
Setelah kejadian beberapa hari lalu,Arka sering tidak pulang ke rumah.sikapnya juga berubah menjadi dingin pada Diana.
Arka memang sengaja ingin melihat reaksi Diana saat ia di diamkan seperti saat ini.
"Apa dia masih marah,kenapa sikapnya sedingin ini sama aku.dasar om2 pemarah cemburuan",
Diana menggerutu saat ia berpapasan dengan Arka di ruang makan tapi sama sekali tidak meliriknya atau menyapanya.
"Aku nggak bisa di giniin terus,bisa gila",
Kata Diana sambil mengacak acak rambutnya saking kesalnya.
"Mas kamu masih marah ya sama aku,pliis lah mas jangan diemin aku kaya gini.aku udah mint maaf kan dan aku sama kak Agestya itu nggak ada hubungan apa2 beneran",
Kata Diana sambil berlari kecil untuk mengimbangi langkah lebar Arka.
"Ciih kamu panggil apa barusan pecundang itu?jangan pernah sebut nama itu lagi atau kamu akan tau sendiri akibatnya".
Kara Arka dengan nada ketusnya,entah mengapa ia sangat muak saat Diana menyebut namanya dengan sebutan sekarang itu.
__ADS_1
"Iya aku nggak akan sebut nama dia lagi,tapi maafin aku.apa gunanya aku di rumah ini kalau kamu diemin aku terus.lebih baik kamu biarin aku pergi biar aku bisa bebas ngapain aja".
"Apa kamu ingin bebas,maksudmu ingin bebas bagaimana?bebas ketemu sama laki2 lain di di belakang aku gitu,jangan mimpi.sampai kamu mati pun kamu adalah milik tanpa seizin ku kamu tidak akan pernah bisa pergi selangkah pun dari sisiku".
"Mas aku...."
Belum sempat Diana melanjutkan ucapan sudah di potong sama Bi inah.
"Maaf tuan menganggu,ibu sepuh datang dia sudah berada di ruang tengah",
Kata Bi inah mencairkan ketegangan di antara mereka berdua.
"Anu non itu mamanya tuan Arka,ibu Mayang".
"Apa mama kamu datang kesini,sedangkan ada aku di sini yang jadi simpanan kamu.ini gila,aku harus gimana mas?"
Diana mulai panik saat ini,ia memikirkan bagaimana kesan pertama mama Arka saat tau mereka belum menikah tapi sudah tinggal satu atap.
"Kamu nggak perlu mikir macam2,mama udah tau tentang kamu bahkan dari dulu saat aku masih sama sonya dan mama nggak keberatan.dia kesini pasti mau ketemu kamu,jadi jangan sampai mama tau kalau kita lagi ada masalah jangan cerita apapun",Kata Arka panjang lebar.
__ADS_1
"Gimana sih Ka kamu ini,mama udah datang dari tadi hlo tapi nggak kamu sambut sama sekali.apa kamu nggak kangen mama nak?",Kata wanita paruh baya itu dengan wajah yang masih terlihat cantik meski usianya tidak muda lagi.
"Eeemmbb maaf ma,lagian kenapa sih mama nggak bilang2 kalau mau kesini?",
Kata Arka sambil mencium tangan mamanya lalu memeluknya.
"Mama sengaja mau buat kejutan nak,mama kesini mau nemuin calon mantu mama.kamu nggak mau kenalin dia ke mama",
Kata Mama Mayang pelan sambil melempar senyum penuh Arti kepada Diana.sontak Diana semakin mati kutu,wajahnya sudah memucat karena tegang.
"Ohh iya Ma Arka sampai lupa,ini Diana Ma pacar aku",
Kata Arka sambil menarik tangan Diana agar mendekat di sampingnya.
"Eembb hallo tante,saya Diana temanya mas Arka",Kata Diana dengan sangat grogi.karena ini kali pertama ia bertemu dengan kluarga Arka.
"Nama yang cantik sekali,sayang jangan panggil tante dong,panggil mama aja biar enak.kamu kok ngenalin diri sebagai temen Arka sih,trus Arka bilang pacar.yang bener mana nih temen apa pacar?",goda mama Mayang yang membuat Diana semakin grogi.
Diana tak menjawab ia hanya tersenyum kaku karena bingung juga dengan status dirinya saat ini.Arka tidak pernah menembaknya atau mengutarakan perasaannya,namun merekas seperti saling terikat satu sama lain.
__ADS_1
Tapi kenapa Arka mengatakan bahwa mereka pacaran.hati Diana sedikit bahagia sebenarnya di anggap pacar oleh Arka.namun ia ragu apakah itu tulus dari hati atau hanya jawaban spontan karena ada mamanya di sini.