
"Assalamualaikum."
Suara Seorang laki - laki mengucapkan salam di depan rumah Qila.
"Waalaikumsalam."
Jawab Ibunya Qila sambil menuju ke depan begitu mendengar orang mengucapkan salam.
"Eh . Angga, ayo masuk silakan duduk ibu panggil Qila dulu ya."
"Makasih Bu."
Angga duduk di kursi ruang tamu dengan perasaan harap-harap cemas.
Dia tadi sudah mengirimkan pesan kepada Qila dan menanyakan apakah Rendi sudah pulang, setelah mendapat jawaban dari Qila yang menyatakan jika memang Masnya sudah ada di rumah Angga langsung meluncur ke rumahnya.
Angga tersenyum melihat Qila yang keluar dari dalam menemui dirinya.
"Hai ." Sapa Angga.
"Cepet banget sampai sini "
Kata Qila sambil tersenyum ke arah Angga dan mengambil duduk di depannya.
"Baru saja sampai, tadi juga pelan-pelan aja kok jalannya ramai maklum malam Minggu."
Mereka saling melempar senyum.
"Eh, ada tamu. Apa kabar Ga."
Rendi keluar dari dalam dan menyalami Angga yang kemudian berdiri begitu melihat Rendi keluar.
"Alhamdulillah baik Mas, Mas Rendi sendiri gimana sehat."
"Alhamdulillah, duduk saja Ga santai aja."
"Makasih Mas."
"Lho... Dek, kok tamunya nggak diambilin minum." Kata Rendi sambil tersenyum ke arah Qila.
"He he... iya Mas lupa, sebentar ya."
Qila lalu masuk ke dalam untuk mengambilkan minum serta camilan.
Tak lama kembali lagi ke depan dan melihat Rendi dan Angga sedang ngobrol santai sambil tertawa.
"Silahkan Ga, ini minumnya Mas Rendi."
"Makasih." Kata Mereka berdua.
"Ayo di minum, nggak usah malu Ga."
"Iya Mas."
"Sepertinya Mas ganggu ya di sini."
Ucap Rendi dengan tersenyum ke arah Qila.
Rendi sebenarnya sudah tahu apa maksud kedatangan dari Angga namun dia berpura-pura saja dan dia menunggu Angga nya berbicara.
"Nggak kok Mas, saya sebenarnya ke sini ada perlu dengan Mas Rendi." Kata Angga.
"Dengan Saya."
Kata Rendi terkejut.
"Iya Mas, Saya ingin bicara dengan Mas Rendi."
"Sepertinya serius ini, ada apa."
__ADS_1
Ibunya Qila keluar ikut bergabung.
Angga menelan ludahnya, menghadapi Rendi saja sudah grogi apalagi ini ada ibunya ikut keluar.
Rendi memandang Angga, Dia memahami kegusaran hati Angga.
"Angga, kita bicara di luar sana."
Ajak Rendi.
Senyum merekah di bibir Angga lalu mengikuti Rendi keluar menuju ke samping rumah.
"Mereka mau bicara apa La."
Tanya Ibunya kepada Qila.
"Nggak tau Ma." Jawab Qila dengan menggelengkan kepalanya.
Rendi mempersilahkan Angga untuk duduk, mereka duduk di kursi di samping rumah dengan penerangan lampu yang cantik dan terpisahkan meja di antara mereka.
"Silahkan kamu mau bicara apa." Ucap Rendi dengan tersenyum.
"Baik Mas, ini soal Qila dan Saya."
Rendi nampak antusias mendengarkan dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Qila sudah bicara dengan saya Mas, katanya saya suruh menemui Mas Rendi."
"Qila bilang begitu."
akting Rendi memang ciamik, ini sekaligus untuk menguji Angga.
"Iya Mas." Angga mengatur nafasnya.
"Kenapa Qila meminta kamu untuk menemui saya."
Jantung Angga terasa mau meloncat, mulutnya kelu.
"Kamu serius sama Qila."
Angga menatap ke arah Rendi, dan tersenyum serta menganggukkan kepalanya.
"Kalau kamu serius tentunya kamu tidak mau membuat dia sakit hati kan, Kamu pasti sudah paham dengan maksud saya." Rendi menatap ke arah Angga.
"Iya Mas."
"Dan saya percaya kamu orangnya bisa dipercaya, saya sebagai kakak laki-lakinya tentu tidak ingin melihat adik saya menangis dan dikecewakan oleh seorang laki-laki."
Angga menelan ludah kembali, Rendi benar - benar bicara seserius itu.
Rendi memandang ke arah Angga yang hanya menunduk.
"Ga, kalau kamu keberatan dengan apa yang saya sampaikan, biar saya nanti yang menjelaskan kepada Qila. Silahkan tinggalkan Qila kalau kamu cuman ingin main-main."
Rendi beranjak berdiri, Angga masih termangu.
"Saya serius Mas sama Qila dan Saya berjanji dengan Mas Rendi tidak akan menyakiti hati Qila."
Kata Angga begitu mantap sambil berdiri dan mendapat senyuman dari Rendi.
"Saya pegang ucapan Kamu. Ayo masuk Ga di tunggu Qila itu "
Rendi masuk ke dalam rumah dan diikuti oleh Angga.
Qila memandang kedua laki-laki itu, Kakaknya terlihat senyum-senyum sambil memainkan alisnya sedangkan Angga nampak tersenyum namun ada beban di wajahnya.
"Mas masuk dulu ya, silahkan ngobrol. Ayo Ma, jangan ganggu."
Rendi mengajak Ibunya masuk ke dalam.
__ADS_1
"Kamu bicara apa Ren."
Tanya Ibunya sambil berjalan.
"Ma, tenang aja semua demi kebaikan Qila."
Sedangkan Angga nampak diam duduk di kursi ruang tamu berhadapan dengan Qila.
"Kamu nggak papa Ga, minum dulu."
Qila pelan-pelan berbicara dengan Angga dan menyodorkan minum ke hadapannya.
"Makasih ya La."
Angga langsung meminum air yang ada di dalam gelas itu untuk membasahi kerongkongannya yang terasa kering.
"Mas Rendi bicara apa "
Tanya Qila begitu Angga sudah meletakkan gelasnya.
"La..." Angga menatapnya serius.
"Iya, kenapa."
Qila pun menatapnya, perasaannya terasa gundah.
"Kamu mau kan serius sama aku.?"
Qila melongo mendengar Angga bertanya begitu.
"Maksudnya gimana Ga. Pasti Mas Rendi sudah bicara yang aneh-aneh sama kamu."
"La, aku sudah janji dengan Mas Rendi ingin serius dengan kamu. Kamu mau kan membuat komitmen dengan aku, ya tidak sekarang kita menikahnya tapi kita berdua berkomitmen untuk selalu bersama hingga nanti waktunya aku akan datang melamarmu." Kata Angga dengan serius membuat Qila tak percaya.
"Ga, apa ini nggak terlalu cepat. Kita baru saja dekat tiba - tiba kita berkomitmen. Kamu nggak menyesal nanti."
"La, aku mau jawaban jujur dari kamu."
"Jawaban apa Ga."
"Kamu juga suka kan sama aku, kamu punya rasa yang sama kan dengan aku. Aku serius La, Aku sayang sama kamu dan sudah lama aku mengamati dirimu tapi memang aku yang belum berani untuk mengungkapkan perasaan ini kepada kamu."
Qila hanya diam, dia menerawang ke depan.
"La, kalau kamu juga punya rasa sama seperti aku. Aku janji La, ingin selalu menjaga rasa cinta ini hanya untuk kamu hingga kita menua bersama nanti."
Qila menatap Angga, mencoba mencari kebohongan di matanya.
"Tapi, Kalau kamu tidak punya rasa sama aku. Aku akan menyerah malam ini juga dan minta maaf ke Mas Rendi."
"Tapi kita baru semester 6, Ga."
"Sebentar lagi kita selesai kuliah La, setelah itu aku akan cari kerja dan segera melamar kamu."
"Ga, kamu serius."
"La,... Apa kamu melihat Aku ini masih kurang serius. Aku sayang sama kamu bukan untuk saat ini saja tapi aku ingin memilikimu secara utuh untuk menemani hari-hariku hingga tua nanti."
"La, kamu sayang juga kan sama aku."
Angga menatapnya dalam menanti jawaban dari pujaan hatinya.
"Ga, sebenarnya aku .... Aku juga punya rasa yang sama kamu tapi..."
Angga tersenyum rasanya ingin meraih tangan Qila dan menggenggamnya tapi dia takut kalau Kakaknya keluar.
"Kita hadapi semua rintangan yang ada di depan bersama-sama, aku hanya ingin kita berdua saling berkomitmen untuk selalu bersama dan jujur satu sama lain."
Qila tersenyum dan menganggukkan kepalanya, rasanya perasaan Angga lega sekali.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Gimana kelanjutannya... Tungguin ya, episode terakhirnya 😱😱😱😱😱