Cerita Bahagia

Cerita Bahagia
Mencintai Tanpa Syarat #End


__ADS_3

"Saya terima nikah dan kawinnya Kasih Permata binti Agus Susilo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 50 gram dibayar tunai."


"Bagaimana saksi SAH."


"SAH...."


"SAH..."


"SAH...."


Suara sorak-sorai dari tamu yang ikut hadir dan menjadi saksi pernikahan mereka berdua.


Akmal mengusap wajahnya dan mengaminkan doa yang dibacakan oleh Pak penghulu.


"Silahkan Mas, mempelai wanitanya dijemput." Pinta Pak Penghulu.


Akmal berdiri menuju ke kamar dimana Kasih berada.


Pintu kamar terbuka begitu Akmal sudah berada di depannya. Kasih yang ditemani Septi dengan tersenyum malu-malu keluar dari kamar dan menatap ke arah Akmal yang menatapnya dengan senyuman manis.


Akmal mendekat lalu mengulurkan tangannya dan disambut Kasih dengan mencium punggung tangan suaminya itu.


Kemudian Akmal meletakkan tangannya di pundak Kasih sambil membaca doa setelah itu mengecup kening Kasih untuk yang pertama kalinya.


Akmal melingkarkan tangan Kasih di lengannya kemudian mereka berdua berjalan menuju ke meja untuk menandatangani berkas pernikahan mereka.


"Kamu cantik banget sayang."


Bisik Akmal sambil menggenggam tangan istrinya.


Kasih tersenyum malu mendapat pujian dari Akmal.


"Pelan - pelan saja Sayang."


Kasih menganggukkan kepalanya.


Mereka menyelesaikan semua berkas pernikahan dan Akmal pun memberikan Mas kawinnya kepada Kasih.


Acara pernikahan dilaksanakan di rumah kedua orang tua Kasih sesuai dengan permintaan Kasih dan hanya secara sederhana saja mengundang sanak saudara dan juga tetangga.


Awalnya keluarga Akmal menghendaki untuk pernikahan mereka di sebuah gedung dan dilangsungkan dengan resepsi namun Kasih punya keinginan menikahnya itu di rumah saja nanti resepsinya saja yang di gedung.


1 hari setelah lamaran


"Sayang, nanti konsep pernikahannya mau yang seperti apa." Tanya Akmal saat menemani Kasih menyelesaikan administrasi ke kampus.


"Yang sederhana saja Mas."

__ADS_1


"Mau di gedung mana."


Kasih menatap ke arah Akmal.


"Gedung Mas.?"


"Iya Sayang, kita menikah di gedung untuk acara akad dan resepsi."


Kasih nampak nggak setuju, Dia maunya sederhana di rumah saja.


"Sayang." Akmal merasakannya.


"Ehm.. Iya Mas."


"Konsep pernikahan seperti apa yang Sayang mau."


"Sederhana saja Mas."


Hanya itu yang Kasih ucapkan membuat Akmal malah bingung.


"Maksudnya sederhana itu gimana Sayang,." Nada bicara Akmal terdengar tidak seperti biasanya.


Kasih terus merasa kalau dia nggak perlu menjelaskan lagi mengikuti saja maunya keluarga.


"Kasih ikut aja Mas, maksud Kasih nggak usah terlalu mewah."


"Ini pernikahan kita Sayang, jadi Mas ingin mendengar pendapat kamu."


"Iya Kasih ikut aja Mas, maaf."


Kasih menunduk saja daripada semakin kalut.


Akmal menghela nafas, dia merasa bicara terlalu keras. Tadinya Dia duduk di kursi lalu berdiri dan berjongkok didepannya Kasih.


"Maaf Sayang, bukan maksud Mas memaksa kehendak keluarga tapi Mas ingin mendengar pendapat kamu untuk acara pernikahan kita."


Kasih hanya diam dan menganggukkan kepalanya Air matanya sudah mau meleleh.


"Sayang, Mas boleh tanya."


"Iya Mas."


"Sayang..., pernikahan seperti apa yang menjadi impian Sayang."


Kasih mengangkat kepalanya.


"Kasih mau menikah yang sederhana saja Mas, di rumah dengan dihadiri saudara dan teman dekat saja."

__ADS_1


Akmal tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Baik Sayang, nanti Mas yang bicara dengan Mama."


"Jangan Mas... Nanti malah membuat Mama marah." Kasih ketakutan.


"Tenang sayang, itu urusan Mas. Nanti Mas yang bicara sama Mama jika itu kemauan Mas."


"Mas.. Maafin Kasih, kita menikah dengan konsep yang sudah disusun saja."


"Nggak Sayang, Mas mau kamu bahagia. Mas mau pernikahan kita yang sekali seumur hidup ini berkesan dan selalu bikin kangen kalau inget momen itu."


"Makasih Mas."


🌹🌹🌹🌹🌹


Kini hari bahagia itu telah datang, nampak Akmal dan Kasih sangat bahagia apalagi perjalanan cinta mereka tidak mudah sempat mengalami penolakan dari Mamanya Akmal.


Kini mereka bersyukur sudah dipersatukan di dalam sebuah pernikahan bukan berarti perjalanan mereka berhenti di sini justru Ini adalah babak baru untuk mengarungi bahtera berumah tangga yang bakalan menghadapi berbagi macam rintangan baik itu suka maupun duka.


Kedua keluarga sangat bahagia dengan pernikahan kedua anak mereka, resepsi akan diselenggarakan esok hari di sebuah gedung yang sudah dipersiapkan oleh keluarga Akmal yang akan mengundang saudara serta teman kerja dan semua orang mereka kenal.


"Sayang, makasih sudah menjadi istri Mas."


Akmal sambil memeluk Kasih dari belakang, kini mereka sudah berada di dalam kamar.


Kasih masih merasa canggung dengan kemesraan yang diberikan Akmal.


"Sayang..."


"Hmmm.. Iya Mas."


Akmal membalik tubuh Kasih dan mengangkat dagunya karena istrinya itu hanya menunduk.


"Sayang, I Love You."


Kecupan hangat di kening Kasih.


"I Love You to Mas."


Kasih memeluk suaminya membuat Akmal memeluknya balik.


"Kita selamanya seperti ini ya Sayang."


"Iya Mas."😘😘😘


🌹🌹🌹Happy Ending 🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2