Cerita Bahagia

Cerita Bahagia
Seandainya 4


__ADS_3

Pagi hari Angga sengaja menunggu Qila di parkiran.


"Hai La."


Sapanya saat melihat Qila datang bersama sepeda motornya.


"Hai Ga, pagi - pagi udah datang."


Qila sambil melepaskan helmnya dan menata jilbabnya di spion sepeda motornya.


"Sengaja nungguin kamu."


Katanya penuh percaya diri dan sambil menebar senyum.


"Mau ngapain nungguin aku, oh ya makasih ya tadi sore udah bantuin."


"Sama - sama, Aku senang kok bisa main ke rumah kamu. Kenal sama Mas Rendi dan Ibu Mu."


"Nggak kapok kan, ketemu Mas Rendi." Canda Qila, dia sebenarnya sengaja apa Angga seberani itu karena pernah ada temen cowoknya datang ke rumah dan ketemu dengan Rendi lalu menjauh darinya.


"Mas Rendi baik orangnya, asik juga diajak ngobrol."


Saat Mereka asyik ngobrol, ada Silvi yang baru saja datang dan melihat mereka berdua dari kejauhan.


"Qila sama Angga ngapain."


Katanya sambil terus menatap kedua temannya itu.


"Mereka kelihatan dekat."


Silvi masih mengamati mereka berdua yang berjalan menuju ke kelas.


"Atau jangan - jangan Qila juga suka sama Angga, kalau bener tega dia padahal kan dia tahu kalau aku suka sama Angga." Silvi sudah berspekulasi sendiri.


Sesampainya di kelas Angga dan Qila, duduk berjarak lalu masuklah Silvi ke dalam kelas.


"Hai Sil."


Sapa Qila.


"Hai... Kamu tadi sama siapa."


Silvi langsung mencecarnya pertanyaan.


"Sendiri, emang sama siapa."


"Aku tadi lihat kamu jalan sama itu.."


Arah mata Silvi ke tempat duduk Angga.


"Kebetulan aja tadi ketemu di parkiran terus bareng aja ke kelas. Kenapa sih cemburu." Qila santai saja menanggapi Silvi karena memang dia tidak ada hubungan apa-apa sama Angga.


"Beneran cuma kebetulan.? Nggak sengaja kan janjian."

__ADS_1


"Sil, aku tau kamu suka sama Angga, masa iya mau saingan sama kamu."


Kata Qila walaupun sebenarnya di dalam hatinya juga ada rasa.


"Beneran ya La."


Silvi keras orangnya dan Qila tersenyum saja dan menganggukkan kepala.


Mata kuliah hari itu telah selesai dan hari juga sudah siang, Qila bergegas membereskan peralatannya ingin ke masjid karena belum melaksanakan shalat dhuhur.


"La, sorry ya aku duluan soalnya tadi nebeng. Aku sholat di kos aja." Kata Silvi.


"Oke, aku ke masjid dulu "


Silvi pergi meninggalkan Qila yang masih ada di kelas, lalu Angga pun mendekatinya.


"Mau ke masjid.?"


Tanya Angga, karena tadi dia mendengar pembicaraan Qila dan Silvi.


Qila tersenyum dan menganggukkan kepalanya saja, lalu berjalan menuju ke arah masjid dan diikuti oleh Angga.


Selesai sholat Angga mendekati Qila yang masih mengenakan sepatu.


"La, makan siang dulu yuk." ajak Angga.


"Hmmmm... Gimana ya."


"Kamu ada janji."


"Kenapa, ada yang marah ya kalau kamu makan siang sama aku."


"Oh ... Nggak , nggak... maksud aku nggak enak aja kalau berdua he hehe...."


Sebenarnya Qila ingin mengurangi intensitas berdua aja dengan Angga karena dia tidak mau terjadi sesuatu jika ada orang yang melihat dan nanti laporan sama Silvi.


"Terus mau makan bareng sekampus, kali ini aja La please.."


Karena Angga memohon akhirnya Qila mengiyakannya.


Sesampainya di cafe dekat kampus, mereka memesan menu sesuai selera masing - masing.


"La, boleh aku ngomong sesuatu."


Angga mulai berbicara sambil menunggu pesanan mereka datang.


"Ngomong aja Ga."


"La, mungkin kelihatannya terlalu cepat jika aku ngomong sekarang tapi sebenarnya aku juga sudah lama merencanakan ini."


Qila mengerutkan dahinya, berfikir apa sebenarnya yang dimaksud sama Angga.


"Aku suka sama kamu La, mau nggak kamu menjadi pacar aku."

__ADS_1


Angga benar - benar mengumpulkan keberaniannya untuk bisa mengungkapkan perasaannya.


"Kamu bercanda ya Ga."


Qila sebenarnya sudah menangkap keseriusan dari Angga tetapi dia mencoba untuk bercanda.


"Apa aku kelihatan seperti bercanda La."


Qila tersenyum namun sebenarnya di dalam hatinya bergemuruh, antara akan mengiyakan dan juga menolaknya.


"Gimana La, apa aku di terima."


"Sebelumnya aku mengucapkan terima kasih karena kamu suka sama aku tetapi menurutku tidak semudah itu Ga kita bisa bersama."


"Kenapa La, apa Mas Rendi melarangmu untuk pacaran."


"Kenapa Kamu bisa menebak seperti itu."


"Aku tau La gimana rasanya punya adik perempuan, aku sendiri juga punya adik perempuan dan aku juga sangat ketat terhadap laki-laki yang mendekatinya mungkin itu juga yang akan dilakukan oleh Mas Rendi terhadap kamu."


"Salah satunya itu dan kemarin memang Mas Rendi sudah bilang kalau kamu menyatakan perasaanmu katanya suruh menemui Dia dulu."


Nampak Angga mengambil nafas dan menghembuskannya.


"Kalau Mas Rendi salah satunya berarti ada lagi masalahnya La."


Qila menganggukkan kepalanya.


"Apa.?"


"Silvi, Dia suka sama kamu Ga dan aku nggak mau mengecewakan dia dan Aku tidak mau dicap sebagai teman makan teman."


"La, ini tentang kita berdua kenapa ada Silvi sih."


"Ga, aku sama sisi udah berteman dari semester 1 nggak semudah itu kalau sahabat aku sendiri suka sama kamu masa iya aku menerima cinta kamu. Teman macam apa aku."


Angga nampak frustasi, dan mengambil minuman yang ada di depannya yang baru saja di antar.


"La, aku mau kamu jujur dengan perasaan kamu sendiri. Kamu juga suka sama aku kan."


Qila menunduk, dan mengatur nafasnya.


"Aku mau jawab kalau kamu temui Mas Rendi dulu."


"Oke, aku akan temui Mas Rendi dan saat itu juga aku mau kamu jujur dengan perasaanmu sendiri."


Qila tak berani menatap ke arah Angga yang sejak tadi tak berkedip menatapnya.


"Maafkan aku Ga, sebenarnya aku juga suka sama kamu." Dalam hati Qila.


"Besok Sabtu Mas Rendi pulang kan?, aku akan ke rumah." Kata Angga dan Qila menganggukkan kepalanya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Gimana kelanjutannya


__ADS_2