CEO Dingin Ini Telah Menjeratku

CEO Dingin Ini Telah Menjeratku
Kesedihan


__ADS_3

"Sayang kamu baik2 saja kan,ayo kita ke rumah sakit",


Arka sangat panik melihat istrinya yang sudah pucat pasi menahan sakit pada perutnya.dengan segera ia mengendong Diana dan membawanya ke mobil.


"Aku ikut sama kamu,biar aku yang bawa mobilnya",


Kata Agestya yang juga panik melihat keadaan Diana.ia merasa bersalah karena secara tidak langsung yang membuat Diana terjatuh adalah dirinya.kalau saja dia tidak mendorong tubuh Arka pasti Diana tidak akan terjatuh.


"Tidak perlu,dia istri ku.aku bisa mengurusnya sendiri",


Kata Arka dengan angkuh dan terus berjalan tanpa menghiraukan Agestya.


"Kali ini saja Ka aku mohon",


Agestya memohon.


Arka tak menjawab tapi dari mimik mukanya mengisyaratkan iya.Agestya segera membuka pintu mobil bagian belakang dan Arka pun masuk dengan masih mengendong Diana.Agestya lalu masuk ke kursi kemudi dan segera memacu mobilnya menuju rumah sakit.


"Sayang tahan ya sebentar lagi kita sampai",


Arka menenangkan istrunya yang terlihat sanget menderita menahan rasa sakit di perutnya.

__ADS_1


Diana hanya menjawa dengan anggukan saja.


"Cepat sedikit,kamu bisa bawa mobil tidak",


Perintah Arka dengan nada angkuhnya.


Agestya tidak meladeni ucapan Arka ia hanya fokus pada jalan.ia juga ingin cepat sampai rumah sakit untuk memastikan perempuan yang ia cintai itu baik2 saja.


Beberapa saat kemudian Mereka pun sampai di Rumah Sakit dengan segera Agestya turun dan memanggil para perawat.


Para perawat pun dengan sigap segera menghampiri Diana dan membawanya ke dalam IGD untuk di cek keadaanya.


Kata Arka pada dokter yang akan menangani Diana.


"Baik pak saya akan melakukan yang terbaik untuk istri anda",


Dokter dan perawat pun segera menangani Diana,selang infus pun sudah terpasang rapi di tangannya.wajah Diana tampak pucat ia menahan rasa sakit yang luar biasa di bagian perut bawahnya.ia sangat mengkhawatirkan keadaan calon buah hatinya yang berada di dalam perutnya.


"Dokter apa anak saya baik2 saja,tolong selamatkan dia dok",


Kata Diana dengan air mata yang berderai.

__ADS_1


"Tenang bu,kami akan berusaha semampu kami",


Kata Dokter menenangkan.


Setelah semua di periksa dokter pun keluar untuk menamui Arka.


Arka dan Agestya pun segera menhampiri Dokter begitu melihatnya keluar dari IGD.sedari tadi baik Arka atau pun Agestya sama2 terlihat sangat panik dan gelisah.


"Dok bagaimana keadaan istri saya?"


"Begini pak untuk keadaan istri anda cukup baik saat ini,tapi kami memohon maaf untuk calon anak anda kami tidak dapat menolongnya.kami sudah berusaha semaksimal mungkin pak,cuma tuhan berkehendak lain",


Seketika Arka seperti di sambar petir di siang bolong,tubunya terasa lemas.ia tidak dapat membayangkan bagaimana reaksi istrinya saat mengetahui kabar ini.


"Dok apa tidak ada cara lain untuk menyelamatkan janin di dalam kandungannya?tolong usahakan dok",


Agestya pun ikut ninbrung berbicara,ia juga tidak tega jika harus melihat reaksi Diana nanti saat tau calon buah hatinya tidak dapat do selamatkan.


"Maaf pak kami sudah berusaha.maaf di sini yang suami dari ibu Diana siapa ya,kami butuh persetujuan untuk melakukan tindakan pengeluaran jani dari dalam kandungan ibu Diana",


Dokter bertanya karena ia bingung mana yang suami dari pasiennya karena dua laki2 tampan di depanya ini sama2 sangat panik dan sangat peduli dengan keadaan Diana.

__ADS_1


__ADS_2