
"Kasih.."
Yang punya nama pun mengalihkan pandangannya ke arah suara.
Seorang laki - laki keluar dari mobil lalu berjalan dengan mempercepat langkahnya menuju ke arah Kasih yang sudah duduk di atas sepeda motornya.
"Mas Akmal."
Katanya lirih.
"Udah mau pulang." Tanya Akmal.
"Iya Mas."
Jawab Kasih sambil menganggukkan kepalanya tapi tak berani menatap ke arah Akmal.
"Cuma ambil tempat kue aja, terus pulang."
"Hmm.. Boleh minta waktunya sebentar." Tanya Akmal.
Kasih menatap ke arah Akmal namun segera mengalihkan pandangannya kembali ke arah lain.
"Maaf sebelumnya, mau ngajak ngobrol santai sambil minum."
Kasih masih diam, Dia ragu didalam hatinya kalau mereka cuma berdua.
"Itu kalau Kasih nggak buru - buru sih. Kita nongkrong dulu sebentar di cafe depan." Kata Akmal sambil menunjuk ada sebuah cafe di seberang jalan.
"Hmmm.. Maaf ya Mas, mungkin lain kali. Takut di tungguin Ibu tadi nggak bilang dulu." Tolak Kasih halus.
"Gitu ya, oke deh lain kali."
Ucap Akmal walaupun ada sedikit rasa kecewa di hatinya tapi dia harus sabar untuk bisa bersama Kasih.
Kasih tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Manis banget senyumnya."
Dalam hati Akmal tak berkedip menatap Kasih.
"Gini aja, kita buat janji kapan. Saya ikut kapan kamu bisanya, Saya boleh minta nomor Hp nya."
Akmal menyodorkan ponselnya kepada Kasih.
Namun Kasih masih terdiam di atas sepeda motornya, rasanya mau ambil Hp tapi ada rasa malu.
Akmal yang paham akan hal itu, mengambil dompetnya lalu mengambil secarik kertas kartu namanya.
"Ini kartu nama Saya, di situ ada no HP Saya jadi tenang aja Saya nggak akan gangguin kamu, he he he.." Canda Akmal yang aslinya udah gemas dengan Kasih.
"Oke, tapi Saya ajak temannya kalau mau mengajak minum." Kata Kasih.
"Okelah."
__ADS_1
Akmal mengiyakan saja dari pada tak bisa nongkrong hanya untuk sekedar ngobrol dengan Kasih
Kasih mengambil ponsel milik Akmal lalu mengetik nomor ponselnya di sana dan mengembalikan kembali ke Akmal.
"Terima kasih, ini kartu nama saya. Coba Saya Miss call ya."
Akmal pun melakukan panggilan ke dalam ponsel Kasih dan muncullah sebuah nomor yang sama dengan di kartu nama itu.
"Disimpan ya." Kata Akmal.
Kasih tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Saya permisi ya Mas, takut ditunggu Ibu."
"Oke, silahkan Kasih. Terima kasih dan maaf ya sudah mengganggu waktu pulang kamu."
"Ya nggak papa Mas, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, hati - hatinya."
Kasih menjalankan sepeda motornya meninggalkan Akmal yang masih mengamati dirinya.
Akmal tersenyum sendiri, sambil berjalan ke arah mobilnya dia menyimpan nomor handphone Kasih.
"Cantik juga cewek itu."
Kata Ridho yang sudah bersandar di mobil Akmal.
"Tutup mata kamu."
"Mau kemana."
Terima Ridho melihat Akmal berjalan ke arah warung.
"Makan nggak kamu."
"Oke...."
Ridho mengikutinya.
🌹🌹🌹🌹🌹
Malam telah tiba, dan Kasih masih sibuk dengan tugas kuliahnya. Lalu terdengar nada pesan masuk ke dalam ponsel pintar miliknya.
"Assalamualaikum, msh on jam segini."
"Pasti Septi ini, kebiasaan minta copy tugas." Kata Kasih sendiri sambil mengambil ponselnya.
"Kok nggak ada namanya, siapa."
Kasih berbicara sendiri sambil melihat layar ponsel miliknya.
Lalu Dia menekan foto profilnya dan nampak lah foto Akmal terpampang disana.
__ADS_1
"Mas Akmal."
Kasih mengambil kartu nama yang tadi siang di beri oleh Akmal.
"Iya sama nomornya." Katanya sendiri.
"Jawab apa ya, udah terlanjur terbaca."
Kasih malah bicara sendiri terus.
"Waalaikumsalam, masih mengerjakan tugas kuliah."
Pesan singkat balasan dari Kasih.
Tak lama masuk lagi pesan.
"Sudah malam, tidak istirahat."
Jam memang sudah menunjukkan pukul 21.00, biasanya cewek sudah tidur.
Kasih masih memandangi layar laptopnya, belum membalas pesan dari Akmal.
Hingga masuk pesan lagi.
"Aku temenin ya😉."
Kasih juga merasa penasaran dengan pesan balasan dari Akmal, lalu Dia membukanya dan bisa tersenyum sendiri.
"Sudah hampir selesai, sebentar lagi istirahat." Balas Kasih.
"Jangan terlalu malam, nggak baik untuk kesehatan."
Kasih tersenyum saja, lalu melanjutkan untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.
Hingga setengah jam kemudian kelar juga dan dia sudah merasakan badannya yang capek dan mengantuk.
"Sudah tidur ya."
Ada pesan lagi masuk, karena lama tak dibalas oleh Kasih.
"Sudah malam Mas, selamat istirahat. Waalaikumsalam."
Begitu balasan Kasih lalu ia benar-benar memejamkan kedua matanya karena sudah merasakan kantuk yang luar biasa.
🌹🌹🌹🌹
"Selamat istirahat, semoga kita dipertemukan di mimpi."
Kata Akmal sendiri sambil memandangi layar ponselnya.
"Tak akan menyerah aku, untuk semakin mengenal mu Kasih."
Akmal mematikan laptopnya lalu ikut merebahkan badannya di tempat tidurnya.
__ADS_1
😍😍😍😍