
"Sayang, lihat apa."
Gama memegang pipi Karina yang duduk di sampingnya melihat ke arah jendela pesawat.
Ya, Mereka sedang perjalanan udara dengan pesawat menuju ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan S3 Gama.
Setelah ijab qobul yang terlaksana kemarin mereka kini harus berangkat ke luar negeri karena Gama segera melaksanakan kuliah. Mereka harus merelakan resepsi yang tidak bisa terlaksana secara utuh sehari karena penerbangan terjadwal pukul 1 siang hari.
~Flashback On~
Gama mendapatkan jadwal kuliahnya 3 hari sebelum pernikahan mereka.
Dia menyampaikan kepada Karina yang awalnya berat kenapa secepat itu tapi itu sudah keputusan mereka dan harus dilaksanakan.
"Sayang, siapkan ikut Mas."
Tanya Gama sekali lagi saat mereka selesai fitting baju.
"Iya Mas, Karin siap. Tapi apa Risa nanti tidak merepotkan Mama sama Papa."
"Sayang, kamu tenang aja Risa di rumah sama sekali tidak merepotkan Mama ataupun Papa. Kamu di sana fokus aja menemani Gama untuk menyelesaikan S3." Ucap Mama Dina.
"Maafkan Karin ya Ma, malah menambah beban Mama sama Papa."
"Sayang.. Kamu dan Risa sudah menjadi tanggung jawab Mas. Jangan merasa kalau kalau Kamu sama Risa itu merepotkan keluarga." Ucap Gama.
"Makasih Mas."
Lalu Hari H itu pun datang.
Pernikahan tetap terlaksana di rumah kedua orang tua Karina seperti permintaannya. Sehari sebelumnya kemarin sudah berziarah ke makam untuk meminta doa restu.
Tak dapat dipungkiri rasa sedih menggelayuti Karina dan juga Risa, tapi mereka harus ikhlas dan tetap mendoakan kedua orang tuanya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Karina Puspa Widya Kusuma dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas 20 gram dibayar tunai."
Ucap Gama dalam satu kali tarikan nafas dan disaksikan oleh banyak pasang mata yang menyatakan SAH...
Air mata Karina mengalir begitu saja menyaksikan momen itu, lalu dengan didampingi oleh Anggun dan kedua adiknya Karina keluar dan sudah di tunggu oleh suaminya.
Karina mencium tangan Gama yang kini telah sah menjadi suaminya lalu Gama pun mencium kening Karina dengan penuh cinta.
Mereka yang melihat iri dengan kemesraan kedua pengantin baru itu.
__ADS_1
"Mas, kenapa mahar Mukenanya merah muda."
Tanya Karina setelah mereka selesai melaksanakan sholat Maghrib berjamaah dan melihat mukena yang masih bungkusan sebagai mahar pernikahan mereka.
Gama tersenyum lalu mencium kening Karina.
"Karena mukena berwarna merah muda yang awalnya membuat Mas jatuh cinta sama kamu."
Karina mendekati mukena itu.
"Karina buka ya Mas, Karina mau pakai sholat."
Gama tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Makasih ya Sayang, semoga jadi ladang ibadah sayang. Kalau rusak nanti beli lagi."
"Insyaallah jadi ladang ibadah buat Mas, kan Mas yang kasih ke Karin."
Esok harinya, Mereka mengadakan resepsi untuk berbagi rasa syukur atas kebahagiaan mereka.
Banyak rekan kerja, teman dekat serta keluarga besar yang ikut berbahagia dengan pernikahan mereka.
Namun ketika sudah tengah hari mereka pamit karena harus segera menuju ke bandara.
Gama membiarkan mereka saling berpelukan dan berpamitan.
"Mbak Karin jaga diri ya, nggak usah mikirin Risa terus. Risa udah besar bisa mandiri, Mbak harus bahagia sama Mas Gama."
Risa berusaha untuk tidak meneteskan air mata agar Karina tidak bersedih.
"Jangan lupa makam Bapak sama Ibu dikunjungi ya, maaf Mbak hanya bisa mendoakan dari sana."
"Mbak tenang aja, Karin akan sering mengunjungi makam Bapak sama Ibu. Mereka pasti di sana juga senang melihat Mbak Karin bahagia sekarang. Risa juga bahagia kalau Mbak Karin bahagia, jaga kesehatan ya Mbak dan cepet kasih ponakan."
Karina memerah pipinya diledekin adiknya sendiri membuat Mama Dina juga setuju akan hal itu.
"Tenang aja, doakan segera hadir Gama junior. Iya kan Sayang." Karin mencubit suaminya.
Lalu mereka pamit dan masuk ke dalam untuk segera boarding karena sebentar lagi penerbangan akan tinggal landas.
~Flashback Off~
Karina tersenyum masih menatap ke arah luar jendela.
__ADS_1
"Mas, kita kecil ya kalau di lihat dari atas. Sungguh Maha Besar Allah menciptakan Alam semesta ini."
Gama mencium kening Karina dan mencubit pipinya, gemas dengan istri kecilnya.
"Banyakin Syukur Sayang, Alhamdulillah."
"Iya Mas, Karina bersyukur dengan hidup Karina di kelilingi dengan orang - orang yang sayang sama Karin."
"Tidur Sayang, dari tadi berdiri apa kamu nggak capek Sayang."
Gama membawa Karina bersandar ke pundaknya dan membelai kepalanya yang tertutup hijab.
"Karin seneng Mas, makasih ya Mas."
Katanya menatap sayang ke arah Gama.
"Mas yang Makasih sama kamu Sayang, terimakasih sudah menjadi istri Mas temani Mas selalu ya kita menua bersama."
"Insyaallah Mas, bimbing Karina ya Mas jadi istri yang Sholehah."
Gama tersenyum sambil menciumi pucuk kepala istrinya.
"Doa Mas untuk menikah sama kamu sudah terwujud, sekarang Mas punya doa baru lagi."
Karina mengangkat kepalanya memandang suaminya itu karena penasaran.
"Apa Mas."
"Menjadikan kamu ibu untuk anak-anak Mas." Ucap Gama dengan menggerakkan alisnya.
Karina memerah pipinya, menyembunyikan senyumnya dari Gama.
"Sayang mau kan menjadi Ibu muda."
Goda Gama.
Karina menyembunyikan wajahnya di dada Gama sambil menganggukkan kepalanya.
Gama terkekeh memeluk erat Karina sambil menciumi pucuk kepala istrinya yang menggemaskan itu.
😃😃😃😃😃
🌹🌹🌹🌹Happy Ending 🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
#Ada ide cerita lain, bisa komen ya 😉