Diana lagi dengan nada tegas kali ini.
"Aku tidak menyangka ayah tega melakukan ini pada putri ayah sendiri",Diana terisak.
"Ayah hanya ini menyelamatkan perusahaan kita dan menyerahkan mu pada lelaki ya tepat",kata ayah Diana sambil menutup telfun.
Tubuh Diana terasa lemas saat tau ayahnya telah berkerja sama dengan Arka .
"Ayah tega',Diana terisak.
Tanpa Diana ketahui semua telfun di rumah Arka sudah tersambung dengan hp Arka,semua sudah di setting sedemikian rupa agar bisa memantau Diana.
__ADS_1
Arka tersenyum puas karena usaha Diana untuk kabur pupus lagi,karena Arka sudah melakukan kesepakatan dengan ayah Diana.