
"Selamat Sayang, akhirnya menjadi sarjana."
Gama datang dengan membawa buket bunga dan memberikan kejutan kepada Karina yang baru saja yang menyelesaikan sidang skripsinya.
"Mas... Katanya nggak bisa datang."
Karina terharu dan senang mendapat kejutan dari Gama yang tadinya memberikan kabar kalau tidak bisa datang ke sidang Karina karena ada operasi.
"Mas usahakan untuk datang bukannya nggak datang. Selamat ya Sayang, ini bunga cantik untuk seseorang yang istimewa di hati Mas."
Karina menerima bunga itu dengan senyum bahagia.
"Makasih Mas."
"Cie... Bentar lagi nikah nih."
Ledek Anggun.
"Tunggu aja undangannya."
Ucap Gama sambil tersenyum menatap Karina.
Lalu Gama mengajak Karina ke rumahnya untuk mengadakan sedikit syukuran atas kelulusannya.
"Assalamualaikum."
Ucap Karina, Risa dan Gama yang baru saja datang.
Tadi Risa dijemput di sekolahnya dan diajak ke rumah Gama.
"Waalaikumsalam."
Jawab Mama Dina yang menghampiri mereka.
"Selamat Sayang atas kelulusannya."
Mama Dina memeluk calon menantunya.
"Makasih Ma."
Sekarang Karina dan Risa sudah memanggil kedua orang tua agama dengan sebutan Mama dan Papa karena permintaan mereka.
"Yuk masuk, sebentar lagi Papa dan Tika pulang."
Syukuran kecil - kecilan sudah disiapkan oleh Mama Dina dengan makan bersama dengan keluarga.
"Karin, Papa besok Minggu akan ke rumah Bude kamu untuk membahas pernikahan kamu dan Gama Karena sekarang kamu kan sudah lulus nggak baik sudah sering bareng tapi belum menikah juga."
__ADS_1
Karina terkejut menatap ke Papa ternyata secepat itu begitu lulus langsung akan menikah.
"Iya Pa, nanti Karin sampaikan ke Bude."
"Karin, kamu sudah siapkan."
Gama mengamati raut muka dari Karina dan mempertanyakan kesiapannya lagi karena dia tidak mau memaksa.
"Insyaallah Mas, nggak baik juga kita sering bareng."
"Syukur lah, Mas dan keluarga akan menemui Bude."
"Baik Mas."
Setelah berbincang-bincang dan malam pun semakin larut Gama mengantarkan Karina dan Risa untuk pulang ke rumah.
"Sayang Mas ada kabar gembira."
Kata Gama saat mobil sudah berjalan dan Risa sudah terlelap karena capek habis dari sekolah langsung ikut mereka.
"Apa Mas."
"Mas akan ikut tes beasiswa S3 lagi, doakan Mas ya."
"Iya Mas, semoga mendapatkan hasil yang terbaik."
Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Insyaallah Mas, Karin akan selalu menemani Mas Gama kemana pun."
"Makasih ya Sayang."
Tak lama mobil pun merapat di depan rumah Karina dan Mereka segera turun. Tak lupa Gama berpesan untuk selalu mengunci pintu dan dia akan pergi setelah Karina masuk ke dalam rumah.
🌹🌹🌹🌹🌹
Hari Minggu tiba, Karina dan Risa sudah bersiap menunggu jemputan Gama beserta keluarganya untuk berangkat ke luar kota menuju ke rumah Bude.
Budenya juga sudah diberi kabar jika keluarga Gama akan ke sana untuk membahas pernikahan mereka.
Setelah sekitar hampir 2 jam perjalanan yang cukup lancar akhirnya mobil yang membawa mereka sudah terparkir rapi di depan rumah Budenya.
Keluarga Budenya menyambut dengan ramah atas kedatangan tamu istimewa mereka.
Mereka membicarakan pernikahan Karina dan Gama yang akan segera dilaksanakan 2 Minggu lagi di rumah almarhum kedua orang tua Karina atas permintaan Karina sendiri.
Dia ingin melaksanakan pernikahan di rumah walaupun kedua orang tuanya sudah tidak ada, Karina ingin merasakan kehangatan akan kasih sayang kedua orang tuanya yang ada di rumah itu.
__ADS_1
"Karin, Bude akan ke sana satu minggu lagi untuk mempersiapkan segala sesuatunya."
"Iya Bude, makasih Bude."
"Maaf Bu Desi, dengan tidak mengurangi rasa hormat kami, keluarga kami akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk pernikahan Karina dan Gama. Jadi Bu Desi nanti tidak akan terlalu kerepotan karena jauh juga." Kata Mama Dina yang tadi awalnya ingin pernikahan anak mereka dilaksanakan di rumahnya.
"Terima kasih Bu Dina, tapi kami sebagai pihak perempuan juga ada yang ingin kita persiapkan." Jawab Bude.
"Iya Bu, kita siapkan sama - sama untuk kebahagiaan Karina dan Gama."
"Iya Bu.."
Rasa kekeluargaannya sangat terasa sekali dari kedua belah pihak keluarga besar bisa saling menerima dan saling membantu untuk mempersiapkan pernikahan mereka.
Hari itu juga Gama dan keluarga pulang kembali ke kotanya begitu pula dengan Karina dan Risa yang masih ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.
"Sayang, besok temani Mas ya."
Ucap Gama saat mereka beristirahat di rumah makan.
"Kemana Mas."
"Ujian untuk beasiswa S3 Mas."
Karina tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dengan senang hati dia akan selalu menemani Gama karena ada rasa bersalah dalam dirinya yang menyebabkan Gama tidak jadi mengambil beasiswanya kemarin.
"Makasih ya Sayang."
"Karina luangkan waktu juga ya untuk mencari seserahan kalian, Mama mau kamu dan Gama sendiri yang memilih." Ucap Mama Dina.
"Tenang Ma, nanti Gama antar Karina untuk mencari seserahan."
"Harus diluangkan kamu nya itu sibuk terus." Mama Dina sangat paham dengan aktivitas Gama yang nggak ada waktu.
"Tenang Ma, untuk urusan yang satu ini pasti Gama prioritaskan."
Katanya sambil tersenyum memandang ke arah Karina.
"Kamu itu memang udah waktunya untuk dinikahkan, bahaya. Hati - hati Karina kalau Gama macam-macam bilang sama Papa."
"He he.. Baik Pa."
"Papa ada - ada aja, Gama itu sayang sama Karina dan akan menjaganya."
"Bagus lah ."
😃😃😃😃
__ADS_1