
"Lepaskan,jangan sentuh aku lepaskan tolong",
Diana terus meronta mencoba melepaskan diri dari Agestya yang sudah berubah menjadi iblis.
"Hayy sayang kenapa kamu susah sekali di beri tau,menurutlah seperti kamu saat bersama si brengsek Arka.Aku juga bisa memuaskan mu lebih dari dia",
Agestya terus beraksi tangannya terus bergerilya di sekujur tubuh Diana.Ia benar2 sudah di kuasai hasratnya yang selama ini ia pendam pada Diana.
"Aaaahhh,dasar wanita tidak tau di untung",
Tiba2 saja Diana mengigit lengan Agestya yang membuat di pemilik lengan mengerang kesakitan dan terpaksa harus melepaskan Diana dari cengkramannya.
"Oohh jadi benar2 tidak mau menurut ya,baik kita lihat setelah ini siapa yang akan memohon untuk ku sentuh"
Agestya mengeluarkan sebuah pil berukuran kecil dari laci di samping tempat tidur lalu memaksa Diana untuk meminumnnya.
"Tidak aku tidak mau,ini apa",
Percuma Diana menolak karena Agestya sudah berhasil memaksanya menelan pil itu.
"Tenang sayang itu hanyalah pil yang akan membuatmu menikmati permainan kita hari ini",
"Jangan mimpi kamu dapat menyentuh ku",
"Hahaha di saat seperti ini saja kamu masih bisa berlagak angkuh kepada ku,coba kita lihat beberapa menit lagi siapa yang akan memohon untuk aku sentuh",
Agestya berkata sambil duduk di kursi dekat jendela menikmati segelas wine sambil menghisap sebatang rokok di tangannya.
Benar saja beberapa menit kemudian tubuh Diana terasa sangat panas,keringat mulai bercucuran di sekujur tubuhnya.
"Kenapa panas sekali",Guman Diana.
"Bagaimana sayang,apa yang kamu rasakan?",
__ADS_1
Agestya berjalan mendekati Diana,ia tahu bahwa obat yang ia berikan mulai bereaksi.Diana sekuat tenaga menahan dan mengedalikan kesadarannya.
"Jangan mendekat menjauhlah dari ku",
Diana dengan suara yang lemah masih mencoba menolak Agestya,meskipun tubuhnya sebenarnya sangat menantikan sentuhan dari Agestya karena Kesadarannya mulai terganggu karena pengaruh pil dari Agestya tadi.
"Kenapa tubuhmu memerah,apa badanmu panas sayang?aku bantu melepaskan pakaianmu",
Kini Diana benar2 mulai kehilangan kesadarannya.kini saat menerima cum..bu..an dari Agestya ia sangat menikmatinya,bahkan ia berfikir pria yang saat ini mulai melepaskan setiap helai bajunya adalah Arka.
"Eeemmbbb",
Des...ahan... demi des...ahan...mulai lolos dari bibir Diana membuat Agestya merasa puas karena berfikir sudah sepenuhnya bisa menguasai tubuh Diana.
"Kamu milik ku",
Namun saat Agestya akan melanjutkan Aksinya tiba2 saja pintu di buka paksa dari luar oleh seseorang.
"Braaakk",suara pintu di buka membuat Agestya terkejut.
"Buukk",dengan sangat keras Arka meninju wajah Agestya sampai ia tersungkur di lantai.
"Hayy bung santai dulu,aku hanya mengambil apa yang seharusnya menjadi milik ku.di sini kamu yang merebut wanita ku.dulu sebelum kamu datang Diana adalah milik ku",
"Jangan benyak bicara kamu,dasar brengsek",
Terjadi saling baku hantam beberapa saat sampai akhirnya Agestya terkulai lemah di lantai dangan bersimbah darah.
"Kali ini aku masih berbaik hati padamu,lain kali kamu sentuh Wanita ku bubuh kau",
Arka segera menghampiri Diana yang berada di atas ranjang yang sudah dalam keadaan acak2an,semua pakaian di tubuhnya sudah terlepas.
"Aku mau sekarang mas",
__ADS_1
Tiba2 saja dengan Agresif Diana menarik baju Arka hingga Arka terjatuh di atas tubuhnya.
"Sayang tenang dulu sabar,kamu dalam pengaruh obat kamu harus bisa kendalikan dirimu",
"Panas sekali mas,aku mau.....",
Dengan penuh gairah Diana menciumi Bi...bir Arka.sepertinya Diana sudah benar2 di kuasai oleh obat yang berikan Agestya.
Arka mencoba melepaskan diri dari pelukan Diana karena jika di lanjutkan Arka pun juga tidak mungkin bisa menahan hasrtanya.
"Sayang kita pulang dulu,kita lakukan di rumah",
Arka menutupi tubuh Diana dengan selimut lalu mengendongnya keluar dari kamar itu.
"Felix cepat kita pulang ke rumah",
"Baik bos",
Di dalam mobil Diana terus gelisah ia terlihat sangat2 tersiksa.Arka pun tidak tega melihatnya.
"Apa perlu kita cari penginapan terdekat bos,jarak rumah dari sini masih lumayan jauh",
"Kita carikan obat penawarnya terlebih dahulu saja,aku tidak tega melihatnya seperti ini",
"Maaf bos setahu saya untuk kasus seperti ynag di alami Nona Diana belum ada obat penawarnya kecuali itu bos....",
Felix ragu akan melanjutkan ucapannya.
"Aku tidak ingin melakukan hal seperti itu dalam keadaan dia yang seperti ini,karena ini bukan murni keinginannya",
"Tapi jika anda tidak melakukannya ini akan menyiksa Nona Diana bos",
"Sial dasar Agestya brengsek,cari hotel terdekat!",
__ADS_1
"Baik bos",