
Setelah Felix menyelesaikan semua administrasi di hotel XX mereka pun di antar oleh pelayan hotel segera menuju kamar yang ia pesan.
"Selakan masuk Tuan",Kata room boy hotel tersebut.
Arka pun segera masuk dan membaringkan Diana di atas ranjang.Diana masih dengan keadaan seperti sebelumnya,gelisah dan meronta tidak karuan.
"Panas sekali ",Diana kembali membuka selimut yang menutupi tubuh indahnya.
Arka yang melihat pemandangan itu pun mulai tergoda,lelaki mana yang tidak tergoyahkan imannya saat melihat tubuh indah terpampang nyata seperti sekarang ini.
"Sial aku harus bagaimana",
Arka justru bingung antara menahan diri atau menikmati setiap detik malam ini bersama Diana.namun ia tidak tega melihat Diana tersiksa seperti saat ini.
"Mas Arka...",
Tiba2 saja Diana menyebut namanya,membuat Arka "deegg" nalurinya seakan terpanggil.
Kini Arka mulai mendekati Diana menyentuhnya dengan lembut hingga berakhir dengan pertempuran ganas malam ini.
"Eemmbb mas...."
Diana terus meracau,menikmati cumbuan dari Arka.
Entah pengaruh obat atau apa tapi Diana malam ini cukup agresif ia mampu mengimbangi permainan Arka.
__ADS_1
"Untung aku data tepat waktu,terlambat sedikit mungkin saat ini yang bermain dengan mu adalah di brengsek itu",bisik Arka pada telinga Diana.
"eemmbb,lagi mas...",
Diana terus meminta lebih,entah seakan jiwanya kini benar2 sangat haus akan sentuhan.
Setelah sekian lama akhirnya mereka mengakhiri permainan dan sama2 tertidur pulas.
keesokan paginya Diana terbangun dengan keadaan yang sangat berantakan,kepala pusing dan badannya seperti remuk redam.
"Aauuhh kepalaku pusing sekali",
Diana terbangun dari tidur lalu memijat keningnya yang terasa sangat pusing.
"Kamu sudah bangun",
"Kenapa aku bisa di sini,seingat ku semalam aku bersama Agestya dan di hampir....",
Diana tidak melanjutkan ucapannya ia bergidik ngeri membayangkan betapa mengerikannya Agestya yang sebenarnya.
"Sudah lupakan kejadian itu aku sudah membereskan dia,jika saja semalam aku tidak cepat menemukan mu mungkin pagi ini yang ada di sampingmu adalah Agestya bukan aku",
"Aku minta maaf mas,harusnya aku tidak diam2 menemui dia.harusnya aku mendengarkan semua ucapanmu",
Diana tertunduk lesu ia menyesal telah berbohong pada Arka.
__ADS_1
"Aku sudah sering mengingatkan tentang Agestya itu,tapi kamu selalu tidak mendengarkan ku.coba bayangkan jika semalam aku tidak dapat menemukanmu,kamu sudah habis di makan oleh dia.rasa sukanya kepada mu sudah membuatnya tidak waras.
"Maaf aku menyesal",
"Kamu milik ku selamanya kamu hanya milik ku,aku tak rela bila ada laki2 lain yang menyentuhmu.apa lagi sampai berani kurang ajar seperti Si brengsek itu",
Arka berkata sambil mengelus puncak kepala Diana.
"Mas aku semalam ngapain aja,badan aku kok rasanya sakit semua",
"Baby kamu bener2 nggak ingat semalem ngapain aja??semalam kamu itu benar2 memimpin permainan kamu sangat mengoda",
Arka berkata dengan tatapan genit sengaja ia ingin mengoda gadis kecilnya.
"Apa sih mas",
Diana tersipu wajahnya memerah karena malu.
"Aku suka kamu seperti semalam,kamu yang selalu minta lagi dan",
"Udah nggak usah di ceritain mas aku malu tau",
Kata Diana sambil berlari ke kamar mandi untuk bersembunyi sekaligus mandi.
Diana mandi di bawah guyuran shower membuat tubuhnya terasa segar.sesekali bayangan semalam mulai muncul di benaknya.
__ADS_1
"Astaga apa aku segila itu semalam,memalukan.senua itu karena aku ada bawah pengaruh obat yang di berikan kak Agestya.aku nggak habis pikir kenapa dia tega sekali sama aku",
Diana tiba2 merasa sedih teringat apa yang Agestya lakukan kepadanya.Ia sudah menganggap Agestya seperti kakak nyatanya dia tega melakukan hal kotor kepada dirinnya.