Cerita Bahagia

Cerita Bahagia
Mukena Merah Muda #10


__ADS_3

Karina sudah menjalani hidupnya kembali, walaupun kini hanya berdua dengan adiknya Dia bersyukur masih banyak yang sayang sama dirinya.


Bapaknya tidak punya saudara sedangkan ibunya punya kakak perempuan yang Karina dan Risa Panggil Bude tapi berada di luar kota.


Karina dan Risa sudah ditawari Bude untuk tinggal bersamanya namun mereka merasa lebih nyaman tinggal di rumah sendiri berdua. Lagian lingkungan sekitar tempat tinggalnya juga baik semua, mereka menyayangi Karina dan Risa.


Karina masih melanjutkan bekerja di minimarket market milik Tantenya Anggun dan meneruskan kuliahnya yang sudah masuk semester 6 sedangkan Risa sudah kelas 3 SMP dan akan masuk ke SMA.


"Mbak.. Mbak Karin.. Tok..tok..."


Risa mengetuk pintu kamar Karina.


"Iya sebentar."


Karina masih memakai mukena dan membuka pintu kamarnya.


"Ada apa sih Dik."


"Itu ada tamu."


"Siapa."


"Lihat aja sendiri."


Risa sambil senyum - senyum menuju ke dalam untuk membuatkan minuman.


"Siapa sih, Dik."


"Ke depan Mbak, aku buatin minum dulu."


Karina dengan masih memakai mukena karena habis sholat Ashar dia ke depan.


"Assalamualaikum Karin."


Karina melihat seorang laki-laki yang sudah duduk di teras tersenyum kepadanya.


"Waalaikumsalam, Mas Gama sama siapa."


Karina menelungkupkan tangannya di dada.


"Sendiri aja, tadi dari rumah sakit langsung ke sini."


"Maaf Mas, sebenarnya Karin masuk ke dalam dulu masih pakai mukena nggak enak."


Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dia mengamati Karina dari ujung kepala sampai kaki.


"Cantik banget." Katanya lirih setelah Karina masuk ke dalam rumah.


"Siapa yang cantik Mas."


Tiba - tiba Risa ke depan membawakan minuman untuknya.


"He he he... "


Gama malu mau mengakuinya.


"Mbak Karina ya Mas." canda Risa.


Gama menganggukkan kepalanya.


"Silahkan diminum dulu Mas ini camilannya."


"Makasih Risa, Kamu mau melanjutkan sekolah ke mana."


"Hmmm... Risa mau ke SMA Negeri aja Mas yang biayanya ringan. Risa kasihan sama Mbak Karin harus kerja sambil kuliah."


"Mbak kamu itu wanita kuat, dia mau berkorban begitu semua demi kamu."


"Risa tau Mas." Katanya sambil tersenyum.


"Serius amat ngobrol apa."


Karina yang sudah berganti baju dan mengenakan jilbabnya ikut ke depan.


"Ngobrol Mbak Karin." Ucap Risa yang langsung berdiri.


"Ngobrolin tentang apa."


Karina memandang mereka bergantian yang tersenyum-senyum kepadanya.

__ADS_1


"Tentang Mbak Karin sama Mas Gama, udah duduk Mbak. Risa ke dalam ya Mas."


"Oke."


Karin lalu duduk di kursi bersebelahan dengan Gama yang terpisahkan oleh meja di tengah.


"Mas Gama belum pulang ke rumah."


Karin melihat Gama masih rapi cuma lengan kemejanya aja di gulung sampai siku.


"Belum, sengaja mau kesini dulu."


"Ada perlu apa Mas."


"Jangan galak - galak Mbak, yang halus dong." Suara Risa dari dalam rumah.


Gama tersenyum saja dan Karina mencibirkan bibirnya.


"Mas Gama ada perlu apa."


"Cie .. Sweet..."


Suara Risa berkomentar lagi.


"Diam Dik."


"Jangan teriak-teriak." Ucap Gama dengan memberi kode jarinya di bibir.


"Risa rese Mas."


"Hemm.. Kamu ada acara nggak."


"Kapan Mas."


"Sekarang." Ucap Gama.


"Mau kemana.?"


"Mau ngajak kamu sama Risa makan di luar mumpung malam Minggu ini."


"Makan diluar Mas."


"Nggak lah masa berdua."


Karina membela diri.


"Risa kamu ikut ya, kalau nggak mana mau Mbak kamu ini." Ucap Gama.


"Oke..."


Risa ke dalam untuk berganti baju.


"Jangan pulang malam - malam ya Mas."


"Iya, saya mau ngajak kamu sama Risa untuk lihat suasana malam hari."


"Ayo Mas kita otw."


Risa sudah keluar memakai pakaian terbaiknya dan tak lupa tas kecilnya berisi handphone miliknya.


"Mbak buruan dong siap - siap."


"Iya bawel."


Karina masuk ke dalam rumah dan gantian Risa yang ngobrol dengan Gama.


"Mas, Risa boleh tanya nggak."


"Mau tanya apa."


Di jawab santai oleh Gama.


"Mas Gama suka ya sama Mbak Karin."


Gama menatap ke arah Risa dengan senyum cengar-cengir.


"Iya kan Mas, Mas Gama suka sama Mbak Karin."


"Kamu anak kecil tau apa."

__ADS_1


"Nggak usah bohong Mas, aku dengar kok kemarin Mas Gama ngobrol sama Kak Lukman."


"Nguping kamu."


"Nggak sengaja he he.. Mas mau nggak aku bantuin."


"Mau bantuin apa."


"Mas Gama aslinya mau pergi berdua kan cuman sama Mbak Karina tapi mana mungkin Mbak Karina mau kalau nggak sama aku."


"Itu tau."


"Nanti aku kasih kesempatan untuk berduaan dengan mbak Karin, Mas Gama tenang aja tapi buruan di tembak Mbak Karin ya."


"Kamu telat Risa... Mas udah nembak Mbak Mu."


"Whattt..!! Terus jawab apa Mbak Karin."


"Belum jawab."


"Ini kesempatan Mas, harus ditanya lagi. sepertinya Mbak Karin juga suka sama Mas Gama."


Gama nampak berbinar.


"Ayo.. Jadi gak."


Karin sudah berganti gamis dengan jilbab yang senada dan mengenakan tas.


"Jadi dong.."


Risa langsung berdiri berjalan duluan menuju ke mobil Gama.


"Mas buka dong."


Risa udah siap di pintu belakang untuk duduk di belakang agar Karina bisa duduk di depan.


"Oke."


Karina masih memasukkan gelas ke dalam rumah lalu menguncinya.


"Ayo Karin."


"Iya Mas."


Mereka berjalan bersama menuju mobil dan dengan sigap membukakan pintu untuk Karina.


"Silahkan."


"Aku belakang aja Mas."


"Mbak, depan. Nanti Mas Gama kayak sopir dong."


"Duduk depan Karin."


Karena merasa tidak enak sudah dibuka pintu Karina pun akhirnya duduk di samping kemudi.


"Makasih Mas."


"Cie...." Ledek Risa.


"Rese kamu Dik."


"Dipakai seat belt nya Karin."


"Iya Mas."


Gama mulai menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Karina menuju ke suatu tempat.


"Kita mau makan apa." Tanya Gama.


"Mie Mas."


Celetuk Risa.


"Dik, nggak sopan."


"Nggak papa, oke ke sana ya."


Mobil terus melaju menuju ke sebuah restoran yang menyediakan berbagai macam menu mie dan berbagai makanan lainnya.

__ADS_1


Gimana kelanjutannya 😉😉😉


__ADS_2